Sukses

Panduan Memberikan Camilan pada Anak

Makan camilan adalah salah satu hobi anak-anak. Jangan biarkan mereka kalap dan berakhir dengan kondisi obesitas. Baca panduannya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Seorang anak tetap membutuhkan camilan di antara waktu makan utama. Camilan, jika ditawarkan dan dikonsumsi di waktu yang tepat, bisa membantu mengatur rasa lapar dan kenyang pada anak. Selain itu, camilan yang sehat juga bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi anak setiap hari.

Namun sayang, tidak setiap camilan bisa mendatangkan manfaat demikian. Ini karena belakangan marak ditemukan camilan yang hanya mengandung gula dan zat pengawet, dimana keduanya tidak memberikan manfaat yang berarti bagi si Kecil.

Camilan yang baik untuk anak

Hindari memberikan camilan “kosong” alias tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan si Kecil. Sebagai gantinya, berikut beberapa rekomendasi camilan sehat yang bisa Anda berikan pada anak:

  • Karbohidrat: roti, pasta, ubi, jagung, arem-arem, serealia yang terbuat dari gandum
  • Protein: telur rebus, bubur kacang hijau
  • Buah dan sayur: potongan buah atau sayur, seperti potongan apel, pir, wortel, brokoli
  • Produk susu: potongan keju, yoghurt

Masih banyak lagi contoh camilan sehat yang mudah dibuat di rumah. Apa pun kombinasi camilan sehat yang Anda pilih, hal terpenting adalah tidak memberikan yang mengandung banyak gula atau pengawet di dalamnya. Ini karena camilan yang mengandung banyak gula atau pengawet bisa menyeret si Kecil pada risiko karies gigi, obesitas, dan masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Di samping itu, hal lain yang juga harus Anda perhatikan jika hendak membeli camilan yang dijual di pasaran adalah labelnya. Di antara sekian banyak camilan yang ditawarkan, pilihlah camilan yang hanya mengandung 100 kalori atau rendah gula.

Waktu dan porsi makan camilan

Anak membutuhkan tiga kali makan besar, yang terbagi atas sarapan, makan siang, dan makan malam. Untuk camilan, Anda bisa memberikannya beberapa jam setelah waktu makan besar atau sekitar satu hingga dua jam sebelum waktu makan berikutnya.

Hindari memberikan camilan pada anak mendekati waktu makan besar. Hal ini bertujuan agar camilan tersebut tidak menyebabkan rasa kenyang lebih cepat, sehingga keinginan si Kecil untuk menyantap makanan utama menjadi hilang.

Terkait porsi, anak usia sekolah bisa mengonsumsi camilan hingga 3 kali dalam sehari, tergantung dengan aktivitas yang dilakukannya. Sedangkan untuk anak di bawah usia 5 tahun, dirinya mungkin bisa lebih sering makan camilan dalam porsi yang lebih kecil. Namun ini bukan berarti Anda membebaskannya begitu saja. Tetap perhatikan agar camilan yang ia konsumsi tidak berlebihan.

Selain memperhatikan hal di atas, Anda sebaiknya juga menyusun jadwal makan camilan rutin setiap hari. Hal ini bertujuan agar si Kecil tidak memiliki keinginan untuk makan camilan di luar waktu yang ditentukan. Jika memungkinkan, buatlah pula area khusus menyantap camilan. Dengan begini, si Kecil akan makan camilan sambil duduk tenang. Anda juga bisa mengontrol berapa banyak camilan yang telah ia konsumsi.

Terakhir, ingatlah untuk selalu memberikan camilan sehat yang bervariasi agar si Kecil tidak mudah bosan. Jika anak sudah mulai tumbuh agak besar, ajaklah dirinya untuk memilih sendiri camilan sehat kesukaannya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar