Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cara Tepat Menghadapi Anak Batita yang Selalu Berkata “Tidak”

Cara Tepat Menghadapi Anak Batita yang Selalu Berkata “Tidak”

Punya anak batita yang sering bilang “tidak”? Jangan buru-buru emosi, lakukan cara ini untuk mengatasi anak yang suka membantah orang tua.

Apakah si Kecil sering berkata “tidak” saat Anda memberikan suatu instruksi? Jika ya, mungkin saja ia sedang berada dalam fase “melawan”. Tenang, kebiasaan anak selalu bilang “tidak” bukanlah sesuatu yang perlu Anda khawatirkan secara berlebihan.

Faktanya, kebiasaan anak selalu bilang “tidak” merupakan hal yang normal dan pasti dialami oleh siapa saja. Kondisi ini disebut toddler refusal syndrome dan merupakan bagian dari fase perkembangan anak.

Berikut ini adalah 4 tahapan perkembangan anak yang wajib orang tua ketahui:

  1. Perkembangan fisik. 
  2. Perkembangan kognitif. 
  3. Perkembangan bahasa.
  4. Perkembangan sosio-emosional.

iNah, toddler refusal syndrome termasuk ke dalam perkembangan sosio-emosional. Pada fase ini, kebiasaan anak selalu bilang “tidak” dilakukan karena mereka telah menyadari akan keinginannya sendiri sehingga ingin mengungkapkannya.

Meski tergolong sebagai hal normal, kebiasaan anak yang selalu bilang “tidak” sebaiknya tetap disiasati agar tidak memicu emosi. Anda tidak ingin hubungan dengan si Kecil mengalami kerenggangan gara-gara sering mendapat penolakan, bukan?

Artikel Lainnya: Pentingnya Fase Anak Berkata “Tidak” pada Perkembangannya

1 dari 2 halaman

Tips Mengatasi Anak yang Suka Membantah Orang Tua

Hal pertama yang wajib dilakukan untuk menangani anak suka membantah adalah dengan tidak mendebatnya. Sebab ujung-ujungnya, semua pertentangan yang ada akan diakhiri dengan tangisan, baik dari sisi Anda maupun si Kecil. 

Oleh sebab itu, lebih baik lakukan trik berikut ini dalam mengatasi anak yang suka membantah orang tua.

  1. Beri Tanggung Jawab dengan Menawarkan Pilihan

Berikan si Kecil dua pilihan, di mana keduanya tidak menjadi masalah bagi Anda. Sebagai contoh, Anda bisa tawarkan, “Anto, kamu mau telur atau nasi untuk sarapan? Minumnya mau susu atau yoghurt?” Cara ini dapat membantu Anda menghindari kata “tidak” dari si Kecil sejak awal.

Anda dapat menggunakan cara tersebut untuk mengatasi semua hal terkait rutinitas sehari-hari, mulai dari pemilihan pakaian, makanan, permainan, dan sebagainya. 

Variasikan pilihan yang diberikan, agar Anda dan si Kecil tidak menemukan kebosanan dalam pelaksanaannya.

Lantas, bagaimana bila si Kecil tidak bisa memutuskan? Anda bisa memberikannya peringatan dengan mengatakan, “Mama hitung ya, dari satu sampai sepuluh, setelah itu kamu harus memilih. Atau, Mama yang pilihkan untuk kamu.”

Biasanya, anak akan segera membuat keputusan setelah Anda mulai berhitung mundur. Meski cukup efektif, cara ini sebaiknya hanya digunakan sebagai upaya terakhir bila cara-cara lain sudah tidak mempan.

Artikel Lainnya: Stimulasi Bicara pada Anak

  1. Ajarkan si Kecil Cara Merespons

Salah satu alasan si Kecil sering berkata “tidak” adalah karena ia tidak tahu kata lain untuk menolak hal yang ditawarkan. 

Oleh sebab itu, bantu ia memperbanyak kosakata dengan mengajaknya ke dalam sebuah permainan tanya-jawab.

Misalnya, “Apa lawan dari kata ‘tidak’?” (Tentu saja, “ya”). “Kata apa yang berada di antara ‘tidak’ dan ‘ya’?” (jawabannya adalah “mungkin”, “barangkali”, dan “bisa jadi”). 

Pertanyaan selanjutnya, “Apa cara yang lebih baik untuk mengatakan ‘tidak’?” (jawabannya “Tidak, terima kasih”).

  1. Buat Anak Agar Jangan Langsung Berkata “Tidak”

Anda dapat mengurangi respons “tidak” dari si Kecil dengan mengondisikannya terlebih dahulu. Anda bisa mulai dengan candaan seperti, “Anto, kalau anjingnya Mama kasih makan nasi, dimakan tidak, ya?”

Bila si Kecil menjawab “Ya!” segera lanjutkan dengan bertanya, “Nah, kalau kamu mau makan nasi atau tidak?” Pada titik ini, bisa saja si Kecil kemudian berhenti menolak untuk makan.

Artikel Lainnya: Ibu Anemia Rentan Melahirkan Anak Stunting

  1. Kurangi Penggunaan Kata “Tidak”

 

Alasan lain si Kecil kerap melawan mungkin karena ia sering mendengar kata “tidak” dalam kesehariannya. 

Bila ini akar masalahnya, Anda harus mengurangi penggunaan kata tersebut dan gunakan alternatifnya sebisa mungkin.

Anda bisa mengganti kata “tidak” dengan frase yang lebih spesifik untuk suatu situasi. Misalnya, “Main di tangga berbahaya, Anto. Ayo kita mainnya di karpet saja.” 

Di saat anak menolak dengan berteriak, Anda dapat menyampaikan, “Ayo, bagaimana cara bicara yang baik?”

  1. Coba Strategi Pura-pura Mengabaikan

Melalui cara ini, Anda diminta untuk mengabaikan perilaku yang tidak diinginkan sembari mengalihkan perhatian ke tempat lain. 

Perlu diingat bahwa cara ini mungkin tidak berhasil saat anak mengalami tantrum di muka umum. Namun, cara ini dapat membantu perubahannya dalam jangka panjang.

Artikel Lainnya: Time-Out, Metode Mendisiplinkan Anak yang Patut Dicoba

  1. Jangan Langsung Bereaksi

Bila anak sedang mengalami tantrum, hindari tawar-menawar atau memaksanya berhenti. Anda hanya perlu diam sesaat untuk meredakan situasi. 

Setelah itu, segera tinggalkan situasi tersebut dan lanjutkan dengan melakukan aktivitas yang lain.

  1. Alihkan Perhatiannya

Bila cara-cara lain belum berhasil, alihkan dengan permainan, misalnya seperti petak umpet. Tak perlu malu untuk terlihat konyol di depan anak. 

Si Kecil akan tertawa melihat kekonyolan dan kelucuan Anda, dan segera lupa dengan situasi sebelumnya. Anda pun akhirnya tidak jadi marah atau emosi.

Artikel Lainnya: Pentingnya Mengajarkan Anak Meminta Maaf Sejak Dini

  1. Biarkan si Kecil Membantu Anda

 

Batita ingin sekali menjadi seperti orang dewasa. Untuk memenuhi keinginannya, buat dirinya merasa dianggap penting dengan diberikan tanggung jawab. Ia pun akan merasa senang saat berhasil menyelesaikannya.

Anda bisa memberikan tanggung jawab yang ringan dan mudah, seperti membantu memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci, menjemur baju atau mencuci piring makannya sendiri. 

Nantinya, Anda akan sering melihat si Kecil tersenyum lebar dan menyambut baik permintaan tolong yang ditujukkan padanya.

Bantuan yang diberikan si Kecil mungkin hanya berlangsung singkat, tetapi itu sudah cukup untuk membuat semuanya senang dan bangga.

  1. Sesekali Penuhi Permintaan si Kecil

Untuk hal-hal yang berbahaya dan prinsipil, Anda tetap harus konsisten mengatakan “tidak”. 

Namun, bila itu bukan sesuatu yang esensial, seperti saat anak tidak mau memakai baju yang Anda pilihkan untuknya, biarkan saja. 

Dalam kasus tersebut, akan lebih baik jika Anda mengizinkan si Kecil yang memilih. Dengan demikian, anak akan merasa memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri sehingga kekesalannya pun akan hilang.

Artikel Lainnya: Cara Cerdas Menghadapi Anak Tantrum

  1. Berikan Contoh yang Baik

Anak akan selalu meniru perilaku orang tua. Jadi, jika si Kecil sering melihat Anda membentak orang lain, tentu saja dia akan melakukan hal yang sama. 

Karena itu, Anda sebagai orang tua wajib bisa mengendalikan sikap dan memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak.

Sekesal apapun Anda dengan situasi yang dihadapi, tetaplah ingat untuk selalu menjaga wibawa dan otoritas. 

Meski begitu, jangan pernah malu untuk meminta maaf pada si Kecil jika Anda sempat berkata-kata atau berperilaku yang tidak semestinya. 

Sekarang Anda sudah tak bingung lagi dalam menangani anak suka membantah, bukan? Tetap ingat untuk mengendalikan emosi, karena fase ini akan ‘sembuh’ dengan sendirinya.

Apabila Anda menemukan kendala dalam menangani anak suka membantah, jangan sungkan untuk bertanya langsung pada dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis, lho!

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar