Sukses

Ini yang Bisa Anda Lakukan untuk Turunkan Risiko Demensia

Menurut hasil penelitian, ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya demensia di masa mendatang. Apa itu?

Klikdokter.com, Jakarta Bisa jadi Anda lebih familiar dengan langkah-langkah menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, atau kanker dengan melakukan diet, berolahraga secara rutin, dan berhenti merokok. Namun, ketika bicara mengenai demensia (termasuk demensia yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer), tak banyak yang mengetahui cara mencegahnya. Menurut hasil studi, ada satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya demensia di kemudian hari.

Demensia sebetulnya bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala terkait dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta interaksi sosial yang sangat mengganggu kualitas hidup dan fungsi sehari-hari.

“Gangguan ini muncul akibat interaksi kompleks dari berbagai faktor seperti usia, genetik, lingkungan, kebiasaan, gaya hidup, dan riwayat penyakit yang dialami,” kata dr. Fiona Amalia, MPH, dari KlikDokter.

Demensia yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain:

  • Kurang nutrisi. Kondisi ini biasanya terjadi karena penderita lupa waktu makan atau mengira sudah makan. Ditambah lagi, demensia atau pikun yang sudah berat membuat penderita kehilangan kontrol atas otot-otot yang digunakan untuk mengunyah dan menelan.
  • Penurunan higiene. Pada kasus demensia yang sedang hingga berat, penderita dapat kehilangan kemampuannya untuk menjalankan tugas sehari-hari secara mandiri. Akibatnya kebersihan tubuh mereka juga menjadi kurang terjaga.
  • Kesulitan minum obat. Hal ini terjadi karena menurunnya kemampuan penderita untuk mengingat.
  • Kemunduran kesehatan emosional. Demensia dapat mengubah perilaku dan kepribadian. Beberapa perubahan tersebut diakibatkan oleh gangguan fungsi otak. Demensia dapat menyebabkan depresi, sifat agresif, kebingungan, frustasi, rasa cemas, dan gangguan disorientasi.
  • Kesulitan berkomunikasi. Penderita biasanya kehilangan kemampuan dalam mengingat nama orang atau benda, serta masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Jika Anda tak ingin mengalami berbagai komplikasi yang disebutkan di atas, cara yang paling efektif adalah dengan mencegah, bukan mengobati (dan menyesali). Dilansir dari laman TIME, berdasarkan hasil dari sebuah studi ada satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya demensia di masa mendatang.

1 dari 3 halaman

Tekanan darah pengaruhi risiko demensia?

Berdasarkan presentasi pada pertemuan tahunan Asosiasi Alzheimer di Chicago, Amerika Serikat (AS), para peneliti melaporkan beberapa bukti yang berkaitan dengan penurunan risiko terjadinya demensia, yaitu dengan menurunkan tekanan darah. Penelitian tersebut melihat bagaimana mengontrol atau menurunkan darah dapat mencegah terjadinya penyakit jantung. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa tekanan darah yang rendah berkaitan dengan risiko terjadinya demensia yang rendah pula.

Sebetulnya penelitian ini melanjutkan penelitian yang telah dilanjutkan sebelumnya, yaitu SPRINT Memory and Cognition in Decreased Hypertension (SPRINT-MIND). Studi ini mempelajari 9.300 partisipan lansia yang memiliki masalah jantung atau berisiko tinggi terkena penyakit jantung, secara acak ditugaskan untuk menurunkan tekanan darah menjadi kurang dari 120 mmHg atau 140 mmHg sistolik.

Mereka yang berhasil menurunkan tekanan darah hingga di bawah 120 mmHg mengalami penurunan risiko terjadinya gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment atau MCI) yang merupakan “gerbang masuk” demensia, atau kemungkinan terjadinya demensia 15 persen lebih rendah dibanding mereka yang menurunkan tekanan darah mereka hinga 140 mmHg.

"Mengontrol tekanan darah tidak hanya baik untuk jantung, tetapi juga baik untuk otak. Ini adalah intervensi pertama dari segala jenis yang telah terbukti dalam uji coba terkontrol secara acak untuk mengurangi risiko terjadinya MCI,” kata kata Dr. Jeff Williamson, kepala pengobatan geriatric di Wake Forest School of Medicine, AS, sekaligus salah satu tim peneliti.

Penelitian lainnya yang diterbitkan di jurnal “Neurology” juga mendukung gagasan bahwa mengendalikan tekanan darah dapat memengaruhi risiko terjadinya demensia. Lewat penelitian tersebut, para peneliti di Rush’s Alzheimer Disease Center, AS, menemukan bahwa orang-orang dengan tekanan darah tinggi cenderung memiliki lebih banyak lesi otak atau area jaringan otak yang mati karena kehilangan suplai darah mereka. Hal tersebut adalah ciri khas utama dari Alzheimer.

2 dari 3 halaman

Cegah risiko terjadi demensia dengan cara ini

Menurut dr. Fiona, beberapa penyakit yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi, juga meningkatkan risiko demensia. Anda dapat mencegahnya dengan cara:

  • Perbanyak makan buah dan sayur serta biji-bijian utuh yang tinggi serat dan rendah gula. Batasi konsumsi makanan berlemak jenuh tinggi seperti produk makanan siap saji, daging merah berlemak, santan, susu full cream, dan makanan yang mengandung asam lemak trans (contoh: kue kering, crackers, dan lain-lain).
  • Asupan garam tidak lebih dari 6 gram dalam sehari atau 1¼ sendok teh.
  • Batasi konsumsi gula sederhana (gula pasir, makanan atau minuman kemasan dan siap saji) tidak lebih dari 25 gram atau 6 sendok teh per hari.
  • Menjaga berat badan dalam batas normal dengan memperhatikan asupan kalori dan rutin berolahraga. Olahraga membuat jantung dan peredaran pembuluh darah lebih efisien, dapat menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah, serta meningkatkan kadar kolesterol baik.
  • Frekuensi olahraga dianjurkan paling sedikit 150 menit per minggu, berupa aktivitas aerobik intensitas sedang seperti bersepeda, berenang, atau jalan cepat.
  • Batasi konsumsi alkohol sebanyak 2 unit untuk wanita dan 3 unit untuk pria. Satu unit alkohol setara dengan 250-275 mL bir standar, 175 mL anggur merah, atau 25 mL vodka/wiski/gin.
  • Berhenti merokok.

Pada dasarnya setiap orang berisiko mengalami demensia karena bertambahnya usia. Namun, dengan menerapkan tips pencegahan yang disebutkan di atas, Anda dapat memiliki cognitive reserve, yaitu penguatan jaringan saraf otak sehingga fungsi kognitif tetap baik meski terdapat kerusakan. Demi masa tua yang tetap sehat, jaga tekanan darah Anda selalu tetap stabil dengan menerapkan pola hidup sehat, ya!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar