Sukses

ASI, Fondasi untuk Masa Depan Anak

Pekan ASI Sedunia tahun ini menekankan pentingnya ASI sebagai dasar dari kehidupan anak.

Klikdokter.com, Jakarta Di minggu pertama bulan Agustus, yakni tanggal 1-7 Agustus setiap tahunnya, World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) melaksanakan World Breastfeeding Day atau Pekan ASI Sedunia. WABA tak sendirian, tetapi juga bekerja sama dengan berbagai organisasi, salah satunya adalah World Health Organization (WHO).

Kegiatan yang diadakan WABA setiap tahunnya ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya peran air ASI, baik bagi bayi maupun ibu. Untuk tahun 2018, tema yang diangkat pada Pekan ASI Sedunia adalah “Breastfeeding: Foundation of Life”, yang menekankan ASI sebagai dasar yang vital dari kehidupan.

Tujuan & Fokus Pekan ASI Sedunia 2018

Terdapat empat tujuan utama dari Pekan ASI Sedunia 2018, yaitu:

  1. Menginformasikan kepada masyarakat mengenai kaitan antara pemberian ASI dan nutrisi yang baik, jaminan ketersediaan asupan bagi bayi, dan penurunan angka kemiskinan.
  2. Menerapkan pemberian ASI sebagai landasan dari kehidupan.
  3. Menjalin hubungan dengan individu dan organisasi guna meningkatkan pemberian informasi mengenai manfaat ASI.
  4. Menerapkan kegiatan untuk memajukan pemberian ASI sebagai bagian dari nutrisi yang baik, jaminan ketersediaan asupan bagi bayi, dan penurunan angka kemiskinan.

Selain itu, terdapat beberapa fokus utama yang menjadi sorotan pada Pekan ASI Sedunia tahun ini. Pertama, peran ASI dalam mencegah terjadinya berbagai bentuk kekurangan gizi, karena memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi-nutrisi penting di dalam ASI. Dengan demikian, pemberian ASI menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kelaparan dan malnutrisi serta segala bentuknya.

Kedua, pemberian ASI menjamin ketersediaan asupan bagi bayi, terutama pada situasi krisis. Asupan nutrisi, jaminan ketersediaan makanan, dan penurunan kemiskinan merupakan salah satu kunci untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDG) yang telah ditetapkan oleh United Nations.

Selanjutnya, ASI memegang andil dalam memutus rantai kemiskinan, karena tidak membutuhkan biaya untuk memberikannya kepada bayi. Dengan tidak adanya beban tambahan pada anggaran rumah tangga, pemberian ASI merupakan cara yang terjangkau agar bayi mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan serta membantu mengurangi angka kemiskinan.

ASI eksklusif sangat direkomendasikan oleh WHO, yakni pemberian ASI pada 6 bulan pertama kehidupan tanpa disertai makanan atau minuman lainnya. Curahan ASI yang masuk ke dalam tubuh bayi akan mendukung tumbuh kembangnya selama 6 bulan pertama kehidupan dan selanjutnya.

Selain itu, WHO menyatakan bahwa pada pemberian ASI kontak kulit-ke-kulit bersamaan dengan pengisapan payudara akan menstimulasi produksi ASI, termasuk kolostrum. Kolostrum ini disebut sebagai “vaksin pertama” bayi, yang sangat kaya nutrisi dan antibodi yang dapat mencegah berbagai penyakit.

Namun, saat mencapai usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi bayi akan mulai tidak tercukupi dengan ASI saja. Karena itu, dapat dilakukan pemberian ASI yang disertai dengan makanan pendamping ASI (MPASI) secara bertahap.

Pemberian ASI memiliki sederet manfaat bagi bayi maupun ibu. Bahkan merupakan solusi universal yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak di berbagai penjuru dunia. Dengan diselenggarakannya Pekan ASI Sedunia, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai dampak positif ASI makin meningkat, sehingga setiap insan di dunia dapat meraup manfaatnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar