Sukses

Benarkah Bekam Efektif Atasi Hipertensi?

Bekam menjadi terapi tradisional yang dituding dapat membantu mengatasi masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Apa kata medis?

Klikdokter.com, Jakarta Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang telah umum diketahui. Kedaan ini disebabkan oleh peningkatan tekanan darah pada dinding arteri saat jantung bekerja ataupun beristirahat.

Hipertensi sering hadir tanpa diketahui lantaran tidak memberikan gejala yang nyata. Meski demikian, penyakit ini sebenarnya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mengancam nyawa seperti gagal ginjal, penyakit jantung, gangguan pada mata, stroke, dan lainnya.

Mengetahui hal tersebut, tak sedikit penderita hipertensi yang langsung panik. Bahkan beberapa di antaranya hingga menaruh harapan besar pada cara tradisional yang diduga efektif mengatasi penyakit mematikan tersebut. Cara yang dimaksud adalah terapi bekam.

Bekam vs hipertensi

Tidak dimungkiri, terapi bekam merupakan pengobatan alternatif yang telah dikenal sejak lama di seluruh dunia. Metode ini dipercaya dapat mengontrol dan mencegah penyakit tertentu, dan dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan kerja tubuh.

Berdasarkan prosedurnya, bekam terbagi menjadi dua: bekam kering dan bekam basah. Di antara keduanya, bekam basah diduga memberikan hasil yang lebih baik daripada bekam kering.

Teknik bekam itu sendiri dilakukan dengan cara meletakkan gelas yang sudah tervakum (dengan cara dipanaskan) pada sebuah titik di area tubuh tertentu. Hal ini menyebabkan kulit dalam gelas akan tersedot, sehingga timbul kemerahan yang nantinya dapat menyebabkan efek samping berupa memar atau lesi menonjol. Kemudian, pada tindakan bekam basah, lesi menonjol tersebut akan ditusuk menggunakan jarum steril atau pisau bedah untuk mengeluarkan “darah kotor”.

Pada prinsipnya, terapi bekam bertujuan untuk mengeluarkan plasma darah dan cairan yang telah tercampur dengan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh. Hal ini dipercaya akan mengeluarkan darah kotor penyebab penyakit dan yang mengandung racun.

Dalam kaitannya dengan hipertensi, bekam diklaim berperan dalam mengurangi kadar lemak dan kolesterol jahat (LDL) yang mengendap di dinding pembuluh darah. Dengan cara ini diharapkan sumbatan di bagian tubuh tersebut bisa berkurang.

Tak sekadar itu, bekam juga akan meningkatkan suplai darah ke lapisan dalam sel yang berperan memproduksi zat nitrit oksida (NO). Zat ini membantu peregangan dan pelebaran dinding pembuluh darah, sehingga akan menyebabkan turunnya tekanan darah.

Namun, terkait benar atau tidaknya hal di atas, para ahli masih memperdebatkannya hingga saat ini. Pasalnya, studi-studi yang telah ada masih memberikan hasil simpang-siur satu sama lain.

Sebagai contoh, studi yang dilakukan pada banyak responden mendapatkan hasil bahwa terapi bekam dapat membantu menurunkan tekanan darah walau efek jangka panjang dari tindakan tersebut masih belum diketahui. Namun di sisi lain, sebuah studi menyimpulkan bahwa kelompok orang yang melakukan terapi bekam dan kelompok penderita hipertensi yang mengontrol kondisinya tidak memiliki perbedaan tekanan darah yang signifikan.

Itu berarti, efektivitas bekam dalam mengatasi masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi masih belum diketahui dengan pasti hingga saat ini. Namun, tak ada salahnya bila Anda ingin mencoba terapi tradisional yang satu ini. Tetap ingat akan segala efek samping yang mungkin terjadi, apalagi jika Anda melakukan bekam di tempat yang tidak memiliki tenaga ahli. Agar lebih aman, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran medis.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar