Sukses

Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Kekurangan Oksigen

Saat tubuh kekurangan oksigen, metabolisme akan menurun sehingga terancam berbagai gangguan kesehatan. Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mengalami kekurangan oksigen? Hati-hati, bisa jadi kondisi tersebut adalah tanda-tanda Anda terkena hipoksia. Mengingat seluruh organ dalam tubuh memerlukan oksigen untuk menjalankan tugasnya, hipoksia sangat berbahaya bagi tubuh.

Dampak kekurangan oksigen

Hipoksia adalah rendahnya tingkat oksigen di jaringan tubuh. Dalam kondisi tersebut  darah tidak mampu membawa cukup oksigen ke setiap jaringan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Tanpa oksigen, organ-organ penting seperti otak dan hati dapat mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit. Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

“Meskipun gejala yang timbul dapat berbeda-beda, namun pada umumnya, tanda yang ditimbulkan saat tubuh kekurangan oksigen adalah perubahan pada kulit yang makin terlihat pucat, kemerahan, hingga kebiruan,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Karin turut menjelaskan bahwa penderita yang mengalami kekurangan oksigen dapat mengalami jantung berdebar-debar, batuk-batuk, dan sesak napas. Tak sampai di situ, bahkan napas penderita dapat terengah-engah hingga produksi keringat berlebih.

Dilansir dari WebMD, kondisi tanpa oksigen dalam hitungan menit saja bisa amat membahayakan. Pasalnya, organ tubuh seperti otak, hati, dan organ lain dapat rusak saat gejala hipoksia mulai terasa.

Saat kekurangan oksigen yang dialami sudah lebih parah, penderita dapat mengalami penurunan kesadaran. Jika berlangsung terus tanpa pengobatan, kerusakan pun organ dapat terjadi, terutama pada bagian otak. Parahnya lagi, kekurangan oksigen bahkan dapat mengakibatkan kematian.

1 dari 3 halaman

Penyebab hipoksia atau kekurangan oksigen

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami hipoksia. Berikut ini adalah di antaranya:

  1. Asma

Serangan asma yang parah dapat menyebabkan hipoksia pada orang dewasa dan anak-anak. Hal ini terjadi karena selama serangan, saluran udara akan menyempit, sehingga udara sulit masuk ke organ paru.

  1. Trauma

Hipoksia juga bisa terjadi akibat kerusakan paru-paru karena trauma. Sebab, pasca terjadinya trauma organ paru tidak dapat menjalankan tugas sesuai fungsinya.

  1. Gangguan pernapasan

Berbagai jenis gangguan pernapasan seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), emfisema, bronkitis, pneumonia, dan edema paru (cairan di paru-paru) dapat menghambat penyaluran oksigen di dalam tubuh, hingga membuat Anda kekurangan oksigen.

  1. Konsumsi obat penahan rasa sakit

Hati-hati, obat penahan rasa sakit dengan dosis kuat dan obat-obatan lainya dapat menahan kerja sistem pernapasan.

  1. Gangguan pada jantung dan anemia

Masalah jantung ternyata bisa memicu Anda mengalami kekurangan oksigen. Selain itu, pada penderita anemia, sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen jumlahnya berkurang, hingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.

  1. Keracunan

Keracunan sianida atau bahan kimia lain yang digunakan untuk membuat plastik dan produk lainnya juga berbahaya dan dapat memicu Anda mengalami kekurangan oksigen.

2 dari 3 halaman

Tips mengatasi kekurangan oksigen

Ketika seseorang mengalami kekurangan oksigen, pertolongan pertama yang perlu dilakukan adalah memasang alat bantu pernapasan yang dimasukkan ke lubang hidung atau mulut. Bagi banyak orang, upaya tersebut cukup untuk mengembalikan kadar oksigen menjadi normal.

Obat inhaler atau pereda asma yang diberikan melalui mulut dapat membuat pernapasan lebih mudah. Jika cara ini tidak membantu, dokter biasanya akan memberikan infus melalui pembuluh darah di tangan. Beberapa kasus hipoksia mungkin membutuhkan obat steroid dalam waktu singkat untuk mengurangi risiko peradangan pada paru.

“Jika kondisi yang lebih buruk terjadi, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Hal ini dikarenakan penderita hipoksia terkadang memerlukan peralatan canggih untuk membantu pernapasannya,” kata dr. Karin.

Berbagai kondisi di atas dapat terjadi saat Anda mengalami kekurangan oksigen. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami kondisi tersebut, segera periksakan ke dokter agar dapat segera ditangani. Semakin cepat tertangani,  semakin cepat pula Anda terhindar dari gangguan kesehatan yang muncul akibat hipoksia.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar