Sukses

Mitos vs Fakta tentang Kulit Dehidrasi

Kulit kering dan dehidrasi adalah salah satu masalah kulit yang dialami banyak orang. Cek mitos serta fakta tentang kulit dehidrasi di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mengalami kondisi kulit kering, kusam, bahkan sampai mengelupas? Jika ini terjadi, rasanya bantuan dengan make up pun tak bisa menolong karena tak akan bisa menempel dengan sempurna. Ini tandanya kulit Anda dehidrasi! Mengatasinya tak boleh sembarangan hanya berdasarkan mitos atau saran yang tak didukung fakta medis. Mari kupas tuntas mitos dan fakta tentang kulit dehidrasi.

Pertama-tama, Anda harus tahu bahwa tidak hanya pemilik kulit kering saja yang dapat mengalami kulit dehidrasi. Jenis kulit lainnya juga bisa mengalaminya, termasuk kulit yang berminyak sekalipun.

Berikut ini adalah beberapa mitos yang beredar seputar kulit dehidrasi yang perlu Anda ketahui fakta medisnya.

  1. Kulit dehidrasi sama dengan kulit kering

Kulit dehidrasi sering disamakan dengan kulit kering. Faktanya? Kulit kering merupakan salah satu jenis kulit yang dimiliki oleh seseorang. Jenis kulit ini biasanya kekurangan minyak alami yang seharusnya terdapat dalam lapisan kulit. Sementara itu, kulit dehidrasi adalah keadaan kulit ketika kulit mengalami kekurangan air.

Ada beberapa jenis kulit yang umumnya dimiliki setiap  orang, yakni kulit normal, kulit kering, kulit berminyak, dan kulit kombinasi. Dalam kulit terdapat kelenjar minyak yang memproduksi minyak alami untuk melembapkan kulit.

Pada orang yang memiliki kulit berminyak, kelenjar minyak tersebut memproduksi terlalu banyak minyak. Sebaliknya, pada mereka yang berkulit kering, kelenjar minyak tidak dapat memproduksi minyak yang cukup untuk melembapkan kulit.

Kulit kering umumnya dialami oleh mereka yang memiliki bakat alergi, eksem, psoriasis, atau pasca pengobatan jerawat. Selain itu, orang yang memiliki penyakit hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) juga dapat memiliki kulit kering.

Kulit dehidrasi adalah suatu keadaan yang dapat dialami oleh pemilik kulit jenis apa pun. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kandungan air dalam tubuh terutama kulit tidak mencukupi. Hal ini bisa terjadi akibat kurang minum, diare, terlalu banyak berkeringat, dan terlalu banyak buang air kecil (misalnya akibat konsumsi obat diuretik atau minuman yang mengandung kafein).

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Kulit berminyak tidak bisa mengalami dehidrasi

Tentu saja ini mitos! Kulit berminyak adalah jenis kulit yang kelebihan minyak karena produksi kelenjar minyak yang berlebihan. Sementara itu, kandungan air di dalam kulit berminyak bisa saja kurang. Hal ini sering kali terjadi akibat pengobatan jerawat.

Seperti yang telah Anda ketahui, pemilik jenis kulit berminyak cenderung lebih rentan berjerawat dibandingkan dengan pemilik kulit lainnya. Pengobatan jerawat rata-rata bekerja dengan cara mengeringkan jerawat.

Selain itu, kandungan sabun pencuci wajah, krim, serta obat jerawat rata-rata bersifat “keras” dan bersifat mengiritasi kulit, sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada barrier pelindung kulit. Akibatnya, kulit tidak bisa menahan air dengan baik, sehingga air pun menguap dan kulit mengalami kekurangan cairan.

  1. Kulit dehidrasi dapat diatasi hanya dengan pemakaian krim

Lagi-lagi, ini cuma mitos. Karena kulit dehidrasi kekurangan cairan, maka krim saja tidak cukup untuk mengatasinya. Anda harus melakukan perubahan gaya hidup untuk mengatasi kulit yang dehidrasi. Mencukupi kebutuhan cairan adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan.

Tips mengatasi kulit dehidrasi

Minumlah air setidaknya delapan gelas setiap hari. Namun, apabila berat badan Anda lebih dari 60 kilogram, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter mengenai kebutuhan cairan Anda dalam sehari. Apabila kebutuhan cairan tubuh tercukupi, maka kebutuhan cairan di kulit juga akan terpenuhi.

Selain itu, konsumsilah sayur dan buah dalam porsi yang cukup. Ini karena sayur dan buah mengandung air, vitamin, dan mineral yang baik untuk kulit Anda. Kurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein tinggi seperti kopi dan soda, yang dapat meningkatkan volume urine. Ingat, terlalu banyak buang air kecil dapat menurunkan kadar air dalam tubuh.

Anda juga disarankan untuk berhenti merokok, tidur cukup (setidaknya 6-8 jam setiap malam), dan rutin berolahraga. Lakukan olahraga aerobik seperti jalan kaki, lari, bersepeda, berenang, dan menari selama 150 menit dalam seminggu (3-5 kali dalam seminggu), yang tiap sesi sekitar 30-60 menit. Optimalkan dengan penggunaan pelembap yang mengandung asam hialuronat untuk membantu mengatasi kulit dehidrasi.

Dengan terjawabnya mitos vs fakta seputar kulit dehidrasi, semoga Anda bisa mengatasinya dengan cara yang tepat. Selain dengan melakukan saran-saran di atas, sebaiknya Anda menemui dokter spesialis kulit agar masalah kulit dehidrasi yang Anda alami dapat diatasi dengan tepat. Selamat mencoba!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar