Sukses

Awas, Diet Bisa Rusak Akibat Sering Nonton Film Action!

Tahukah Anda bahwa pola diet bisa rusak akibat sering nonton film action? Ini penjelasan selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Mengatur pola diet adalah suatu upaya untuk menurunkan bobot tubuh, agar terlihat lebih ramping dan menarik. Memang tidak mudah, karena diet membutuhkan upaya yang ekstra dan teliti. Bahkan, tak sedikit kegagalan yang terjadi akibat berbagai macam godaan.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, diet memang mengharuskan pelakunya melakoni sejumlah tantangan, misalnya menahan diri untuk mengonsumsi cokelat, keju, es krim, keripik dan lain sebagainya.

“Anda mungkin bertahan beberapa minggu, namun lama-kelamaan Anda akan tidak sabar untuk memakannya. Ketika menyerah, Anda akhirnya akan mengonsumsi makanan ‘terlarang’ tersebut sebanyak-banyaknya,” ujar dr. Vita.

Selain hal tersebut, ternyata ada faktor lain yang ikut ambil peran dalam menghancurkan diet Anda. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilansir dari TIME, faktor tersebut adalah keseringan nonton film action.

1 dari 3 halaman

Diet rusak akibat pengaruh film action

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association: Internal Medicine, ditemukan bahwa jumlah makanan yang dikonsumsi orang saat menonton tayangan televisi – khususnya action – bisa hampir dua kali lipat.

Sebelum berkesimpulan demikian, para peneliti secara acak membagi 94 mahasiswa sarjana menjadi tiga kelompok. Masing-masing ditempatkan di depan TV selama 20 menit.

Satu kelompok dibuat untuk menonton bagian film action thriller : The Island. Kelompok kedua menonton film serupa namun bisu. Sedangkan kelompok terakhir menonton klip 20 menit dari program bincang-bincang Charlie Rose.

Ketiga set peserta diberikan permen cokelat serta makanan ringan yang lebih sehat seperti wortel dan anggur untuk dinikmati sambil menonton. Peneliti kemudian menimbang makanan ringan dan menghitung seberapa banyak sisa yang ada di atas meja.

Hasilnya, orang yang menonton program bincang-bincang mengonsumsi 104,3 g berat makanan. Sementara itu, orang yang menonton film The Island mengonsumsi total makanan sebanyak 206,5 g alias hampir dua kali lipatnya.

Menyaksikan The Island dalam mode bisu memiliki bobot makanan lebih sedikit, tetapi jumlah yang dikonsumsi masih 36% lebih banyak daripada kelompok Charlie Rose. Total asupan kalori dari kedua kelompok yang menonton klip aksi juga lebih tinggi, yakni 354 kalori.

Aner Tal, salah satu peneliti, mengatakan bahwa program-program yang cepat dan berkonsep ramai ala bincang-bincang mampu mencuri perhatian para penontonnya. Ini membuat mereka tak memiliki hasrat berlebih untuk makan. Lalu, kenapa menonton film action bisa merusak program diet?

“Film action dapat membuat makan berlebih, karena Anda kurang memperhatikan berapa banyak makanan yang dimasukkan ke dalam mulut. Hal ini bisa terjadi karena Anda terlalu fokus pada film,” kata Tal.

2 dari 3 halaman

Perusak diet jenis lain

Selain menonton film action, pola diet juga bisa rusak akibat tidak konsisten melakukannya. Misalnya, Anda hanya melakukan diet pada saat-saat tertentu karena menginginkan bentuk tubuh yang ideal. Jika sudah tercapai, Anda berhenti melakukan pola diet tersebut.

Perlu diketahui bahwa itulah konsep diet paling salah, sekaligus sering ditemukan. Karena sejatinya, diet yang baik adalah diet yang tetap dilakukan secara berkelanjutan meski tujuan awal sudah terpenuhi. Lebih dari itu, diet merupakan salah satu metode mengubah pola makan sehari-hari agar Anda menjadi lebih sehat.

Mengetahui bahwa film action dapat menghancurkan pola diet, Anda tak serta-merta dilarang untuk menyaksikannya. Anda hanya perlu mengendalikan diri, agar tidak terbawa suasana, hingga akhirnya mengonsumsi makanan berlebihan. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar