Sukses

Asam Lambung Naik, Bikin Badan Lemas?

Naiknya asam lambung dapat menyebabkan rasa begah, kembung, atau nyeri pada ulu hati. Apakah kondisi ini bisa membuat badan lemas juga?

Klikdokter.com, Jakarta Hampir setiap orang pasti pernah merasakan badan lemas. Rasa lemas tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya faktor kebiasaan atau gaya hidup dan faktor kesehatan akibat terdapatnya suatu penyakit yang mendasari. Dikatakan juga bahwa asam lambung naik juga bisa bikin badan lemas. Benarkah demikian?

Bila dilihat dari sisi gaya hidup, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami badan lemas. Mulai dari kurangnya waktu tidur pada malam hari, penggunaan obat-obatan terlarang, asupan alkohol yang berlebih, aktivitas fisik yang terlalu rendah atau terlalu berat, serta pola makan yang tidak sehat.

Sedangkan, dari sisi kesehatan, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan rasa lemas antara lain anemia, kanker, penyakit jantung, penyakit tiroid, depresi, dan serangkaian kondisi kesehatan lainnya.

Kaitan antara naiknya asam lambung dan badan lemas

Salah satu kondisi kesehatan yang juga dikaitkan dengan rasa lemas adalah gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini dapat terjadi akibat naiknya asam lambung ke esofagus, yang dikenal dengan istilah refluks.

Cairan lambung yang bersifat asam dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada permukaan esofagus, yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada ulu hati. Selain itu, GERD juga dapat menyebabkan keluhan lain, di antaranya adalah serdawa berlebihan dan batuk.

Mengapa GERD dapat menyebabkan badan terasa lemas? Salah satu hal yang diduga dapat menjadi pemicu dari rasa lemas ini adalah kurangnya waktu dan kualitas tidur pada orang yang mengalami kondisi ini.

Terdapatnya keluhan nyeri ulu hati dan sendawa berlebih pada GERD dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang berlebih, yang kemudian mengganggu tidur atau istirahat. Selain itu, pada posisi berbaring, orang yang mengalami GERD memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kenaikan isi lambung ke esofagus dibandingkan dengan posisi duduk atau berdiri.

Untuk menentukan diagnosis adanya GERD, dokter dapat melakukan wawancara medis untuk menanyakan keluhan yang dialami dan pemeriksaan fisis pada tubuh secara menyeluruh. Selain itu, beberapa pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis, di antaranya adalah pemeriksaan darah dan endoskopi bila diperlukan.

Apabila Anda terdiagnosis GERD, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengatasi keluhan serta mencegah terjadinya kenaikan asam lambung.

Lakukan ini untuk mencegah kambuhnya GERD

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah naiknya asam lambung adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari. Sebagai contoh, makanan yang pedas diketahui merupakan salah satu pemicu peningkatan produksi asam lambung. Selain itu, beberapa jenis makanan lain juga dapat menyebabkan hal yang sama, di antaranya buah-buahan citrus, cokelat, dan makanan tinggi lemak.

Sebagai tambahan, berolahraga secara rutin juga diketahui dapat menunjang fungsi pencernaan tubuh. Oleh sebab itu, setiap individu disarankan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 30–60 menit setiap harinya, dengan frekuensi minimal lima kali seminggu.

Selain karena karena asam lambung naik, perlu diingat bahwa keluhan badan lemas bisa disebabkan oleh beragam penyakit. Oleh sebab itu, apabila Anda merasakan badan lemas yang berkepanjangan, lebih baik konsultasikan keluhan ini dengan dokter. Dengan demikian, dapat diketahui penyebab dan penangangan yang sesuai dengan kondisi Anda.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar