Sukses

Tanda Gangguan Pencernaan Bukan Hanya Sakit Perut

Memang, sakit perut merupakan tanda khas gangguan pencernaan. Namun, ada juga beberapa keluhan lain yang kerap disepelekan. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut identik dengan kondisi pencernaan yang bermasalah. Padahal, selain sakit perut sebetulnya ada banyak gejala dari gangguan pencernaan lain yang kerap tidak disadari atau dianggap sepele karena dianggap tidak berkaitan.

Coba cek, apakah Anda memiliki satu atau beberapa tanda-tanda yang disebutkan di bawah ini? Jika ya, bisa jadi diam-diam Anda memiliki gangguan pencernaan.

  1. Cegukan

Di masyarakat, cegukan dianggap normal. Bahkan ada banyak sekali mitos yang beredar tentang cegukan. Misalnya: cegukan dianggap sebagai tanda anak akan bertambah tinggi dan besar. Ada juga yang menganggap bahwa ada seseorang yang merindukan Anda, atau ada juga yang mengira bahwa cegukan timbul akibat minum minuman beralkohol. Faktanya, itu semua hanya mitos.

“Memang, pada sebagian besar kasus cegukan merupakan hal yang wajar terjadi akibat adanya rangsangan saraf di bawah paru. Namun, bila cegukan berlangsung selama lebih dari satu jam atau cegukan sangat sering terjadi berulang, maka ini saatnya Anda harus waspada karena bisa jadi pencernaan Anda bermasalah,” dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter menjelaskan.

Gangguan pencernaan yang sering ditandai dengan cegukan adalah penyakit refluks gastroesofageal atau GERD. Ini adalah penyakit yang ditandai oleh kelemahan otot di kerongkongan bagian bawah, sehingga menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan mulut. Selain GERD, cegukan yang sulit berhenti juga bisa menjadi pertanda kanker saluran pencernaan.

  1. Sering kentut

Kentut merupakan proses normal di dalam saluran pencernaan sebagai mekanisme tubuh dalam mengeluarkan udara yang terlalu banyak di saluran pencernaan. Namun, jika frekuensi kentut terlalu seringa tau disertai dengan bau yang sangat tidak sedap, hal ini bisa merupakan tanda infeksi saluran pencernaan.

Kembali dijelaskan oleh dr. Resthie, “Infeksi saluran cerna ini bisa disebabkan oleh bakteri atau parasit. Selain itu, jika kentut terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu, kentut bisa merupakan pertanda intoleransi makanan tertentu, dalam arti ada zat dalam makanan tersebut yang tidak mampu dicerna tubuh.”

  1. Sembelit

Keluhan sembelit ditandai dengan kondisi jarang buang air besar dan konsistensi feses yang sangat keras. Penyebab tersering sembelit adalah akibat gaya hidup seseorang, misalnya seperti kurang makan serat, kurang minum air putih, atau bisa juga karena terlalu banyak duduk. Meski demikian, dr. Resthie mengatakan bahwa sembelit juga bisa menjadi tanda adanya penyakit sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS).

“IBS merupakan gangguan pencernaan yang dicetuskan oleh stres. Penderitanya sering mengalami sembelit dan sakit secara berulang. Umumnya, setelah penderitanya berhasil buang air besar, sakit perutnya perlahan akan menghilang,”jelasnya.

Meskipun begitu, dr. Resthie juga turut mengingatkan jika sembelit terjadi pada orang tua, kemungkinan adanya kanker usus besar. “Apalagi jika sembelit disertai gejala penurunan berat badan dan bentuk feses kecil-kecil dan keras mirip kotoran kambing,” tambahnya.

Jika sembelit terjadi pada bayi, kemungkinan adanya penyakit hirschsprung, yaitu penyakit bawaan yang ditandai dengan gangguan saraf di usus.

  1. Feses berwarna hitam

Jangan anggap sepele jika feses yang keluar saat buang air besar berwarna hitam dengan konsistensi lembek atau encer. Kondisi ini menandakan bahwa ada perdarahan pada saluran pencernaan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, dan penanganan tenaga medis di rumah sakit.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna. Satu hal yang tersering adalah adanya luka di lambung, pecahnya pembuluh darah di kerongkongan akibat penyakit hati, atau tumor di saluran pencernaan.

  1. Mata kuning

Mata kuning menandakan terlalu banyaknya bilirubin (pigmen air empedu berwarna kuning kemerahan yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah oleh hati) di dalam darah.

“Bilirubin merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah, kemudian menjalani proses di hati dan saluran empedu. Bilirubin tersebut nantinya akan dialirkan ke usus dan dibuang bersama feses. Adanya mata kuning menunjukkan proses metabolisme bilirubin tidak berjalan baik. Penyebabnya bisa karena gangguan pada hati atau saluran empedu, yang merupakan bagian dari saluran pencernaan,” terang dr. Resthie.

Nah, selain sakit perut, jika Anda mengalami lima tanda-tanda di atas, bisa jadi pencernaan Anda bermasalah. Agar tidak memburuk atau berkepanjangan, lebih baik periksakan diri ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan pencernaan, serta penanganan yang tepat dan menyeluruh sesuai penyebabnya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar