Sukses

Ingin PMS Bebas Drama? Lakukan Ini!

PMS sering membuat seorang wanita mengalami perilaku dramatis yang berlarut-larut. Tidak ingin mengalaminya? Cegah dengan cara ini!

Klikdokter.com, Jakarta Menjelang haid, PMS alias Premenstrual Syndrome menjadi suatu kondisi yang kerap tak bisa dihindari. Keadaan ini ditandai dengan adanya perubahan fisik, psikologis, dan tingkah laku pada wanita yang mengalaminya.

Pada umumnya, PMS terjadi pada 7–10 hari menjelang haid dan menghilang beberapa hari setelah darah kotor yang keluar benar-benar berhenti. Penyebab dari kondisi ini masih belum diketahui secara pasti.

Para ahli menduga bahwa PMS berhubungan dengan gejolak hormon estrogen menjelang masa haid. Ini karena penurunan kadar hormon estrogen di dalam tubuh akan memberikan pengaruh pada neurotransmitter serotonin di otak, yang memegang peranan penting dalam mengatur emosi.

Gejala PMS

PMS memberikan gejala yang berbeda-beda pada tiap orang yang merasakannya. Gejalanya pun terbagi menjadi gejala fisik dan gejala mental.

Untuk gejala fisik, berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Timbulnya jerawat.
  • Nyeri kepala, punggung, perut bagian bawah.
  • Nyeri pada payudara
  • Gangguan saluran cerna, misalnya rasa begah atau kembung, mual, konstipasi atau sembelit, dan diare.
  • Perubahan nafsu makan; sering merasa lapar (food cravings).

Sedangkan gejala psikis yang biasanya dirasakan oleh wanita yang mengalami PMS bisa berupa:

  • Mood menjadi tidak stabil (mood swings); mudah tersinggung (iritabilitas), perasaan berdebar-debar dan berkeringat (ansietas), depresi, serta mudah sedih.
  • Gangguan konsentrasi
  • Kesulitan tidur di malam hari (insomnia)

Data yang ada menunjukkan bahwa sekitar 85% wanita usia produktif (25–35 tahun) mengalami satu atau lebih gejala PMS di atas. Gejala yang terjadi pun tidak melulu sama. Jadi, bila bulan ini mengalami gejala berupa munculnya jerawat, bulan depan bisa saja gejalanya berubah menjadi gangguan saluran cerna.

 

1 dari 2 halaman

Cara mencegah drama PMS

Seperti telah disinggung sebelumya, PMS sering membuat seorang wanita bersikap dramatis tanpa sebab yang jelas. Nah, jika Anda tak ingin menjadi wanita yang mengalami keadaan tersebut setiap bulan, berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

  1. Mulai olahraga rutin dan teratur

Olahraga yang dilakukan secara rutin dan teratur dapat menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh. Selain itu, aktivitas sehat tersebut juga dapat memicu pelepasan endorfin, yang juga dikenal sebagai hormon kebahagiaan.

  1. Cukup istirahat

Istirahat yang cukup setiap hari merupakan modal awal memiliki fisik dan mental yang sehat. Maka dari itu, cukupilah waktu istirahat Anda dengan tidur sekitar 8 jam setiap harinya.

  1. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang

Hindari terlalu banyak konsumsi makanan berlemak atau tinggi garam. Sebagai gantinya, perbanyak asupan protein, serat, vitamin dan mineral, terutama vitamin E dan B6 yang baik untuk mengurangi keparahan gejala PMS.

  1. Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D

Kalsium dan vitamin D terbukti mampu mengurangi gejala PMS, termasuk perihal emosi dan stres yang meluap-luap.

  1. Hindari kafein

Kurangi atau hindari kafein sama sekali. Ini bertujuan agar gejala PMS berupa nyeri payudara dan perut kembung tak terjadi kemudian. Kafein sering bersembunyi di balik kopi atau teh.

  1. Penuhi kebutuan cairan anda

Minum 8 gelas air putih setiap hari. Selain membantu memenuhi cairan, tindakan tersebut juga membantu menjaga kesehatan tubuh luar dan dalam.

  1. Lakukan terapi relaksasi

Terapi relaksasi bisa membantu pikiran Anda melepaskan “beban” yang menyelimuti. Beberapa pilihan terapi yang bisa Anda coba adalah hipnoterapi, terapi warna, dan meditasi.

Lakukan tips di atas dengan saksama, agar PMS tidak berujung pada drama. Jika Anda merasakan gejala PMS yang berlebihan atau tak kunjung hilang, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar