Sukses

Berapa Lama Waktu yang Aman Menyimpan ASI Perah?

Ibu menyusui yang sibuk biasa memerah ASI di kantor dan menyimpannya di kotak pendingin. Berapa durasi ASI perah dapat disimpan?

Klikdokter.com, Jakarta Tanggal 1-7 Agustus setiap tahunnya diperingati sebagai World Breastfeeding Week atau Pekan ASI Sedunia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) bekerjasama dengan berbagai organisasi, di antaranya World Health Organization (WHO).

Acara ini digelar dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) sebagai landasan dari kesehatan yang baik bagi bayi dan ibu. Tema yang diangkat untuk Pekan ASI Sedunia tahun ini adalah “Breastfeeding: Foundation of Life”, yang menekankan peran ASI sebagai landasan dasar bagi kehidupan.

Durasi ideal menyimpan ASI perah

Sebagian besar ibu yang sedang menjalani masa laktasi memiliki keinginan untuk dapat menyusui buah hatinya secara langsung. Akan tetapi, tidak semua ibu dapat melakukannya, sehingga pemberian ASI perah menjadi cara agar si Kecil tetap mendapatkan ASI eksklusif. Untuk ASI perah, durasi waktu penyimpanan dibedakan bergantung dari tempat penyimpanan, suhu ruangan, dan jenis ASI.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ASI segar yang baru saja dipompa dapat disimpan pada suhu ruangan (sekitar 25 derajat celsius) selama 4 jam. Penyimpanan dilakukan di dalam lemari pendingin bersuhu 4 derajat celsius selama 4 hari. Bisa juga disimpan dalam freezer bersuhu -18 derajat Celsius hingga 6 bulan.

Sedangkan, ASI yang sebelumnya sempat dibekukan lalu kemudian dicairkan dapat disimpan pada suhu ruangan selama 1-2 jam atau pada lemari pendingin selama hingga 24 jam. Namun, penting untuk diingat bahwa ASI yang sempat dibekukan lalu dicairkan tidak dianjurkan untuk dibekukan lagi.

1 dari 2 halaman

Tips menyimpan ASI perah

Dalam menyimpan ASI perah. Anda juga disarankan untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Menempelkan label pada wadah ASI dengan mencantumkan tanggal pemerahan.
  2. Hindari penyimpanan ASI pada pintu lemari pendingin atau freezer, sebab saat pintu dibuka akan terjadi perubahan suhu yang kemudian akan memengaruhi kualitas ASI. Simpanlah pada bagian dalam lemari.
  3. Untuk ASI perah yang tidak akan digunakan dalam 4 hari ke depan, disarankan untuk disimpan langsung di freezer guna melindungi kualitasnya agar tetap baik.
  4. Saat membekukan ASI, sisakan sekitar 1 inci ruang di bagian atas wadah karena volume ASI cenderung bertambah saat dibekukan.
  5. Pada saat bepergian, ASI dapat disimpan menggunakan cooler bag dengan ice pack beku selama hingga 24 jam. Saat tiba di tempat tujuan, ASI dapat segera dihangatkan dan diberikan pada si Kecil, disimpan di lemari pendingin, atau dibekukan.
  6. Mencairkan ASI yang dibekukan disarankan untuk mengikuti prinsip “first in, first out”. Karena seiring dengan berjalannya waktu, kualitas dari ASI dapat mengalami penurunan.
  7. Setelah ASI dihangatkan pasca penyimpanan di lemari pendingin atau freezer, Anda disarankan untuk memberikannya pada Si Kecil dalam jangka waktu 2 jam.

Meskipun kesibukan menumpuk, ibu menyusui tentunya masih ingin dapat memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Dengan mengikuti berbagai tips dan saran menyimpan ASI di atas, Anda dapat menjaga kualitas ASI tetap prima, sehingga si Kecil pun senantiasa sehat. Selamat Hari Pekan ASI Sedunia!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar