Sukses

Tips Mencegah Leukemia pada Anak

Leukemia banyak terjadi pada anak-anak. Apa yang bisa dilakukan agar anak terhindar dari penyakit ini? Simak penjelasannya berikut ini!

Klikdokter.com, Jakarta Leukemia atau biasa dikenal dengan kanker darah, merupakan kanker yang menyerang sel-sel darah putih (leukosit) dalam tubuh. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, kasus leukemia di Indonesia meliputi ¾ dari seluruh kasus kanker pada anak.

Kenali penyebab kanker darah

Pada penderita leukemia, sumsum tulang akan memproduksi  sel-sel darah putih secara abnormal. Penyebab dari kondisi ini belum dapat diketahui secara pasti. Namun, beberapa hal dipercaya sebagai faktor yang berpengaruh dalam terjadinya leukemia, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.

Kelainan genetik diturunkan oleh orang tua atau karena adanya riwayat kanker pada keluarga. Kemudian, faktor lingkungan seperti paparan polusi udara, radiasi, hingga zat kimia juga dipercaya memengaruhi terjadinya leukemia pada anak.

Di sisi lain, pengetahuan mengenai pengaruh faktor lingkungan terhadap kejadian leukemia pada anak masih belum menyeluruh. Sehingga, orang juga masih belum terlalu waspada.

Jenis-jenis leukemia

Berdasarkan durasi terjadinya, leukemia dibagi menjadi akut dan kronis. Sedangkan berdasarkan jenis sel leukosit yang terlibat, leukemia dibedakan menjadi limfositik atau mielogen. Pada anak, leukemia yang paling banyak ditemukan adalah jenis limfositik akut.

Di Indonesia, angka kelangsungan hidup anak yang mengalami leukemia limfositik akut sebesar 70-80 persen. Perkembangan leukemia jenis ini dapat berjalan cepat, sehingga harus segera ditangani dengan terapi. Sementara itu, kasus leukemia kronis lebih sering ditemukan pada orang dewasa.

 

1 dari 2 halaman

Bahaya yang akan terjadi pada anak

Pada penderita leukemia, sel darah putih yang tumbuh berjalan secara abnormal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal, sel darah putih memiliki peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh, termasuk infeksi. Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat penderita rentan terkena penyakit.

Pada anak, biasanya leukemia baru dapat diketahui ketika gejala muncul, seperti kelelahan (fatigue), kelemahan, pusing, sakit kepala, sesak napas, kulit pucat, mudah terkena berbagai infeksi, demam, mudah memar atau berdarah, mudah mimisan, gusi rentan berdarah, nyeri pada sendi atau tulang, hingga pembengkakan di perut.

Sayangnya, belum ada upaya pencegahan yang efektif agar terhindar dari leukemia. Bahkan, kebanyakan anak yang mengalami leukemia tidak memiliki faktor risiko sebelumnya.

Pengobatan yang dilakukan

Beberapa kasus leukemia ditangani dengan menggunakan metode pemberian radiasi dan kemoterapi, atau pun penggunaan obat khusus pada tindakan tranplantasi organ. Keberhasilan pengobatan leukemia tergantung dari jenis leukemia dan faktor risiko yang mungkin ada pada anak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap orang tua untuk lebih peka dalam mengetahui kondisi anak yang mungkin berpengaruh pada timbulnya leukemia.

Sangat penting untuk melakukan deteksi dini leukemia atau kanker darah pada anak. Anda dapat melakukannya dengan mengenali gejala-gejala dari leukemia di atas. Jika terdapat kecurigaan anak Anda memiliki kemungkinan mengalami leukemia, segera periksakan anak Anda ke dokter untuk penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar