Sukses

Benarkah Gula Rendah Kalori Mampu Kendalikan Diabetes Mellitus?

Apakah penggunaan gula rendah kalori efektif untuk penderita diabetes mellitus? Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penderita diabetes mellitus, menjaga asupan gula seminimal mungkin sangatlah disarankan. Salah satu cara untuk mengurangi asupan gula tanpa mengorbankan rasa adalah dengan mengganti gula meja (sukrosa) dengan gula rendah kalori.

Gula rendah kalori membuat penderita diabetes mellitus dapat menikmati makanan tertentu tanpa khawatir akan terjadi lonjakan kadar glukosa dalam darah. Gula ini juga bermanfaat untuk membantu mereka yang kelebihan berat badan dan ingin mengurangi asupan kalori mereka.

Pemanis buatan rendah kalori dapat dimasukkan sebagai bagian dari diet diabetes, selama makanan yang dimakan juga tidak mengandung kandungan lemak atau kalori yang tinggi. Ingat, diet pada diabetes tidak perlu 100% bebas gula. Keseimbangan adalah kuncinya.

Apa itu pemanis rendah kalori?

Pemanis buatan merupakan pengganti gula dengan kandungan nol kalori dan tidak meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Pemanis buatan ini mempunyai intensitas manis yang lebih besar dibandingkan gula biasa.

American Heart Association (AHA) dan American Diabetes Association (ADA) telah mengeluarkan pernyataan bahwa jika digunakan secara benar, pemanis buatan dapat menggantikan rasa manis dari gula. Selain itu dapat membantu menurunkan gula darah. Ada beberapa bahan dasar yang biasa digunakan untuk membuat gula rendah kalori, seperti:

1. Aspartam

Aspartam merupakan pemanis sintetis non karbohidrat yang paling sering digunakan. Walaupun aman, konsumsi aspartam juga perlu dibatasi. Dosis yang disarankan adalah tidak lebih dari 50 mg per kgBB (kilogram berat badan).

2. Sorbitol

Sorbitol adalah salah satu pemanis alternatif yang sering digunakan dalam makanan dan ditemukan dalam berbagai buah-buahan, salah satunya buah berry. Rasa manis dari sorbitol sekitar 60 persen dari sukrosa, namun dengan kalori yang lebih kecil dari fruktosa. Sukrosa mengandung 4 kalori per 1 gram, sedangkan sorbitol hanya 2,6 kalori per 1 gram.

3. Saccarin (sakarin)

Sakarin juga merupakan salah satu pemanis buatan yang rasanya 300 kali lebih manis dari gula meja, namun kalorinya jauh lebih rendah. Sakarin sering digunakan oleh produsen yang menamakan produknya bebas kalori. Meski demikian, sakarin tetap memiliki kalori, tetapi dalam kadar yang rendah.

4. Sucralosa (sukralosa)

Sukralosa adalah pemanis buatan yang dibuat dengan mengganti gugus hydrogen-oksigen pada molekul gula dengan tiga atom klorin. Pemanis jenis ini biasa digunakan oleh penderita diabetes dan para pelaku diet yang ingin menurunkan berat badan.

Memiliki rasa yang manis layaknya gula pasir yang biasa Anda gunakan sehari-hari, saat dikonsumsi, sukralosa tidak diserap oleh darah, melainkan langsung dikeluarkan bersama kotoran saat buang air besar. Jadi kadar gula dalam darah pun tidak meningkat setelah Anda mengonsumsi pemanis ini.

Dalam memilih jenis gula rendah kalori mana yang sebaiknya digunakan, orang dengan diabetes mellitus bisa meminta pendapat ke dokter ketika rutin memeriksa kadar gulanya. Agar tubuh tetap sehat, konsumsi pemanis buatan tersebut tetap harus dibatasi dan diimbangi dengan pola hidup sehat serta asupan makanan bergizi seimbang.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar