Sukses

Tak Ingin Sakit Lambung? Kenali 6 Penyakit Ini!

Untuk mencegah sakit lambung, ada baiknya Anda mengenal penyakit-penyakit terkait lambung berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit lambung terjadi karena banyak hal, mulai dari asupan makanan hingga kondisi-kondisi eksternal lainnya. Salah satu masalah kesehatan di saluran pencernaan yang sering menghampiri adalah gastritis atau infeksi lambung. Menurut dr.Andika Widyatama dari Klikdokter infeksi lambung merupakan proses inflamasi yang terbatas pada lapisan mukosa dan submukosa dinding lambung.

Peradangan atau sakit lambung tersebut, menurut paparan dr. Andika, dapat diakibatkan oleh sistem perlindungan mukosa lambung yang tidak mampu lagi melindungi lambung akibat paparan berbagai zat yang merugikan secara terus-menerus. Salah satu faktor penyebab dari infeksi lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Selain gastrisis, apa saja jenis sakit yang menyerang lambung yang mesti Anda ketahui? Agar bisa lebih waspada, berikut penyakit-penyakit yang berhubungan dengan lambung:

  1. Dispepsia

Dispepsia adalah kondisi ketidaknyamanan pada perut bagian atas. Dispepsia bukan penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang meliputi kembung, mual, dan bersendawa. Ada banyak penyebab dispepsia, yang paling sering karena dipicu oleh makanan, minuman dan obat-obatan. Misalnya, makan terlalu banyak atau terlalu cepat, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan pedas, terlalu banyak kafein, dan merokok.

  1. Gastroparesis

Gastroparesis adalah suatu kondisi ketika gerakan spontan otot-otot lambung tidak berfungsi secara normal. Hal ini mengakibatkan kelumpuhan lambung yang membuat makanan lama dicerna. Gejalanya meliputi muntah, mual, cepat kenyang, sakit perut, penurunan nafsu makan, dll. Penyebab gastroparesis tidak selalu jelas, tapi dalam banyak kasus diyakini disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengontrol otot perut.

  1. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang memengaruhi cincin otot antara esofagus dan lambung yang mengakibatkan refluks. Gejala utamanya adalah rasa terbakar di dada (heartburn), yang bisa menyebar hingga tenggorokan dan memicu timbulnya rasa asam di mulut. Selain itu, bisa juga disertai sakit tenggorokan, sulit menelan, batuk kering, suara serak, dan mual dan/atau muntah.

  1. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Gejalanya berupa rasa nyeri pada perut yang biasanya terjadi saat malam hari atau ketika perut kosong. Nyeri juga bisa timbul beberapa saat setelah makan. Tidak nafsu makan, kembung, mual dan/atau muntah juga bisa terjadi. Penyebab utama tukak lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, penggunaan obat antinyeri berkepanjangan juga bisa memengaruhi.

  1. Kanker lambung

Belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab kanker lambung. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan terjadinya kanker lambung, di antaranya infeksi bakteri Helicobacter pylori, anemia pernisiosa, diet tinggi nitrat (terdapat dalam pengawet makanan), dan sebagainya.

Pada tahap awal, kanker lambung dapat memunculkan gejala antara lain kembung dan sering sendawa, perut mulas, cepat kenyang setelah makan, dan mual terus-menerus. Untuk mendiagnosis kanker lambung, prosedur yang bisa dilakukan di rumah sakit adalah pemeriksaan gastroskopi, biopsi, tes pencitraan, dan pemeriksaan laboratorium.

  1. Gastroentrisis

Gastroenteritis adalah penyakit gabungan antara diare, muntah, dan perut kram. Meski sering disebut virus perut dan flu lambung, penyakit ini tidak terkait dengan influenza. Penyakit ini terjadi karena konsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik, air yang terkontaminasi, atau melalui kontak terlalu dekat dengan penderita.

Sakit lambung dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat serta mengenal berbagai macam gangguan kesehatan di atas. Jika Anda mulai merasakan adanya gejala gangguan pada lambung, segera periksa ke dokter. Yuk, cegah sebelum terlambat!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar