Sukses

5 Cara Praktis Tingkatkan Produksi ASI

ASI Anda hanya keluar sedikit? Jangan buru-buru panik. Ini beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan sebagai jalan keluarnya.

Klikdokter.com, Jakarta Memberikan ASI eksklusif di enam bulan pertama kehidupan bayi adalah keinginan sebagian besar wanita yang baru saja melahirkan. Namun hal ini tidak semudah kedengarannya, karena banyak masalah yang mungkin terjadi selama menyusui. Salah satunya adalah produksi air susu ibu yang tidak mencukupi.

Sejatinya, ASI adalah asupan terbaik bagi bayi. Jadi, jika produksi ASI terus mengalami gangguan, bukan tak mungkin kebutuhan gizi si Kecil tak akan mengalami kecukupan. Hal ini nantinya akan menyebabkan gangguan tumbuh kembang.

Penyebab produksi ASI sedikit

Banyak hal yang dapat mengganggu produksi ASI. Menurut dokter spesialis anak konsultan di RSAB Harapan Kita, DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), masalah produksi ASI yang terganggu berhubungan dengan kondisi sang ibu itu sendiri.

“Ibu yang sedang stres atau lelah bekerja setelah cuti melahirkan, ibu yang sakit dalam kurun waktu tertentu sehingga tak dapat menyusui langsung, dan ibu yang merasa tidak nyaman secara psikologis karena mendapat tekanan dari keluarga ataupun lingkungannya berpotensi mengalami gangguan produksi ASI,” katanya saat memberikan penjelasan di acara Anmum #MumToMum di bilangan Jakarta, Rabu (1/8).

Lebih lanjut, dr. Ariani mengatakan bahwa produksi ASI juga bisa mengalami gangguan bila sang ibu memiliki penyakit seperti anemia dan gangguan tiroid, memiliki kebiasaan merokok dan minum kafein atau alkohol, serta tidak melakukan stimulasi selama menyusui.

1 dari 2 halaman

Cara meningkatkan produksi ASI

Produksi ASI yang sedikit atau tidak keluar sama sekali tak bisa didiamkan begitu saja. Sebagai orang pertama yang bertanggung jawab memberikan asupan gizi pada sang buah hati, ibu harus melakukan tindakan dengan segera.

Berdasarkan penjelasan dr. Ariani, berikut beberapa cara praktis yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan produksi ASI:

1. Cukupi asupan makanan dan minuman setiap hari

Sebelum memberikan gizi penting pada bayi melalui ASI, sang ibu perlu terlebih dahulu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Hal ini bisa dicapai dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Selain itu, ibu juga dianjurkan untuk minum air putih lebih banyak. Ini karena air merupakan bahan baku utama untuk memproduksi ASI.

“Selama atau setelah menyusui, ibu biasanya akan sangat haus. Harus segera minum air putih,” jelas dr. Ariani.

2. Istirahat cukup

Ketika si Kecil sedang tidur, ibu sebaiknya menggunakan waktu tersebut untuk istirahat sejenak. Jangan sampai terlalu lelah, apalagi hingga berakhir pada kondisi cemas atau bahkan stres. Karena kondisi tersebut dapat membuat produksi ASI berkurang drastis.

3. Terapkan metode relaktasi

Meski awalnya keluar sangat sedikit, teruslah berupaya untuk memberikan ASI pada bayi lewat payudara Anda. Hal ini bertujuan “memancing” kelenjar yang bertugas untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi.

Terkait hal itu, dr. Ariani menganjurkan Anda untuk menerapkan metode relaktasi. Ini adalah tindakan melekatkan puting payudara pada mulut bayi, agar dirinya tertarik untuk mengisap.

“Relaktasi dapat dilakukan setiap dua jam sekali, pada payudara kanan dan kiri. Tujuannya agar produksi ASI tetap terjaga,” lengkap dr. Ariani.

4. Pijat oksitosin

Ini adalah gerakan pijat yang bertujuan untuk merangsang produksi oksitosin atau love hormone (hormon cinta). Selain dapat meningkatkan produksi ASI, teknik ini juga dapat menangkal rasa cemas dan stres.

"Pertama-tama, cari bagian yang menonjol di punggung dekat tengkuk. Dari titik itu, pijat dengan dengan jari ke arah bawah. Kemudian tarik kedua jari ke bagian samping kiri-kanan tulang belakang," terang dr. Ariani.

5. Lakukan skin to skin contact dengan bayi

Sebagai ibu, Anda perlu melakukan kontak langsung dari kulit ke kulit dengan sang buah hati. Tindakan ini bisa Anda lakukan, misalnya dengan menyentuh langsung kulit bayi atau menggendongnya.

Skin to skin contact dapat mempererat hubungan ibu dan bayi. Di samping itu, hal ini juga turut memicu kinerja hormon untuk memproduksi ASI di dalam tubuh ibu, dan meningkatkan rasa percaya diri bayi.

“Anak yang didekap ibunya akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi,” pungkas dr. Ariani.

Lakukan cara di atas dengan saksama, agar hasilnya lebih maksimal. Dengan begitu, asupan ASI untuk bayi dapat berlangsung dengan baik, sehingga laju tumbuh kembangnya juga lebih optimal.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar