Sukses

Cara Deteksi Dini Diabetes Mellitus pada Anak

Diabetes mellitus yang sering mengincar orang dewasa juga bisa menyerang anak-anak. Kenali cara deteksi dini diabetes mellitus pada anak!

Klikdokter.com, Jakarta Masih banyak orang yang menganggap bahwa penyakit diabetes mellitus hanya mengancam orang dewasa. Padahal, penyakit metabolik ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Penyakit ini bisa berpotensi menimbulkan komplikasi serius, sehingga Anda perlu mengetahui cara deteksi dini diabetes mellitus pada anak.

Pada anak, yang paling sering terjadi adalah diabetes mellitus (DM) tipe 1. Kondisi tersebut didapat anak sejak awal kehidupan. Selain DM tipe 1, anak juga bisa mengalami DM tipe 2. Biasanya ini terjadi pada anak obesitas dan mulai terjadi pada usia remaja.

Karena terus  meningkatnya angka kejadian DM dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius, penyakit DM pada anak harus menjadi perhatian dan dideteksi sejak dini.

Perbedaan diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2

Penyakit DM tipe 1 disebabkan oleh kerusakan dari sel-sel penghasil insulin di pankreas. Akibatnya, zat gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel dan menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh. Karena tidak memiliki insulin, anak dengan DM tipe 1 perlu mendapatkan insulin yang disuntikkan untuk menggantikan insulin tubuhnya.

Berbeda dengan DM tipe 1, DM tipe 2 terjadi karena gangguan sensitivitas insulin pada sel. Biasanya DM tipe 2 pada anak sering terjadi pada anak obesitas. Pada awalnya, produksi insulin belum terganggu, tapi insulin tersebut tidak dapat bekerja optimal karena kurangnya sensitivitas insulin. Untuk itu, biasanya anak dengan DM tipe 2 pada awalnya diberikan terapi dengan obat-obatan yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Apa penyebab diabetes mellitus pada anak?

Penyebab penyakit DM tipe 1 pada anak belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, yang lebih banyak berperan terhadap kejadian DM tipe 1 adalah proses autoimun. Sel imun tubuh yang seharusnya melawan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh justru malah menyerang sel beta pakreas, yaitu sel penghasil insulin tubuh. Akibatnya, tubuh tidak dapat memproduksi insulin.

Selain itu, faktor genetik dan lingkungan juga berperan pada terjadinya DM tipe 1. Sedangkan DM tipe 2 biasanya disebabkan oleh sindrom metabolik (seperti obesitas, hipertensi, atau kadar lemak dalam darah tinggi). Riwayat keluarga dengan DM tipe 2 juga meningkatkan risiko seorang remaja mengalami penyakit serupa.

1 dari 2 halaman

Tanda dan gejala anak dengan diabetes mellitus

Ada beberapa tanda dan gejala DM pada anak yang perlu Anda waspadai dan perhatikan, di antaranya adalah:

  1. Frekuensi berkemih meningkat. Peningkatan kadar gula darah menyebabkan pengeluaran urine lebih banyak, sehingga anak lebih sering berkemih dibandingkan anak tanpa DM.
  2. Minum lebih banyak. Karena pengeluaran urine yang banyak, tubuh anak dengan DM sering mengalami kekurangan cairan sehingga anak dengan DM sering haus dan sering minum.
  3. Kelaparan. Karena gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel akibat kurangnya insulin, sel-sel tubuh tidak memiliki energi untuk beraktivitas, hal ini mencetuskan rasa lapar sehingga anak dengan DM akan makan dalam jumlah banyak.
  4. Penurunan berat badan. Walaupun anak dengan DM makan banyak, tapi berat badan anak dengan DM justru menurun karena gula dalam darah tetap tidak dapat masuk ke dalam sel. Akibatnya, jaringan lemak dan otot tubuh dipecah sebagai bahan energi untuk tubuh sehingga terjadilah penurunan berat badan.
  5. Lemah. Karena gula darah tidak dapat dipakai oleh sel, tubuh akan mengalami kelemahan akibat kurang energi.
  6. Perubahan perilaku. Anak dengan DM dapat mengalami perubahan perilaku, misalnya menjadi lebih sensitif dan prestasi belajar yang menurun karena daya konsentrasi yang berkurang.
  7. Bau napas seperti buah-buahan. Pada anak dengan DM, cadangan lemak dipecah sebagai sumber energi tubuh. Hasil metabolisme lemak (keton) menyebabkan bau napas anak berubah.
  8. Penglihatan kabur. Jika terlambat terdeteksi, DM pada anak dapat menimbulkan komplikasi seperti pandangan kabur.
  9. Penurunan kesadaran. Tanda yang paling berbahaya dari DM tipe 1 pada anak adalah penurunan kesadaran, yaitu anak cenderung tidur terus. Hal ini terjadi akibat ketoasidosis diabetikum (kadar gula darah tinggi disertai pH darah yang asam). Jika ini terjadi, Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit.

Sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan anak, deteksi dini diabetes mellitus pada anak harus Anda ketahui. Jika ada beberapa tanda dan gejala di atas pada anak Anda, segera bawa ia berobat ke dokter. Dokter akan melakukan wawancara mendalam, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis DM pada anak Anda. Jika benar mengalami DM, anak Anda akan segera diberikan terapi untuk memperbaiki kadar gula darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar