Sukses

Benarkah Dehidrasi Bisa Picu Hipertensi?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai hal. Apakah dehidrasi merupakan salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit lain yang lebih berbahaya. Beberapa di antaranya termasuk penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Berbicara tentang hipertensi seakan tak ada habisnya. Kasus yang makin sering ditemukan membuatnya menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Diketahui bahwa gaya hidup tidak sehat, kurang olahraga, pola makan tinggi garam dan lemak, serta kebiasaan merokok merupakan cikal-bakal dari kondisi tekanan darah tinggi itu sendiri. Tak sekadar itu, para ahli bahkan berpendapat bahwa hipertensi juga turut dipengaruhi oleh dehidrasi.

Mengenal dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi di saat kadar cairan dalam tubuh lebih rendah dari yang seharusnya. Seseorang dapat mengalami kondisi ini akibat berbagai hal, di antaranya:

  • Asupan cairan yang rendah
  • Mengalami muntah atau diare yang berlebih
  • Mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak
  • Melakukan aktivitas di luar rumah saat cuaca sedang terik, dan lainnya

Seseorang yang dehidrasi akan menunjukkan tanda dan gejala yang khas, seperti badan lemas, mata tampak lebih cekung, buang air kecil berwarna pekat dan frekuensinya menjadi lebih jarang, kulit dan bibir yang terlihat kering atau pecah-pecah.

Hipertensi dan dehidrasi

Peningkatan tekanan darah sering ditemukan pada orang yang mengalami dehidrasi jangka panjang. Pasalnya, dehidrasi menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan sejumlah cairan, sehingga otak mengirimkan sebuah sinyal untuk melepaskan hormon vasopresin. Ini adalah hormon yang dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Karena kondisi ini, tekanan darah akan serta-merta mengalami peningkatan.

Tak hanya itu, kekeringan pada organ tubuh juga dapat menyebabkan volume darah yang bersirkulasi menjadi berkurang. Keadaan ini akan memengaruhi tekanan darah pada tubuh, karena volume darah yang berkurang membuat sirkulasi darah semakin sulit terjadi. Sebagai akibatnya, jantung akan bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh untuk memasok oksigen. Alhasil, untuk menjaga agar organ-organ tubuh tetap mendapatkan darah yang teroksigenasi walaupun jumlah cairan berkurang, tekanan pada pembuluh darah akan meningkat.

Bagaimana mencegahnya?

Agar dehidrasi tidak memicu hipertensi, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari. Perlu diketahui, kebutuhan cairan tersebut turut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas, jenis kelamin, berat badan, usia, kondisi cuaca, dan kondisi kesehatan tertentu.

Meski demikian, para ahli menganjurkan Anda untuk minum setidaknya delapan gelas air putih dalam sehari. Selain itu, terapkan juga gaya hidup sehat, berolahraga secara rutin dan teratur, mengonsumsi makanan sehat, bergizi seimbang dan rendah garam, hindari rokok, minuman beralkohol, cukup istirahat.

Pastikan pula Anda memeriksakan diri secara berkala ke dokter, untuk memantau kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan ini semua, dehidrasi, hipertensi, atau kondisi medis lainnya bisa dicegah dan diatasi dengan sebaik-baiknya.

[NB/ RVS]

 

1 Komentar