Sukses

Tips Sederhana Hindari Asam Lambung Naik

Asam lambung naik bisa terjadi secara tiba-tiba. Lakukan tips berikut ini untuk menghindarinya.

Klikdokter.com, Jakarta Naiknya asam lambung merupakan kondisi yang bisa terjadi secara tiba-tiba yang penyebabnya beragam. Jika asam lambung naik ini terjadi terus menerus atau tidak ditangani, maka dapat terjadi gastroesophageal reflux disease (GERD).

Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, rasa ingin muntah, nyeri ulu hati, dan mulut terasa asam. Bagi yang pernah merasakannya, pastinya tak nyaman, ya? Agar tak berulang, ada beberapa tips untuk menghindari kenaikan asam lambung.

GERD merupakan gangguan pencernaan yang memengaruhi sfingter esofagus bagian bawah, yaitu cincin otot antara esofagus dan lambung, yang mengakibatkan kembali mengalirnya isi lambung ke kerongkongan. Gangguan ini sering dialami banyak orang, terutama wanita hamil.

Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan naiknya asam lambung, antara lain:

  • Kelebihan berat badan
  • Menonjolnya beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD
  • Merokok
  • Mulut kering
  • Asma
  • Diabetes
  • Pengosongan perut yang tertunda
  • Gangguan jaringan ikat seperti skleroderma

Ditambahkan oleh Jacqueline L. Wolf, M.D, wakil profesor kedokteran dari Harvard Medical School kepada Healthline, gangguan pola makan (eating disorder) seperti anoreksia dan bulimia nervosa, turut berkontribusi terhadap beberapa kasus GERD.

 

1 dari 2 halaman

Tips Agar Terhindar Dari Asam Lambung Naik

Penyakit ini dapat dikontrol agar tak sering kambuh. Jika keluhan asam lambung naik bukanlah hal yang asing bagi Anda, ada beberapa tips sederhana yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari naiknya asam lambung. Apa saja?

  1. Posisikan tubuh setelah makan

“Daripada duduk berselonjor, berdirilah sesudah makan agar dapat membantu makanan dan asam lambung tetap berada di lambung dan tidak mengalir kembali ke tenggorokan,” kata dr. Nadia Octavia kepada KlikDokter. Lambung dan isinya akan sangat mudah mengalami regurgitasi (keadaan cairan yang naik ke lambung) jika Anda berbaring persis setelah makan.

Anda dianjurkan untuk tidak langsung tiduran, paling tidak 2–3 jam setalah makan. Hal ini berhubungan dengan efek grafitasi, yang mana dapat membantu menghindari risiko asam lambung meningkat.

  1. Minum air putih

Berdasarkan penjelasan dari dr. Nadia, dengan minum air putih, air akan bekerja lebih cepat untuk meningkatkan kadar pH di dalam usus, sehingga dapat mengurangi gejala GERD.

“Pada prinsipnya cairan dapat membantu ‘membilas’ cairan asam lambung dan menetralisir keasaman yang terjadi. Beberapa literatur menganjurkan Anda untuk minum sebelum makan, bukan saat makan. Ini karena minum saat makan dikhawatirkan dapat memperparah gejala GERD.

  1. Tarik napas dalam-dalam

Menarik napas dalam-dalam dapat membantu menurunkan kadar udara yang ditelan sekaligus menguatkan otot-otot yang mengelilingi sfingter esofagus bagian bawah, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya refluks. Lakukan ini secara rutin untuk membantu Anda menekan angka kejadian asam lambung naik.

  1. Mengunyah permen karet

Permen karet tak hanya dapat membantu mengatasi bau mulut, tapi juga mencegah GERD. Dalam kasus ini, bukan permen karet yang berkhasiat, tapi lebih aktivitas mengunyah.

“Dengan mengunyah permen karet, akan terjadi peningkatan produksi air liur (alkaline saliva) yang dapat berfungsi untuk menetralisir asam lambung dan menekan risiko kejadian regurgitasi,” dr. Nadia menjelaskan.

  1. Hindari makanan pemicu naiknya asam lambung

Jika ada sering mengalami kenaikan asam lambung atau berisiko terkena GERD, hindari makanan dan minuman ini:

  • Kopi
  • Cokelat
  • Minuman bersoda
  • Minuman beralkohol
  • Daging
  • Makanan yang berlemak
  • Makanan asam

Gejala naiknya asam lambung dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Bersumber dari Healthline, lebih baik konsumsi makanan seperti:

  • Sayuran. Sayuran secara natural rendah lemak dan gula, dan dapat mengurangi asam lambung. Sertakan buncis, brokoli, asparagus, kembang kol, sayuran hijau, kentang, atau timun ke dalam menu harian Anda.
  • Jahe. Jahe memiliki properti antiinflamasi dan obat alami heartburn dan masalah gastrointestinal lainnya.
  • Oatmeal. Jenis biji-bijian utuh (whole grain) ini kaya akan serat. Oatmeal dapat menyerap asam di dalam perut dan mengurangi gejala asam lambung naik.
  • Buah-buahan non-citrus alias yang tidak asam seperti pisang, melon, apel, pir.
  • Daging rendah lemak seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut dapat mengurangi gejala naiknya asam lambung. Daripada digoreng, masaklah daging dengan cara memanggang (baik dengan teknik broil, grill, atau roast), dikukus, atau direbus.
  • Konsumsi putih telur dibanding kuning telur. Kuning telur mengandung lemak yan tinggi dapat memicu gejala naiknya asam lambung.
  • Pilih lemak sehat yang bersumber dari alpukat, walnut, flaxseed, minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak bunga matahari. Kurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans.
  1. Ubah pola makan

Juga dari KlikDokter, dr. Ellen Theodora menyarankan Anda untuk makan sesuai jadwal. Hindari juga makan terlalu cepat dan kebiasaan ngemil sebelum waktunya tidur malam.

Dilansir dari laman Everyday Health, perhatikan juga porsi makanan Anda. Makan dengan porsi terlalu besar membuat perut penuh dan dapat memberikan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, sehingga risiko naiknya asam lambung atau kambuhya GERD lebih tinggi.

  1. Modifikasi gaya hidup

Menerapkan gaya hidup sehat adalah cara paling efektif untuk mencegah naiknya asam lambung. Untuk itu, Anda harus mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, berolahraga setidaknya 2 kali seminggu dengan durasi 15-30 menit, istirahat cukup, kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol, serta kelola stress dengan baik.

Seperti yang sudah disebutkan, kelebihan berat badan adalah salah satu kondisi yang dapat memicu naiknya asam lambung. Oleh karena itu, berusahalah untuk mendapatkan berat badan seimbang untuk menurunkan risiko terjadinya GERD.

Lakukan langkah-langkah sederhana di atas untuk menghindari dan mengatasi asam lambung naik. Selain dengan menghindari faktor-faktor pencetus, lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter jika kekambuhan naiknya asam lambung terjadi terlalu sering atau gejala yang dirasakan intens.

(RH)

1 Komentar