Sukses

Kenali 6 Dampak Heroin bagi Kesehatan

Penyanyi Demi Lovato ditemukan tak sadarkan diri di kediamannya diduga akibat overdosis heroin. Lalu apa saja dampak heroin bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Demi Lovato ditemukan tidak sadarkan diri di kediamannya di Hollywood pada hari Selasa, 24 Juli 2018 waktu setempat. Penyebabnya diduga karena overdosis heroin. Setelah sebelumnya sudah berhasil terbebas dari jerat narkoba, penyanyi berusia 25 tahun ini dikabarkan kembali mengonsumsi narkotika dan alkohol. Kodisinya tersebut bahkan sempat diakuinya di depan publik dan dituangkan dalam lagu bertajuk “Sober”.

Kasus Demi Lovato tersebut menambah daftar selebriti yang terjerumus dalam ketergantungan terhadap narkotika. Bukan hanya di luar negeri, di Indonesia pun demikian. Data dari Badan Narkotika Nasional menyebutkan ada 6,4 juta pecandu narkoba di Indonesia dan 27% diantaranya adalah pelajar. Dari segi medis, apa saja sebenarnya dampak penggunaan heroin bagi tubuh?

Apa itu overdosis heroin?

Heroin atau diamorfin adalah zat yang termasuk dalam golongan opioid. Opioid adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi nyeri hebat. Yang termasuk dalam golongan opioid, selain heroin, adalah kodein, metadon, dan morfin.

Umumnya, dokter akan memberikan opiod pada pasien yang mengalami nyeri akibat kanker (cancer pain). Namun, karena beberapa efeknya, opioid – khususnya heroin – sering disalahgunakan dan akibatnya bisa menyebabkan ketergantungan.

Saat seseorang mengonsumsi heroin atau zat opioid lainnya, ia akan mengalami rasa nyaman, pernapasan lebih teratur, dan merasa lebih santai. Ketika ia mengonsumsi heroin pada waktu berikutnya, ia memerlukan jumlah yang lebih banyak untuk mencapai efek yang diinginkan. Semakin lama dosis heroin yang dikonsumsi akan semakin tinggi. Apabila seseorang mengonsumsi heroin dalam jumlah banyak dalam satu waktu maka ia akan mengalami intoksikasi atau overdosis, seperti yang dialami Demi Lovato. Alih-alih mendapat efek yang diharapkan, penggunanya justru akan mengalami berbagai keluhan seperti tekanan darah turun, lemas, mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran.

1 dari 2 halaman

Dampak heroin bagi kesehatan

Sebagian orang mungkin berpikir, dampak buruk heroin akan terjadi bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Namun, faktanya, konsumsi heroin menimbulkan sejumlah efek bagi tubuh. Beberapa diantaranya adalah:

1. Dampak jangka pendek. Pengguna bisa mengalami mulut kering, anggota tubuh terasa berat dan sulit digerakkan. Selain itu cenderung merasa mengantuk, mengalami gangguan mental singkat, mual, kulit terasa gatal, pernapasan cenderung lebih lambat, hingga konstipasi. Beberapa efek ini terjadi beberapa saat hingga beberapa hari setelah mengonsumsi heroin.

2. Kekebalan tubuh menurun. Konsumsi heroin jangka panjang, meskipun dalam dosis yang kecil, dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan membuat penggunanya lebih mudah mengalami infeksi dan terserang penyakit lainnya.

3. Gangguan hati. Setelah masuk dalam tubuh, heroin akan mengalami metabolisme di hati. Bila ini terjadi dalam waktu lama, maka hati akan bekerja keras sehingga berpotensi menjadi rusak. Tidak jarang pecandu heroin mengalami gangguan hati bahkan gagal hati dikemudian hari.

4. Masalah pencernaan. Salah satu efek dari penggunaan heroin adalah konstipasi. Konstipasi dapat terjadi sesaat setelah mengonsumsi heroin dan setelah beberapa bulan kemudian. Gerakan usus akan cenderung lebih lambat akibat heroin. Akibatnya, feses akan banyak tertimbun di dalam usus dan terjadi konstipasi.

5. Gangguan hormon. Heroin bekerja pada sistem saraf pusat dan tak jarang memengaruhi pengaturan hormon. Bila dikonsumsi jangka panjang, heroin dapat menyebabkan penurunan hormon seksual sehingga penggunanya akan kurang bergairah secara seksual, tidak subur (infertilitas), menstruasi tidak teratur

6. Gangguan saraf. Apabila dikonsumsi jangka pendek, heroin memang menyebabkan penggunanya lebih tahan terhadap sakit karena memang fungsi awalnya adalah penghilang nyeri. Namun, bila digunakan jangka panjang, heroin justru dapat menyebabkan gangguan saraf sehingga pecandunya akan lebih sensitif terhadap nyeri. Rangsangan sedikit saja pada kulit yang biasanya tidak menimbulkan nyeri, akan terasa sangat menyakitkan untuk pecandu heroin.

Kini Anda sudah memahami beragam dampak buruk yang bisa terjadi pada tubuh Anda setelah mengonsumsi heroin. Tindakan mengonsumsi heroin tanpa indikasi medis yang jelas bukanlah hal yang bijaksana untuk Anda lakukan. Jika Anda sangat terpaksa menggunakannya, pastikan Anda berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat ini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar