Sukses

Benarkah Orang Baik Tak Selalu Bahagia?

Orang baik dengan senyum dan tingkah yang sopan, tidak jadi penentu atas kebahagiaan dalam diri. Ingin tahu mengapa? Ini alasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda merasa sebagai orang baik? Tentu, hampir semuanya ingin menjadi pribadi yang bertindak baik dan positif. Kebaikan Anda tersebut tak cuma bermanfaat bagi orang lain, tapi juga diri sendiri. Namun, tahukah Anda bahwa orang baik tidak selalu bahagia dalam menjalani hidup? Ya, hal tersebut memang fakta yang terjadi saat ini.

Pakar kejiwaan menyebutkan bahwa orang yang bertingkah baik tak selalu bahagia sepanjang waktu. Dilansir dari Psychology Today dan Liputan6.com, berikut alasan yang mendasari hal tersebut:

● Menahan perasaan

Orang baik terbiasa menahan emosi negatif, dan bertindak di luar batas jika emosi itu “meledak”. Ini saat mereka sudah sadar, biasanya mereka akan merasa sangat bersalah hingga meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Namun, saat mendapatkan tekanan besar hingga membuat stres, mereka akan mengulangi hal tersebut.

● Emosi tidak stabil

Orang baik sering menahan segala emosi negatif dari lingkungan dan disimpan secara pribadi. Namun, secara alami, emosi negatif tersebut meningkat dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang baik sering mengalamai depresi, kecemasan, dan kecanduan. Hal inilah yang kemudian menjadi cobaan bagi orang baik dalam menjalani kehidupan.

● Sering menanggung beban

Saat akan melakukan diskusi untuk mendapatkan kesepatakan, orang yang baik biasanya tidak akan mengatakan apa yang diinginkannya pada awal pembicaraan. Sehingga, mereka terbiasa menimbang-nimbang keinginannya karena takut menyusahkan orang lain.

Pada akhirnya, mereka yang lebih banyak menanggung beban tidak pernah benar-benar mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal itu dikarenakan sifat mereka yang selalu ingin mengalah dan tidak ingin menyusahkan orang lain.

● Merasa bosan

Saat orang yang baik menjalani hubungan dengan seseorang, biasanya hubungan tersebut tidak akan begitu dekat dan dalam. Orang baik hati terbiasa menutupi perasaannya, tidak jujur, dan kurang intim secara emosional. Hal itu dapat membuat hubungan menjadi dangkal dan membosankan.

● Sering menyalahkan diri sendiri

Orang baik terbiasa menyalahkan diri sendiri atas suatu hal yang mungkin saja bukan karena kesalahannya. Mereka akan berusaha keras untuk melakukan yang terbaik, sehingga tidak akan membuat kekacauan.

Di balik tindakannya itu, mereka selalu berpikir bahwa apa yang dilakukan tidak pernah cukup baik. Mereka selalu merasa ada kesalahan yang disebabkan oleh dirinya.

Bagaimana agar terus bahagia?

Jangan sampai lupa bahagia! Bagi siapa pun, ada beberapa cara yang dapat diwujudkan untuk menciptakan hal tersebut.

● Berada di lingkup orang bahagia

Yakinlah bahwa suatu saat nanti kebahagiaan yang ada di sekitar juga dapat membuat diri Anda ikut merasa bahagia. Anda bisa memberikan sesuatu kembali kepada orang-orang di sekitar dengan menunjukkan kehangatan. Ini juga bikin bahagia, lho!

● Take and give

Bangun hubungan emosional Anda dengan kata-kata dan tindakan yang baik. Bersikap hati-hati, dan berbaik hati dengan kritik atau tanggapan dari orang lain. Biarkan orang tahu bahwa Anda menghargai apa yang mereka lakukan.

● Temukan kebahagiaan Anda sendiri

Temukan suatu hal, hobi, tindakan, atau apa pun yang membuat Anda bahagia secara lahir dan batin. Cobalah untuk menjauhkan segala pikiran negatif dari dalam diri.

“Bagaimana pun juga, setiap individu adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk kebahagiaan diri sendiri,” kata dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Orang baik memang tidak selalu bahagia. Namun, bukan berarti Anda harus berhenti menjadi orang baik. Tetaplah berlaku baik untuk semua orang, dan cobalah untuk menemukan kebahagiaan di wajah mereka yang sudah Anda perlakukan dengan sebaik mungkin.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar