Sukses

Susu Full-Fat Bisa Cegah Stroke dan Serangan Jantung?

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa susu full-fat bisa mencegah stroke dan serangan jantung.

Klikdokter.com, Jakarta Mengonsumsi susu full-fat, atau susu tinggi lemak, sering dikaitkan dengan kanker dan kegemukan. Tak heran banyak orang sudah meninggalkan susu jenis ini, dan lebih memilih susu rendah lemak. Namun berdasarkan penelitian terbaru yang dilansir Newsweek, susu full-fat justru menyehatkan, bahkan mampu mencegah stroke dan serangan jantung.

Dalam studi yang didanai oleh National Institutes of Health tersebut, satu asam lemak yang ada dalam produk susu ditemukan berpotensi menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, terutama stroke.

"Temuan kami tidak hanya mendukung, tetapi juga secara signifikan memperkuat banyak bukti yang menunjukkan bahwa lemak susu, bertentangan dengan kepercayaan populer, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian pada orang paruh baya," kata Marcio Otto, peneliti utama dari studi tersebut dan asisten profesor dari UTHealth School of Public Health.

Ketakutan orang akan susu full-fat

Penelitian tersebut bersamaan dengan berita penjualan susu di Amerika Serikat yang dinyatakan akan mengalami penurunan, yakni hingga 11 persen antara 2015 sampai 2020. Pada saat yang sama, alternatif susu seperti susu kedelai dan susu almon malah makin populer dengan peningkatan penjualan lebih dari 61 persen dalam lima tahun terakhir.

"Konsumen telah terpapar dengan informasi yang sangat berbeda dan bertentangan tentang diet, terutama dalam kaitannya dengan lemak. Karena itu penting untuk memiliki studi yang kuat sehingga orang dapat membuat pilihan lebih seimbang berdasarkan fakta ilmiah," kata Otto.

Untuk penelitian tersebut, Otto dan para peneliti lainnya mengevaluasi 3.000 orang dewasa berusia 65 tahun dan lebih. Pada awal penelitian pada tahun 1992, kadar tiga asam lemak berbeda yang ditemukan dalam produk susu diukur dalam darah mereka, kemudian dicek lagi pada enam dan tiga belas tahun kemudian.

Hasilnya, peneliti tidak menemukan adanya asam lemak yang terkait dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Perlu dicatat bahwa orang-orang dengan tingkat asam lemak lebih tinggi yang diyakini berasal dari konsumsi produk susu, justru memiliki risiko 42 persen lebih rendah untuk meninggal akibat stroke.

Menurut Otto, pandangan orang mengenai produk susu berlemak harus ditinjau kembali mengingat banyak sumber nutrisi yang kaya, seperti kalsium dan potasium. “Ini (susu dan produk susu) penting bagi kesehatan tidak hanya selama masa kanak-kanak tetapi sepanjang hidup,” ujarnya.

Meski bertentangan dengan penelitian lain, Otto menyoroti bahwa produk susu rendah lemak sebenarnya juga dapat menipu. Otto yakin, susu rendah lemak bisa mengandung tinggi gula. Seperti yang Anda ketahui, gula telah banyak dihubungkan dengan penyakit jantung dan obesitas.

Segudang manfaat susu

Selain air putih, susu adalah salah satu minuman kemasan yang direkomendasikan untuk anak. Susu mengandung protein yang baik untuk membantu pertumbuhan anak. Selain itu, kandungan kalsium yang tinggi pada susu dapat membantu pertumbuhan dan kekuatan tulang anak.

Sebagai catatan, satu gelas susu mengandung 300 mg kalsium. Anak-anak yang  berusia 1-3 tahun butuh 700 mg kalsium setiap harinya, usia 4-8 tahun butuh 1000 mg, dan usia 9-18 tahun butuh 1.300 mg kalsium setiap harinya. Inilah sebabnya minum susu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak.

Ingat, susu sapi baru dapat diberikan kepada anak yang berusia di atas 1 tahun. Jika susu sapi diberikan kepada anak di bawah usia 1 tahun, ini dapat memberikan beban kepada ginjal anak yang belum cukup matang. Untuk anak di bawah 1 tahun, pemberian susu yang sangat dianjurkan adalah ASI. Jika ASI tidak memungkinan, anak dapat diberi susu formula khusus bayi.

Berdasarkan penelitian terbaru, susu full-fat dinilai dapat mencegah stroke dan serangan jantung. Tapi sebaiknya Anda tidak gegabah. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apakah boleh minum susu tinggi lemak atau tidak.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar