Sukses

Kendalikan Diabetes Melitus dengan Gula Rendah Kalori

Apakah penggunaan gula rendah kalori efektif untuk penderita diabetes melitus? Berikut ini penjelasannya.

Siapa yang tak gemar makanan atau minuman manis? Kebanyakan orang bahkan menjadikan makanan dan minuman manis sebagai comfort food untuk dikonsumsi saat berkumpul dengan keluarga, nongkrong dengan teman, saat bosan atau jenuh.

Akan tetapi, bagi penderita diabetes melitus menikmati makanan dan minuman manis bisa lain ceritanya. Penyakit gula yang dialami membuat mereka kerap galau saat hendak mengonsumsi asupan manis. Sebagai alternatifnya, banyak dari mereka yang beralih pada gula rendah kalori. 

1 dari 3 halaman

Mengenal Gula Rendah Kalori

Gula rendah kalori merupakan pemanis pengganti gula dengan kandungan kalori yang rendah bahkan nol. Dengan menggunakan pemanis rendah kalori, diharapkan penderita diabetes dapat menikmati rasa manis tanpa khawatir gula darah akan melonjak naik.

Produk gula rendah kalori untuk diabetes melitus ini tidak mengandung karbohidrat maupun lemak sehingga dianggap aman untuk dikonsumsi. 

Artikel Lainnya: 12 Jenis Diabetes Melitus yang Mungkin Mengintai Anda

Sebuah penelitian yang dimuat di European Endocrinology menyatakan bahwa gula rendah kalori memiliki peran penting untuk mencegah dan mengendalikan gula darah pada pasien diabetes. Pasien jadi lebih fleksibel dan mudah dalam mengatur pola makannya.

Akan tetapi, hal ini bukan berarti Anda boleh dengan bebas mengonsumsi makanan apa pun selama dalam kemasan berlabel “gula rendah kalori”. Makanan tersebut mungkin saja secara keseluruhan tinggi kalori, meskipun menggunakan gula yang rendah kalori.

Oleh karena itu, penting untuk tetap membaca dengan baik informasi nutrisi yang terdapat dalam kemasan makanan. Lebih baik lagi, kalau Anda menggunakan gula rendah kalori untuk masakan di rumah sehingga dapat lebih mengontrol bahan makanan lain yang digunakan. 

2 dari 3 halaman

Pengganti Gula bagi Penderita Diabetes Melitus

Diabetes melitus, atau yang lebih dikenal sebagai kencing manis, adalah kondisi peningkatan kadar glukosa darah. Penyakit kronis ini ditandai dengan banyaknya kandungan gula pada air seni.

Artikel Lainnya: Mana yang Lebih Sehat, Madu atau Gula Rendah Kalori?

Bagi penderita diabetes melitus, menjaga asupan gula seminimal mungkin sangatlah disarankan. Salah satu cara mengatasi penderita diabetes melitus agar mengurangi asupan gula tanpa mengorbankan rasa adalah dengan mengganti gula meja (sukrosa) dengan gula rendah kalori.

Saat ini, ada banyak pemanis rendah kalori yang tersedia di pasaran dan biasanya bahan tersebut merupakan pemanis buatan. Secara umum, pemanis berikut ini dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes:

  1. Aspartam 

Aspartam adalah salah satu pemanis buatan non karbohidrat yang paling umum digunakan. Meskipun dianggap cukup aman, konsumsi aspartam tetap harus dibatasi pada mereka yang memiliki penyakit diabetes melitus. Dosis yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 50 mg per kilogram berat badan. 

  1. Sorbitol 

Sorbitol juga merupakan salah satu pemanis alternatif yang sering dipakai dalam makanan dan ditemukan dalam buah-buahan.

Rasa manis sorbitol 60 persen berasal dari sukrosa, tetapi dengan kalori yang lebih kecil dari fruktosa (gula buah). Kalori yang terkandung dalam 1 gram sorbitol adalah 2,6 kalori, lebih kecil dari sukrosa yang mengandung 4 kalori dalam 1 gram. 

Artikel Lainnya: Diabetes Melitus dan Diabetes Insipidus, Gejala Serupa Beda Obat

  1. Sakarin 

Sakarin, atau saccharin, adalah pemanis buatan yang rasanya berkali lipat lebih manis dari gula biasa, tetapi kalorinya jauh lebih rendah. Bahan ini sering digunakan oleh produsen yang mengklaim produknya bebas kalori. Meski demikian, sakarin tetap memiliki kalori dalam kadar yang cukup rendah. 

  1. Sukralosa 

Pemanis jenis ini biasa digunakan oleh penderita diabetes dan mereka yang ingin diet untuk menurunkan berat badan.

Sukralosa tidak diserap oleh darah, tetapi langsung dikeluarkan bersama kotoran saat buang air besar. Dengan demikian, kadar gula darah pun tidak ikut melonjak setelah Anda mengonsumsinya. 

Adanya pemanis yang rendah kalori dapat membantu penderita diabetes melitus untuk mengatur pola makan dengan lebih fleksibel, tanpa mengesampingkan kontrol terhadap gula darah.

Akan tetapi, Anda tetap harus melakukan hal-hal lainnya untuk mengontrol diabetes, seperti mengatur pola makan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur tinggi serat, rutin berolahraga, dan tentunya berkonsultasi dengan dokter secara rutin.

Jika memiliki pertanyaan seputar penyakit diabetes melitus atau informasi kesehatan lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Semoga bermanfaat! 

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar