Sukses

Perawatan Wajah dengan Metode Facial Selama Hamil, Amankah?

Setiap wanita ingin memiliki tampilan wajah yang sempurna, tak terkecuali saat hamil. Namun, apakah facial selama kehamilan aman dilakukan?

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan tak membatasi seorang wanita untuk selalu tampil sempurna. Bahkan, tak sedikit ibu-ibu yang ingin melakukan perawatan kulit wajah dengan metode facial kala dirinya sedang hamil. Apakah Anda salah satunya?

Tidak dimungkiri, perawatan tubuh selama kehamilan tentu harus terus dilakukan agar kesehatan kulit termasuk wajah tetap terjaga. Namun sebelum itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal agar perawatan kulit yang dilakukan tidak mempengaruhi kondisi kehamilan.

Perlu Anda tahu, kehamilan membuat hormon di dalam tubuh wanita mengalami perubahan. Hal ini membuat kondisi tubuh (termasuk kulit) menjadi lebih sensitif, sehingga perawatan yang tidak tepat dapat mengarah pada hal yang tidak diharapkan.

Meski demikian, bukan berarti Anda dilarang untuk melakukan facial selama kehamilan. Anda tetap boleh melakukannya, dengan syarat:

1. Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu

Sebelum pergi ke klinik kecantikan untuk melakukan facial, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Ini bertujuan agar dokter dapat memantau kondisi kesehatan Anda secara mendalam, agar aman atau tidaknya tindakan facial yang hendak dilakukan bisa diketahui sedini mungkin.

2. Pilih tempat facial yang berpengalaman

Jangan ragu untuk menggali segala informasi terkait tempat facial yang berpengalaman, khususnya dalam mengatasi masalah kulit wajah pada wanita hamil. Hindari memilih sembarangan klinik kecantikan atau salon, agar hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi kemudian.

3. Hindari metode facial elektromagnetik

Hindari memilih metode facial yang menggunakan alat atau benda yang mengandung elektromagnetik dan laser. Alat atau benda yang demikian bisa memengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Sebagai gantinya, pilihlah metode facial dengan cara sederhana, misalnya pembersihan komedo menggunakan alat ekstraksi biasa, yang tidak menggunakan unsur elektromagnetik maupun laser.

4. Pastikan produk facial tidak mengandung zat kimia berbahaya

Saat berkunjung ke klinik kecantikan langganan, pastikan produk facial yang hendak dioleskan ke wajah Anda tidak mengandung zat kimia berbahaya seperti hidroquinon, asam salisilat, dan retinoid.

Hidroquinon yang digunakan selama kehamilan dapat memengaruhi enzim di dalam tubuh dan menahan aliran bahan-bahan alami yang dibutuhkan oleh janin. Asam salisilat pada ibu hamil sangat dilarang, karena dapat menyebabkan cacat dan komplikasi janin jika digunakan dalam dosis yang tinggi. Sedangkan penggunaan retinoid saat hamil, terutama dalam bentuk tablet dapat menyebabkan gangguan cacat ketika lahir.

5. Pilih prosedur facial yang lembut

Minta pada terapis untuk melakukan perawatan facial lebih kepada relaksasi, agar dapat membantu melancarkan peredaran darah dan membuat nyaman serta memberikan ketenangan pada ibu maupun janin dalam perutnya.

Jika Anda merasakan kesakitan selama facial, mintalah terapis untuk segera menghentikan prosedur yang dilakukan. Hal ini untuk mencegah rasa sakit berlebihan, yang nantinya dapat memicu terjadinya kontraksi.

1 dari 2 halaman

Lengkapi dengan ini

Selain facial, Anda juga perlu melakukan perawatan wajah sendiri di rumah. Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan tabir surya khusus kehamilan yang mengandung SPF 30 saat hendak melakukan aktivitas di luar rumah. Di samping itu, gunakan juga pelembap alami seperti vitamin E, kelapa, atau jojoba.

Jika perawatan wajah dari luar sudah dilakukan, perawatan wajah dari dalam juga perlu diterapkan. Untuk ini, Anda perlu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Jangan lupa untuk menyertakan sayur maupun buah dalam menu sehari-hari. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum setidaknya 8 gelas air putih setiap hari.

Jika selama kehamilan Anda memiliki masalah kulit seperti jerawat atau flek hitam, jangan ragu untuk untuk berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Hal ini bertujuan agar masalah kulit Anda bisa teratasi dengan cara yang benar-benar aman bagi keselamatan ibu maupun janin. Hal ini juga berlaku jika Anda hendak menggunakan produk perawatan kulit atau obat-obatan tertentu.

Kesimpulannya, facial selama hamil memang tak ada salahnya. Namun, terdapat banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum benar-benar melakukannya. Jangan abai, karena apa yang dilakukan ibu selama kehamilan bisa memberikan dampak tersendiri bagi janin yang ada di dalam kandungannya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar