Sukses

8 Faktor Risiko Penyebab Bibir Sumbing

Bibir sumbing adalah kondisi cacat bawaan lahir yang kasusnya semakin meningkat dari hari ke hari. Ini hal yang menjadi penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Bibir sumbing merupakan kondisi cacat congenital (bawaan lahir) yang paling sering terjadi di Indonesia. Data menyebutkan, keadaan tersebut terjadi pada 1 dari sekitar 1000 kelahiran.

Bibir sumbing adalah kondisi terdapatnya celah pada bibir bagian atas. Keadaan ini dapat terjadi pada satu maupun dua sisi bibir, secara tunggal (bibir sumbing saja) atau bersamaan dengan sumbing langit-langit rongga mulut. Pada umumnya, lebih dari 50% kasus bibir sumbing juga disertai dengan sumbing langit-langit.

Apa penyebab bibir sumbing?

Bibir sumbing umumnya terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan. Saat usia kehamilan mencapai 6 hingga 10 minggu, bibir atas dan langit-langit rongga mulut bayi akan mulai terbentuk dari jaringan dan akan bersatu di tengah-tengah. Bila jaringan tersebut gagal bersatu, maka akan terbentuk celah pada bibir atas atau langit-langit rongga mulut.

Terkait penyebabnya, peneliti masih belum dapat mengonfirmasinya dengan pasti. Namun, beberapa faktor yang dianggap meningkatkan risiko terjadinya bibir sumbing adalah sebagai berikut:

1. Genetik atau keturunan

Adanya riwayat bibir sumbing pada keluarga, akan meningkatkan risiko keadaan yang sama pada bayi yang baru akan dilahirkan. Untuk memperkecil risiko tersebut, Anda dianjurkan untuk melakukan konseling genetik ke dokter spesialis atau ahli genetik.

2. Jenis kelamin

Dari data yang ada, jumlah bayi laki-laki yang menderita bibir sumbing adalah dua kali lebih banyak daripada bayi perempuan.

3. Usia ibu dan ayah

Studi menemukan bahwa ibu yang berusia di bawah 20 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing. Pada studi lain dikatakan bahwa ibu yang berusia di atas 40 tahun pun memiliki risiko 28% lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing.

Tak sebatas itu, usia ayah ternyata juga berpengaruh. Diketahui bahwa ayah yang berusia di atas 40 tahun turut meningkatkan risiko bibir sumbing sebesar 58%.

4. Jumlah kehamilan

Menurut jurnal Plastik Rekonstruksi dan Iranian Journal of Otorhinolaryngology, kehamilan lebih dari dua atau tiga bisa meningkatkan risiko terjadinya bibir sumbing.

5. Obat-obatan

Konsumsi obat antikejang ketika sedang hamil dapat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan bibir sumbing. Obat lain yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut adalah steroid dan methotrexate, yang digunakan sebagai obat radang dan kanker.

Tak hanya itu, seorang wanita yang tidak mampu mencukupi kebutuhan asam folat selama hamil juga dikaitkan dengan peningkatan risiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing.

6. Penyakit

Wanita yang terjangkit diabetes sebelum hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing.

7. Gaya hidup

Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang (narkoba) saat hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan keadaan bibir sumbing.

8. Obesitas

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami bibir sumbing.

Itulah beberapa faktor risiko yang memiliki hubungan erat dengan kejadian bibir sumbing. Jika Anda sedang hamil dan memiliki salah satu faktor risiko di atas, segera berkonsultasilah ke dokter, untuk mencegah bayi dalam kandungan mengalami bibir sumbing.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar