Sukses

Mungkinkah Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar?

Mungkinkah melahirkan normal setelah pernah Caesar? Simak penjelasannya dibawah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Melahirkan secara spontan atau normal merupakan impian sebagian besar ibu hamil. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa kenyataannya banyak ibu hamil yang tidak dapat menjalani persalinan spontan atau normal akibat adanya kondisi tertentu.

Pada prinsipnya, untuk dapat melahirkan secara spontan atau normal, Anda harus memenuhi ketiga syarat yang dikenal dengan istilah 3P ini, yaitu:

1. Power

Power atau kekuatan yang dimaksud di sini adalah kekuatan ibu saat mengejan. Dengan power yang cukup, maka bayi dapat keluar. Berbagai kondisi ibu hamil juga memengaruhi prinsip power ini, misalnya pada ibu dengan preeklamsia atau penyakit jantung tidak diperbolehkan untuk mengejan.

2. Passenger

Passenger yang dimaksud di sini adalah bayi yang dikandung. Prinsip ini memperhatikan beberapa kondisi seperti posisi bayi, besar bayi, serta kondisi yang dialami bayi, misalnya apakah bayi mengalami infeksi atau tidak.

Berbagai kondisi tersebut dapat dilihat dari pemeriksaan USG sebelum persalinan, pemeriksaan CTG, dan DJJ selama persalinan serta warna air ketuban. Ketika didapati adanya kendala, maka proses melahirkan secara spontan atau normal dapat terganggu.

3. Passage

Passage adalah jalan lahir. Satu hal yang diketahui sering menjadi penghambat ibu hamil untuk melahirkan secara normal atau spontan adalah ukuran serta bentuk panggul yang tidak mampu dilewati bayi.

Selain bentuk panggul, letak plasenta yang menghalangi jalan lahir pun bisa menjadi kendala. Tak hanya itu, kondisi jalan lahir ibu yang memungkinkan terjadinya penularan infeksi pada bayi juga menjadi alasan untuk dokter tidak melakukan persalinan normal.

Apabila salah satu dari tiga prinsip di atas tidak terpenuhi, maka ibu hamil dianjurkan untuk menjalani operasi caesar. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan ibu serta bayi yang dilahirkan.

1 dari 2 halaman

Pernah caesar, bisakah nantinya melahirkan secara normal?

Ya, pertanyaan di atas sering ditanyakan wanita yang sedang atau berencana hamil lagi setelah riwayat operasi caesar (seksio sesarea) dan ingin melakukan persalinan normal atau spontan. Jawabannya adalah bisa. Kondisi ini dikenal sebagai Vaginal Birth After Cesarean (VBAC).

Berikut ini adalah syarat-syarat untuk VBAC:

  • Tidak lebih dari dua kelahiran caesar yang menggunakan sayatan transversal rendah.
  • Tidak ada bekas luka rahim, kelainan, atau riwayat rahim robek sebelumnya.
  • Petugas kesehatan harus siap untuk memantau atau melaksanakan persalinan atau memberikan rujukan untuk melakukan bedah caesar jika dirasa perlu.
  • Lokasi kelahiran harus memiliki petugas yang tersedia pada akhir pekan dan malam hari jika kasus bedah caesar diperlukan.
  • Jika alasan awal kelahiran caesar tidak berulang kembali pada kehamilan yang sedang dijalani.
  • Tidak memiliki masalah kesehatan utama.
  • Bayi dalam ukuran normal.
  • Kepala bayi di bawah.

Jika memenuhi syarat-syarat di atas, maka kemungkinan Anda dapat menjalani persalinan normal walaupun memiliki riwayat operasi caesar. Persentase keberhasilan VBAC adalah 60-80 persen, dengan risiko utamanya adalah rupture uteri, sehingga diperlukan pemeriksaan kesehatan yang mendukung sebelum VBAC dilakukan.

VBAC tidak direkomendasikan dalam situasi ini:

  • Jika Anda sedang hamil anak kembar
  • Jika Anda memiliki diabetes
  • Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi

Baik persalinan normal maupun caesar sama-sama memiliki risiko bagi ibu dan bayi yang dilahirkan. Pemilihan metode melahirkan yang terbaik harus menjadi perhatian utama. Jika Anda ingin melakukan VBAC, diskusikan dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan, karena butuh penanganan khusus sewaktu antenatal care maupun pada waktu persalinan. Selain itu, tanyakan dan pelajari keuntungan dan kerugiannya. Dengan begitu, Anda akan tahu mana pilihan yang tepat untuk membantu mengurangi risiko yang tidak diinginkan pada ibu dan bayi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar