Sukses

Cegah Penyakit Genetik dengan Diet yang Tepat

Anda berisiko mengalami penyakit genetik? Cegah dengan diet yang tepat!

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang memilih tipe diet tertentu karena dapat menurunkan berat badan dengan waktu yang singkat atau cara yang mudah. Tapi ternyata, selain dapat menurunkan berat badan, Anda juga bisa menghindari penyakit genetik atau penyakit turunan dengan menjalani diet yang tepat.

Penyakit Genetik

Penyakit genetik merupakan hasil mutasi gen di dalam tubuh dan biasanya mempengaruhi berbagai sistem kerja tubuh. Masalahnya, kebanyakan tidak dapat disembuhkan.

Selain itu, penyakit genetik juga diturunkan dari orang tua pada anak-anaknya kelak. Contoh penyakit genetik adalah penyakit diabetes, hipertensi, jantung, kanker, dan masih banyak penyakit lain.

Tapi jangan langsung panik. Sebab, meskipun seseorang memang lebih berisiko terhadap penyakit genetik ketika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut, hal ini bisa diminimalkan.

Dalam hal ini, gaya hidup berperan penting terhadap perkembangan penyakit genetik. Pola hidup yang salah –seperti asupan nutrisi yang tidak sehat dan jarang berolahraga, dapat memicu seseorang terkena penyakit genetik. Hal inilah yang perlu diperhatikan.

Diet Gen/ Diet DNA

Setiap orang dilahirkan dengan keunikan genetik masing-masing, yang menjadikannya berbeda antara satu dengan yang lain. Hal inilah yang mendorong berbagai penemuan ilmiah mengenai peran genetik dalam mengatur respons tubuh terhadap apa yang Anda makan sehari-hari.

Para ilmuwan mengemukakan bagaimana nutrisi atau diet dapat memengaruhi kondisi gen seseorang. Ya, kini diet yang tepat dapat mencegah berbagai penyakit genetik.

Diet genetik yang dimaksud adalah diet yang mengacu pada variasi genetik tertentu. Jadi, diet ini sifatnya sangat personal. Jenis diet yang sesuai dengan gen Anda dapat diketahui dengan melakukan tes nutrigenomik.

Tes genetik ini dilakukan dengan menggunakan air liur dari 45 Gen dalam 7 panel sebagai sampel, yang nantinya akan diperiksa di laboratorium khusus. Dari hasil pemeriksaan akan terlihat kecenderungan gen seseorang. Berdasarkan hal tersebut dapat diatur pola hidup yang tepat.

Pada studi yang diterbitkan di jurnal Nutrition, dilakukan skrining terhadap 24 varian gen yang berperan dalam metabolisme tubuh. Responden diminta melakukan pola diet sesuai dengan tes genetik yang sudah dilakukan.

Hasilnya, 73 persen responden yang mengikuti pola diet sesuai dengan tes genetik terbukti berhasil menurunkan berat badan dalam kurun waktu 300 hari. Sedangkan hanya 32 persen responden yang tidak berhasil menurunkan berat badan. Artinya, dari berbagai jenis diet yang tersedia, tidak semua cocok untuk dilakukan. Tes genetik dapat membantu menentukannya. 

Studi lain yang dilakukan di Inggris juga menemukan hal yang sama. Pada penelitian tersebut dilihat perbandingan antara diet ketogenik dan diet sesuai tes genetik.

Hasilnya adalah responden yang melakukan diet sesuai dengan tes genetik, berat badannya terus menurun dan stabil, bahkan hingga dua tahun kemudian. Sedangkan responden yang menjalani diet ketogenik, berat badannya kembali naik seperti semula.

Studi pada 191 responden dengan obesitas menunjukkan bahwa mereka yang menjalani diet sesuai genetik mengalami penurunan berat badan 33 persen lebih besar dibandingkan yang tidak.

Diet gen atau DNA ini juga menunjukkan penurunan nilai indeks massa tubuh sebanyak 1.8 poin, dibandingkan grup lain yang hanya 1.3 poin. Responden dengan diet gen juga memperoleh lebih banyak massa otot sekitar 6.1 persen, dibandingkan yang menjalani diet biasa sebanyak 5.3 persen.

Tidak hanya berat badan yang terlihat secara signifikan menurun dan stabil, namun berbagai penyakit genetik juga dapat Anda cegah dengan diet gen ini.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar