Sukses

Mengungkap Kemampuan Sparkling Water untuk Atasi Dehidrasi

Sparkling water bukan sekadar air biasa, karena mengandung beberapa zat yang dianggap efektif mengatasi dehidrasi. Bagaimana faktanya?

Klikdokter.com, Jakarta Sparkling water merupakan air minum dalam kemasan yang mengandung karbon dioksida. Tak heran, minuman jenis ini memiliki tampilan agak berbuih (berkarbonasi). Meski begitu, sparkling water tidak mengandung kalori dan gula, sehingga dianggap baik bagi kesehatan. Bahkan, beberapa orang meyakini bahwa minuman jenis ini dapat membantu mengatasi dehidrasi alias kekurangan cairan.

Dilansir dari CNN, sebuah penelitian menyatakan bahwa sparkling water dapat membantu mengatasi rasa lelah dan dehidrasi pada beberapa orang. Hal ini dihubungkan dengan kandungan karbon dioksida yang ada di dalam minuman tersebut.

Sparkling water lebih baik daripada minuman lain?

Lantas, apakah sparkling water bisa disebut lebih baik dibandingkan jenis minuman lain? Terkait hal ini, seorang profesor di School of Medicine di St. Andrews University di Skotlandia, Ronald Maughan, membandingkan efek penghilang dehidrasi pada berbagai macam jenis minuman, termasuk air putih, soda, susu, cola, jus, kopi dan sparkling water.

Berdasarkan penjelasan Maughan, air biasa dan air berkarbonasi memiliki bahan dasar yang sama. Bahkan secara teori, keduanya punya efek yang sama dalam mengatasi dehidrasi. Namun demikian, Maughan mengatakan bahwa kandungan karbonasi itu sendiri dapat memengaruhi keinginan seseorang untuk minum air.

"Beberapa orang merasakan efek seperti minum lebih banyak, sementara yang lain merasa kenyang dan kembung saat mengonsumsi minuman berkarbonasi," ungkap Maughan.

Lebih jauh, penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa minuman manis ringan atau minuman dengan elektrolit memberikan efek yang lebih baik dalam mengembalikan cairan tubuh ketimbang minuman berkarbonasi. Menurut Maughan, hal ini bisa terjadi karena minuman berkarbonasi dapat menyebabkan perut kembung sehingga keinginan untuk minum bisa berkurang.

“Air yang tidak berkarbonasi bisa menjadi pilihan yang lebih baik, bahkan untuk mereka yang baru sembuh dari operasi gastrointestinal atau untuk pasien yang merasa kenyang lebih cepat dari biasanya,” kata Maughan.

1 dari 2 halaman

Jenis air minum selain sparkling water

Berdasarkan penjelasan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, berikut adalah jenis-jenis air minum dalam kemasan selain sparkling water:

Purified water

Air minum jenis ini telah melalui beberapa proses, seperti distilasi, deionisasi atau metode penyaringan osmosis terbalik. Proses tersebut mampu menghilangkan bakteri dan bahan yang terlarut di dalam air, sehingga air menjadi murni. Biasanya, purified water diberi label “air minum yang dimurnikan”, “air minum osmosis terbalik” atau “air minum terdistilasi”.

Mineral water

Ini adalah jenis air minum dalam kemasan yang memiliki kandungan mineral, baik alami maupun buatan. Air jenis ini juga umumnya mengandung beberapa zat alami yang didapat langsung dari bebatuan sumber air tempatnya berasal.

Municipal atau tap water

Municipal atau tap water berasal dari keran yang terletak di rumah atau kantor. Air jenis ini hanya tersedia di beberapa negara di dunia. Indonesia tidak termasuk ke dalam salah satunya.

Dalam kondisi dehidrasi, Anda diharuskan untuk segera memenuhi kebutuhan cairan bagi tubuh. Bagi sebagian orang, minum sparkling water memang bisa memberikan manfaat untuk mengatasi dehidrasi. Namun di sisi lain, manfaat tersebut masih menuai keragu-raguan pada sebagaian golongan lainnya.   

[NB/ RVS]

1 Komentar