Sukses

Waspadai Tanda-Tanda Kanker Nasofaring Sejak Dini

Gejala kanker nasofaring sering tidak khas sehingga sulit dideteksi awam. Namun, ada beberapa gejala yang patut Anda waspadai. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Kanker nasofaring mungkin terdengar asing jika dibandingkan dengan jenis kanker lainnya seperti kanker paru, kulit, ataupun payudara. Gejalanya pun sering kali tidak khas sehingga sulit bagi orang awam untuk menyadarinya. Namun siapa sangka, ternyata kanker nasofaring merupakan salah satu kanker terbanyak di Indonesia dan sering dialami usia produktif. Salah satu contoh adalah aktor ternama Korea berusia muda, Kim Woo Bin, yang terdiagnosis kanker nasofaring pada tahun 2017 lalu.

Di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta saja ditemukan lebih dari 100 kasus kanker nasofaring per tahunnya. Prevalensi kanker nasofaring di Indonesia adalah 6,2 per 100.000, dengan sekitar 13.000 kasus baru. Angka tersebut bisa saja lebih besar karena masih banyak kasus lain yang tidak tercatat.

Mengenali gejala kanker nasofaring bisa menyulitkan karena gejala yang muncul mirip dengan kondisi lain. Bahkan, banyak pasien kanker ini yang dulunya tidak mengalami gejala apa pun sehingga ketika terdeteksi mereka sudah dalam stadium lanjut.

Gejala kanker nasofaring

Meski ada hambatan dalam mendeteksi kanker nasofaring lewat gejala-gejala yang ditimbulkan, ada empat macam gejala yang kemunculannya perlu Anda waspadai.

  1. Gejala nasofaring

Mimisan merupakan sebuah kondisi yang umum dialami. Namun, jika Anda sering mengalami mimisan dalam jumlah banyak, ada baiknya memeriksakan diri karena bisa saja ini tanda awal kanker nasofaring. Area nasofaring terletak di atas tenggorok dan di bawah hidung, sehingga orang yang mengalami kanker ini dapat merasakan keluhan mimisan ringan ataupun sumbatan hidung.

  1. Gejala telinga

Lokasi asal tumor berdekatan dengan muara tuba eustachius (saluran yang menghubungkan antara telinga tengah dengan nasofaring) sehingga gejala yang sering muncul saat awal ialah gejala telinga seperti tinitus (telinga berdenging), telinga terasa penuh, hingga nyeri telinga. Keluhan ini terutama dirasakan pada satu sisi telinga.

  1. Gejala mata dan saraf

Nasofaring lokasinya berhubungan dengan rongga tengkorak sehingga bisa menimbulkan keluhan pada mata dan saraf seperti pandangan ganda (diplopia), pandangan kabur ataupun rasa nyeri dan baal di wajah. Sakit kepala juga merupakan keluhan yang sering. Gejala lain ialah kesulitan membuka mulut.

  1. Gejala leher

Sekitar 3 dari 4 orang yang mengalami kanker nasofaring mengeluhkan adanya benjolan di leher saat pertama kali bertemu dokter. Benjolan biasanya tidak keras dan tidak terasa nyeri. Adanya benjolan di leher menunjukkan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di leher. Kelenjar getah bening merupakan sebuah organ yang terkait dengan sistem imun dan terdapat di seluruh tubuh. Normalnya, benjolan berukuran kecil, lebih kecil dari kacang polong.

Penyebab gejala-gejala tersebut memang belum tentu disebabkan oleh kanker nasofaring, tapi tak ada salahnya untuk menjalani pemeriksaan karena jika Anda terdiagnosis, maka kanker dapat diatasi sejak dini. Sering kali pasien berobat ke dokter mata atau ke dokter saraf terlebih dahulu karena keluhan yang dirasakan ialah pandangan ganda atau nyeri di wajah.

Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter spesialis telinga, hidung, tenggorok (THT), terutama jika gejala tidak membaik setelah beberapa minggu. Semakin cepat terdeteksi, semakin baik pula angka kelangsungan hidup pasien kanker nasofaring.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar