Sukses

Atasi Luka Bakar Akibat Sinar Matahari

Paparan sinar matahari ke kulit bisa menyebabkan luka bakar. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi luka bakar karena matahari.

Pernahkah Anda mengalami keluhan kulit terasa nyeri, tegang, dan berwarna kemerahan setelah beraktivitas di bawah sinar matahari? Bila ya, kemungkinan besar saat itu Anda mengalami luka bakar karena matahari.

Luka bakar terbentuk akibat paparan suhu panas terhadap kulit. Dalam kehidupan sehari-hari, keluhan tersebut biasanya terjadi akibat paparan api atau air panas.

Selain itu, paparan sinar matahari yang terlalu lama juga dapat menyebabkan luka bakar alias sunburn. Kondisi ini digolongkan sebagai luka bakar dangkal alias superfisial.

Artikel Lainnya: Mengenal Manfaat Daun Binahong untuk Luka Bakar

Luka bakar akibat paparan sinar matahari memang bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi, pada beberapa kasus, penyembuhan bisa memakan waktu yang cukup lama.

Apabila merasa tidak nyaman dengan luka bakar tersebut, Anda bisa mengobatinya agar penyembuhan berlangsung lebih cepat.

Berikut beberapa poin penting terkait cara mengobati luka bakar karena sinar matahari:

1 dari 5 halaman

1. Cari Air yang Sejuk

Sunburn sebenarnya adalah efek peradangan pada kulit. Oleh karena itu, Anda dapat menguranginya dengan memaparkan air yang sejuk.

Misalnya, ketika sedang berjemur di pantai dengan cuaca panas dan terik, Anda bisa berendam di pantai untuk meringankan sunburn. Mengobati luka bakar yang disebabkan paparan matahari juga bisa dilakukan dengan cara ini, lho!

Anda pun dapat berendam atau mandi dengan air yang sejuk atau melakukan kompres di bagian yang terluka. Namun, hindari penggunaan es batu, karena perubahan suhu yang ekstrem justru dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit yang terbakar matahari.

2. Andalkan Aloe Vera

Lidah buaya atau aloe vera merupakan tanaman yang diketahui memiliki banyak manfaat untuk kulit, termasuk mengatasi sunburn.

Selain memiliki efek menyejukkan, aloe vera juga dapat digunakan sebagai pelembap dan ‘salep’ antiradang. Inilah yang menjadikan bahan alami tersebut banyak diandalkan orang-orang untuk mengatasi luka bakar akibat sengatan sinar matahari.

3. Kompres Cuka Apel

Terdapat beberapa macam terapi alami yang dapat meringankan nyeri akibat luka bakar, salah satunya menggunakan cuka apel.

Caranya, campurkan cuka apel dengan air dingin, lalu rendam kain berbahan lembut ke dalamnya. Setelahnya, oleskan ke kulit yang mengalami luka bakar secara perlahan.

Ingat, penggunaan cuka apel hanya disarankan untuk kulit bebas abrasi. Penggunaan bahan alami ini tidak disarankan untuk luka terbuka atau keretakan, karena cuka apel bisa ‘membakar’ dan mengiritasi kulit.

2 dari 5 halaman

4. Minum Air Putih Lebih Banyak

Ketika kulit mengalami sunburn, itu artinya tubuh Anda berada dalam kondisi kurang cairan.

Pada dasarnya, luka bakar tersebut akan mengeluarkan cairan dari kulit dan bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda minum lebih banyak air putih agar terhindar dari risiko dehidrasi.

Artikel Lainnya: Macam-macam Terapi Luka di Kulit yang Bisa Anda Pilih

5. Gunakan Pelembap

Sunburn sering menyebabkan kulit kering dan mengelupas. Perburukan akibat hal tersebut bisa dicegah dengan mengaplikasikan pelembap secara rutin.

Kelembapan kulit yang terjaga juga membuat penyembuhan lebih cepat. Salah satu pelembap alami yang bisa Anda andalkan adalah minyak kelapa.

6. Kenakan Pakaian Longgar

Hindari menggunakan pakaian ketat, karena dapat menambah iritasi pada kulit yang sedang terkena luka bakar.

Lebih baik gunakan pakaian yang longgar agar kulit dapat ‘bernapas’. Pakaian berbahan katun yang menutupi seluruh bagian tubuh merupakan pilihan yang tepat untuk kasus sunburn.

3 dari 5 halaman

7. Gunakan Madu

Madu dapat melembapkan kulit dan memiliki efek antiradang. Dengan begitu, produk lebah ini dapat mendukung penyembuhan, di samping meredakan gejala nyeri pada luka bakar.

Madu juga memiliki efek antibakteri, sehingga dapat menunjang penyembuhan luka bakar yang dipicu sinar matahari agar lebih optimal.

8. Hindari Memecahkan Lepuhan

Umumnya, luka bakar tidak disertai dengan lepuhan kulit. Namun, jika terjadi, hindari memecahkannya.

Biarkan lepuhan sembuh dengan sendirinya. Sebab, lepuhan yang pecah atau terbuka justru menjadi pintu masuk kuman untuk menginfeksi.

Artikel Lainnya: Cara Menghilangkan Luka Bakar Akibat Knalpot

9. Tutupi Kulit yang Terluka Bakar

Ada baiknya Anda menutupi area kulit yang mengalami luka bakar, misalnya ketika sedang bepergian keluar rumah.

Semakin tidak tembus pandang, semakin baik pula jenis kain tersebut untuk menutupi kulit yang sedang mengalami luka bakar karena matahari.

Sesungguhnya, paling baik adalah menghindari paparan matahari sebisa mungkin sampai luka bakar benar-benar sembuh.

4 dari 5 halaman

10. Obat

Ketika luka bakar akibat sengatan sinar matahari terasa nyeri, Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol atau ibuprofen.

Selain nyeri, obat-obatan tersebut juga dapat mengurangi peradangan.

11. Hindari Produk-produk yang Justru Memperburuk Luka Bakar

Tidak semua produk kulit dapat Anda gunakan di atas luka bakar. Anda perlu berhati-hati dengan sabun berbahan keras, yang cenderung menyebabkan kulit kering.

Selain itu, Anda juga mesti menghindari sabun dengan pewangi yang berlebihan. Dikhawatirkan, sabun-sabun tersebut dapat mengiritasi kulit.

Anda pun mesti menghindari paparan alkohol, karena dapat menyebabkan permukaan luka bakar semakin mengering.

Selain itu, hindari pula penggunaan pelembap berbahan dasar petroleum, atau salep berbahan minyak. Keduanya dapat memerangkap panas dan menyebabkan luka bakar memburuk.

Meski tampak sepele, sunburn bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, bahkan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara-cara mengatasi luka bakar akibat sengatan sinar matahari.

Apabila sunburn  cukup parah atau tak juga reda setelah diobati, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter.

Anda juga bisa mengonsultasikan masalah kesehatan terkait sunburn atau kondisi lainnya kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar