Sukses

Awas, Kadar Estrogen Tinggi pada Pria Rentan Picu Migrain!

Berdasarkan penelitian, pria yang memiliki kadar estrogen tinggi rentan terkena migrain. Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kadar estrogen setiap orang umumnya berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh. Pada pria, jika jumlahnya berlebihan, dapat berisiko menyebabkan migrain atau sakit kepala sebelah.

Estrogen adalah sekelompok senyawa steroid alias hormon yang terdapat dalam tubuh pria dan wanita, meski lebih banyak berada pada tubuh wanita. Hormon estrogen mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, seperti payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium maupun pengaturan siklus haid.

Meski didominasi pada wanita, pria juga memiliki hormon ini, namun dalam taraf rendah. Beberapa pria ada yang memiliki kadar estrogen tinggi dan hal tersebut bukanlah kondisi yang baik.

“Kadar estrogen yang tinggi pada pria dapat meningkatkan risiko kanker payudara,” ujar dr. Suci Dwi Putri dari KlikDokter.

Beberapa kasus pria yang memiliki payudara besar juga disinyalir memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi. Namun, berdasarkan sebuah penelitian yang dilansir dari Healthline.com, seorang pria dengan kadar estrogen tinggi juga rentan terkena migrain.

Migrain pada pria dengan kadar estrogen tinggi    

Selain sakit kepala ringan, migrain dapat melibatkan rasa mual hingga penglihatan kabur. Meski tingkat keparahan dan gejalanya bervariasi, migrain adalah penyakit yang serius dan melumpuhkan kurang lebih 1 miliar orang di seluruh dunia.

Sementara wanita dua kali lebih mungkin menderita migrain, konon peningkatan kadar hormon estrogen pada pria turut berperan menimbulkan penyakit tersebut.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menunjukkan bahwa kadar hormon pada pria, terutama keseimbangan testosteron dan estrogen, dapat berkontribusi pada kemungkinan terjadinya migrain.

Menurut Dr. W. P. J. van Oosterhout, dari Departemen Neurologi di Leiden University Medical Center Belanda, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat estrogen dapat memengaruhi keparahan migrain wanita. Namun, setelah dikaji lebih jauh, kaitan migrain dan kadar estrogen bisa juga merujuk pada pria.

"Penelitian kami menemukan kaitan antara peningkatan kadar estrogen dan tingkat testosteron yang lebih rendah pada pria dengan penyakit migrain," kata van Oosterhout.

Para peneliti mempelajari 17 pria dengan usia rata-rata 47 tahun yang mengalami migrain sekitar tiga kali dalam sebulan dan membandingkannya dengan 22 pria tanpa migrain. Mereka menguji darah setiap partisipan untuk memantau kadar estrogen.

Dari penelitian tersebut berhasil ditemukan bahwa pria dengan penyakit migrain memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi, meskipun kadar testosteron kedua kelompok tersebut sama.

Pada wanita sendiri sudah terbukti bahwa perubahan hormonal seperti penurunan estrogen sebelum atau selama menstruasi dapat memicu migrain.

Tips mengatasi migrain yang menyerang

Bagi Anda para pria yang mengalami migrain seperti di atas, periksakan kadar hormon estrogen Anda dengan melakukan konsultasi bersama dokter yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tertentu. Namun saat migrain menyerang, segeralah minum obat penurun rasa sakit atau melakukan solusi alternatif lainnya.

“Selain obat-obatan, terdapat terapi alternatif yang dapat mengurangi migrain, seperti akupunktur, terapi pijat, dan psikoterapi. Suplemen seperti vitamin B2, coenzyme Q10, dan magnesium juga dapat mencegah frekuensi migrain yang terjadi,” kata dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Meski pria dengan kadar estrogen tinggi rentan terkena migrain, namun kaum wanita juga harus tetap waspada. Tangani migrain dengan berobat pada ahlinya, terapkan hidup sehat, serta jauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol. Jika migrain yang Anda rasakan tidak kunjung sembuh, segera periksa ke dokter.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar