Sukses

Yuk, Menghibur Anak Penderita Leukemia agar Tidak Stres

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan saat menjenguk anak penderita leukemia, agar ia terhindar dari stres karena proses pengobatan.

Klikdokter.com, Jakarta Serangkaian proses pengobatan pasien leukemia yang memakan waktu lama terkadang membuat anak yang menderita kanker darah menjadi bosan dan tidak bersemangat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat anak stres hingga berujung depresi. Oleh sebab itu, diperlukan trik khusus untuk menanganinya.

Ketika anak stres, ia bisa menjadi rewel, menangis dan menolak untuk melanjutkan pengobatan. Hal ini bisa membahayakan kondisi kesehatannya. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menghibur anak yang menderita leukemia.

1. Berkomunikasi seperti biasa

Biasanya ketika anak sakit, orang akan menganggap ia butuh istirahat lebih dan mengabaikannya dalam percakapan. Perubahan perlakuan terhadap anak tersebut akan menimbulkan kesedihan tersendiri. Anak akan merasa dijauhi atau kesepian. Tetaplah libatkan anak dalam obrolan, seperti hari-hari biasanya.

2. Ajak anak melakukan kegiatan menarik

Pastikan anak melakukan aktivitas fisik setiap hari, namun jangan sampai kelelahan. Ajak si Kecil untuk melakukan kegiatan yang ia sukai atau kegiatan baru yang menarik. Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, melakukan hal yang menarik akan membuat anak penderita kanker darah merasa sesehat anak-anak lainnya.

“Cara ini dapat membantu penderita terhindar dari risiko stres karena waktunya terisi dengan kegiatan yang seru. Karena biasanya, pasien kanker cenderung murung dan menyesali penyakit yang dideritanya,” ucapnya.

3. Ciptakan suasana menyenangkan

Buat anak merasa bahagia dengan melakukan hal-hal yang disukainya, seperti mendongeng atau memutarkan film animasi tokoh kartun kesukaannya. Anda juga bisa membawakan mainan kesukaannya dan ajak ia bermain bersama.

4. Dengarkan keluh kesahnya

Dewasa maupun anak-anak, penderita leukemia tentunya akan merasa bosan menjalani pengobatan. Simak bagaimana perasaannya selama menjalani pengobatan. Dengan menceritakan apa yang menjadi beban pikirannya, anak akan merasa lebih lega.

5. Atur waktu kunjungan untuk teman-temannya

Ketika dirawat di rumah sakit, tentunya anak merindukan momen bermain bersama teman-temannya. Buatlah janji dengan teman-teman si Kecil untuk datang berkunjung dan bermain bersama.

Berikan teman-teman si Kecil penjelasan seputar apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bermain di rumah sakit, dan tetap awasi selama mereka berinteraksi. Dengan mendapat kunjungan dari teman-teman bermainnya, anak tidak akan merasa ditinggalkan.

6. Bantu anak penuhi kebutuhannya

Penderita leukemia rentan stres ketika apa yang ia inginkan tidak dapat terealisasi. Jadi, bantu anak memenuhi keinginannya agar perasaannya gembira dan suasana hatinya dalam kondisi tenang. Selain itu, berikan anak bantuan yang spesifik, seperti menyuapinya saat waktu makan tiba.

7. Pastikan anak cukup tidur

Waktu tidur yang cukup dapat menyeimbangkan kesehatan mental anak, sehingga dapat membantu mengurangi stres. Imbangi istirahat yang cukup dengan konsumsi makanan sehat dan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang menyengkan.

Mendampingi anak yang menderita leukemia atau kanker darah memang tak mudah. Perlu sikap yang tulus untuk bisa menghiburnya agar tidak stres dan anak tetap dalam mood yang baik. Cara-cara di atas akan membantu Anda menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak, meski harus menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar