Sukses

Amankah Anak Makan Jelly Kemasan?

Banyak orang tua yang memberikan anaknya jelly kemasan sebagai makanan selingan. Tapi, amankah camilan manis ini bagi anak?

Klikdokter.com, Jakarta Dalam mencukupi kebutuhan nutrisi untuk anak, semua hal harus diperhatikan, termasuk perihal memilih makanan selingan (snack). Jika Anda perhatikan, saat ini semakin banyak camilan anak yang dibungkus semenarik mungkin, salah satunya adalah jelly kemasan. Makanan ini bahkan banyak diberikan orang tua sebagai bekal anak di sekolah.

Jelly kemasan sendiri merupakan salah satu makanan selingan yang banyak diminati oleh anak karena rasa dan teksturnya. Selain itu harganya pun murah dan mudah didapat di supermarket. Ditambah dengan iming-iming iklan yang menyatakan jelly kemasan adalah makanan sehat, membuat orang tua tidak ragu untuk memilih makanan ini sebagai camilan anak.

Tak heran, sebagian orang tua bahkan menyimpan stok jelly kemasan berbungkus-bungkus di rumah. Lantas, apakah sebenarnya jelly kemasan aman untuk anak?

Komposisi jelly kemasan

Untuk menilai suatu makanan sehat atau tidak, dapat dilihat dari komposisi zat yang terkandung di dalamnya. Dalam bungkus jelly kemasan tertulis mengandung gula, sodium (garam), vitamin C, dan serat. Produsen bahkan sering mengunggulkan jelly kemasan sebagai makanan selingan untuk anak yang tidak mengandung lemak atau kolesterol.

Sekilas, camilan ini memang terlihat sehat. Meski demikian, ternyata tidak ada kandungan mineral dalam jelly kemasan. Kadar gula di dalamnya pun cukup tinggi, yaitu 8 gram tiap satu takaran penyajian (sekitar 14 gram). Melihat fakta nutrisi tersebut, sebagai orang tua Anda perlu mempertimbangkan apakah perlu memberikan jelly kemasan sebagai camilan si Kecil.

Amankah jelly kemasan diberikan kepada anak?

Pada dasarnya, jelly kemasan aman diberikan kepada anak dalam jumlah yang terbatas dan tidak diberikan sebagai makanan selingan setiap hari. Sebab, dalam masa pertumbuhannya, anak membutuhkan jenis makanan yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya. Selain itu, kandungan gula yang tinggi dalam jelly kemasan juga tidak baik untuk kesehatan si Kecil.

Oleh karena itu, tidak dianjurkan memberikan jelly kemasan kepada anak setiap hari. Anda dapat menyajikan buah-buahan, biskuit, puding atau kue buatan sendiri sebagai variasi camilan untuk anak.

Konsumsi jelly kemasan dengan kandungan gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko karies dentis (karang gigi), obesitas, dan diabetes mellitus (DM) pada anak. Tak hanya itu, pewarna buatan, pemanis buatan, dan pengawet dalam jelly kemasan juga perlu Anda perhitungkan. Walaupun kandungan tersebut masih dalam batas aman, konsumsi jelly kemasan dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang panjang tidak baik untuk kesehatan anak Anda.

Jika si Kecil menginginkan jelly, Anda dapat mencoba membuatkan puding jelly yang lebih jelas sehatnya. Dengan membuatnya sendiri, takaran gula dalam jelly dapat Anda atur, sehingga tidak terlalu manis.

Jelly kemasan pada dasarnya cukup aman diberikan kepada anak dalam jumlah yang terbatas. Namun, agar anak terbebas dari berbagai penyakit berbahaya, orang tua perlu memberikan jenis makanan selingan lain yang lebih bernutrisi seperti buah, biskuit gandum, puding buah, atau kue buatan sendiri.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar