Sukses

Kiat Cegah Heatstroke Saat Cuaca Panas

Heatstroke bisa berakibat fatal jika tak segera ditangani. Cegah sebelum Anda benar-benar mengalaminya!

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari dan merasa demam tinggi serta berkunang-kunang sampai ingin pingsan, waspadalah. Bisa jadi itu adalah pertanda Anda mengalami heatstroke, atau sengatan panas.

Meski heatstroke jarang terjadi di Indonesia, Anda tetap harus awas terutama jika hendak pergi ke daerah yang suhu udaranya sedang tinggi. Misalnya pada 2016 lalu,  Koordinator Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo pernah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk berhati-hati terhadap heatstroke. Pasalnya, saat itu suhu lingkungan di Arab Saudi diprediksi sedang sangat panas. 

Kenali kondisi heatstroke

Heatstroke terjadi ketika Anda mengalami peningkatan suhu yang disertai dengan ketidakmampuan tubuh untuk mendinginkan diri. Biasanya heatstroke timbul ketika seseorang merasa kepanasan dalam waktu lama, baik itu karena bekerja, olahraga, atau sekadar duduk di lingkungan yang panas.

Heatstroke merupakan kondisi yang serius dan termasuk gawat darurat. Jika tak diatasi dengan baik, heatstroke bisa merusak organ-organ dalam. Orang-orang yang rentan mengalami heatstroke adalah anak-anak muda, orang paruh baya, dan orang yang overweight.

Ketahuilah bahwa heatstroke berbeda dengan heat exhaustion, atau kepanasan parah. Heat exhaustion adalah kondisi ketika suhu tubuh di atas 37 °C, tetapi lebih rendah dari 40 °C. Heat exhaustion dapat membaik dengan istirahat serta asupan air yang cukup. Namun, jika tidak diatasi dengan benar, heat exhaustion ini bisa berbalik menjadi heatstroke.

Sementara itu, tanda dan gejala heatstroke adalah sebagai berikut:

  • Demam tinggi. Suhu tubuh 40 °C atau lebih.
  • Perubahan status mental atau perilaku, seperti kebingungan, bicara cadel, dan mudah marah.
  • Tidak berkeringat. Dalam heatstroke yang disebabkan oleh cuaca panas, kulit Anda akan terasa panas dan kering jika disentuh. Namun, dalam heatstroke yang dipicu oleh olahraga berat, kulit mungkin akan terasa kering atau sedikit lembap.
  • Mual dan muntah.
  • Kulit memerah.
  • Detak jantung menjadi cepat.
  • Sakit kepala.
1 dari 2 halaman

Pertolongan bagi penderita heatstroke

Jika ada orang sekitar Anda yang terserang heatstroke, segeralah bawa ke rumah sakit. Sembari menunggu pertolongan medis, atau saat di jalan menuju rumah sakit, Anda dapat membantu dengan kiat-kiat berikut:

  • Pindahkan mereka ke tempat yang sejuk.
  • Baringkan mereka.
  • Bimbing mereka untuk minum. Air putih dan sports drink dapat membantu. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Dinginkan kulit mereka, bisa dengan mengipas atau menyipratkan air dingin. Meletakkan kompres dingin di sekitar ketiak atau leher juga bisa dilakukan.
  • Tetap dampingi mereka.

Untuk mencegah terjadinya heatstroke, menjaga diri tetap sejuk dan terhidrasi sangatlah penting. Berikut cara-cara sederhana yang dapat membuat Anda terhindar dari heatstroke:

  • Gunakan pakaian yang longgar dan tidak terlalu tebal.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Menjaga pola makan dengan konsumsi asupan bergizi seimbang.
  • Jangan meninggalkan orang di dalam mobil. Tindakan ini merupakan penyebab utama heatstroke pada anak-anak. Bahkan jika jendela sedikit terbuka, ini tetap tidak aman.
  • Berhati-hatilah jika hendak beraktivitas pada siang hari, terutama pada pukul 11 dan 3 siang. Cukupi kebutuhan cairan dan istirahatlah jika merasa lelah. Bawa juga topi dan gunakan tabir surya.

Bagi Anda yang hendak bepergian ke daerah yang suhu udaranya sedang tinggi, harus lebih waspada terhadap heatstroke ini. Lakukan langkah-langkah pencegahan dengan baik, seperti yang telah dijelaskan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar