Sukses

Sering Batuk dan Demam? Waspada 3 Penyakit Ini!

Keluhan sering batuk dan demam cukup umum ditemui. Tahukah Anda beberapa penyakit serius juga memiliki gejala serupa?

Klikdokter.com, Jakarta Saat Anda mengalami batuk dan demam, sebagian besar orang akan memilih untuk beristirahat atau membeli obat di kios daripada memeriksakan diri ke dokter. Tak heran, karena keluhan tersebut memang terkesan ringan dan dapat diobati sendiri di rumah.

Tapi hati-hati, kangan anggap sepele keluhan batuk dan demam. Karena ternyata keluhan ini bisa menjadi tanda dari berbagai penyakit serius yang bahkan dapat mengancam jiwa. Berikut ini adalah di antaranya:

  1. Tuberkulosis (TBC)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. TBC ditularkan melalu droplet atau udara. Jika seorang terkena TBC, maka gejala yang akan timbul adalah batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh.

Selain itu, pasien TBC juga dapat mengeluh batuk berdarah, sesak napas, banjir keringat di malam hari, serta nafsu makan dan berat badan menurun. Biasanya penderita TBC akan berobat ke dokter dan mendapatkan antibiotik, namun terkadang keluhan mereka tidak kunjung membaik.

Jika seseorang mengalami batuk dalam jangka waktu yang lama yang disertai dengan demam dan keringat di malam hari, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh. Pemeriksaan dahak juga perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis.

TBC dapat diobati dengan pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) selama 6 bulan dan harus diminum setiap hari secara teratur. Jika tidak diminum secara teratur dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan resistensi (kekebalan) kuman.

  1. Kanker paru

Merupakan keadaan dimana sel paru tumbuh secara tidak terkendali. Sel pada kanker paru juga dapat mengalami penyebaran ke berbagai organ tubuh seperti hati, tulang dan otak.

Kanker paru biasanya menyerang orang tua yang berusia lebih dari 40 tahun. Walaupun sering dikaitkan dengan rokok, kanker paru juga dapat ditemui pada orang yang bukan perokok. Penyebabnya bisa jadi zat racun seperti asbes, silika atau bensin yang terhisap. Gejala yang biasanya dialami penderita kanker paru-paru adalah batuk, sesak napas, demam dan penurunan berat badan.

Pengobatan kanker ini tergantung dari tipe, stadium dan kondisi tubuh secara umum. Terapi kanker yang biasa dilakukan adalah pembedahan pada kanker tahap awal, kemoterapi dan radiasi pada kanker tahap lanjut.

  1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Adalah salah satu penyakit dengan gejala batuk berdahak dan sesak napas. Gangguan kesehatan ini terjadi ketika saluran udara dan kantung udara di organ paru meradang atau rusak.

Peradagan pada paru akan menghasilkan lendir dan menyebabkan sensasi sesak napas. Biasanya penyakit ini menyerang orang berusia 45 tahun yang menjadi perokok aktif. Bila kondisi ini disertai dengan infeksi paru, maka gejala sesak napas menjadi lebih berat, dan terkadang penderita juga dapat mengeluh demam.

PPOK dapat dicegah dengan berhenti merokok dan menghindari polusi udara. Namun jika sudah terlanjur mengalami PPOK, pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat bronkodilator dan steroid.

Batuk dan demam terkadang dianggap sebagai penyakit ringan yang bisa diobati sendiri atau cukup dengan mengonsumsi obat yang dibeli di kios. Namun, Anda patut waspada, karena bisa jadi batuk dan demam yang Anda alami  adalah gejala dari ketiga penyakit di atas. Jika batuk dan demam tak kunjung reda, segera periksakanlah diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar