Sukses

Anda Kecanduan Makanan? Ini Solusinya!

Kecanduan makanan bisa jadi masalah yang serius karena berisiko menyebabkan obesitas. Bila Anda mengalaminya, atasi dengan cara berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kecanduan makanan bisa dialami oleh siapa saja. Seseorang bisa mengalami kecanduan makanan karena  banyak faktor. Beberapa hal yang memengaruhi kondisi tersebut adalah adanya hasrat yang tak terbendung, kelainan tubuh tertentu, hingga kandungan pada makanan yang adiktif.

Anda yang mengalami kecanduan makanan tertentu biasanya akan merasa kesulitan saat mencoba untuk menghindarinya. Pada dasarnya, orang cenderung mengidamkan makanan tertentu saat otak mengirimkan sinyal, bahwa tubuh meminta asupan makanan tersebut.

Bagaimana seseorang bisa kecanduan makanan?

Sebenarnya, pikiran rasional manusia menyadari bahwa kecanduan makanan itu tidak sehat. Sayangnya, beberapa bagian lain dari otak terus memicu keinginan yang menggebu-gebu untuk makan lagi. Beberapa orang tidak memiliki masalah ini, sementara yang lain tampak tak memiliki kontrol apa pun.

Dilansir dari Healthline.com, beberapa makanan seperti junk food merangsang sistem hadiah di otak dengan cara yang sama seperti kokain. Bagi orang-orang tertentu, makan junk food dapat menyebabkan kecanduan layaknya pengguna narkotika.

Ada sistem di otak Anda yang disebut sistem penghargaan. Sistem ini dirancang untuk memberi imbalan ketika melakukan hal-hal yang mendorong kelangsungan hidup, contohnya makan.

Ketika makan, otak akan menganggap bahwa Anda melakukan sesuatu yang benar. Kondisi ini menyebabkan otak melepaskan sekelompok zat kimia termasuk neurotransmitter dopamine yang ditafsirkan oleh otak sebagai kesenangan. 

Karena zat kimia tersebutlah seseorang dapat tergoda dengan beberapa jenis makanan. Kendalikan diri Anda dengan menjalankan gaya hidup dan konsumsi menu makanan sehat bergizi.

1 dari 3 halaman

Tanda-tanda Anda kecanduan makanan

Kecanduan makanan tentu tidak baik bagi kesehatan tubuh Anda. Ada beragam efek negatif terhadap kesehatan ketika seseorang sudah mulai berlebihan dalam mengonsumsi makanan (atau minuman) tertentu. Untuk mengetahui apakah Anda termasuk yang kecanduan makanan, Anda perlu mengenali sejumlah gejalanya.

Dilansir dari Liputan6.com, berikut ini adalah 6 tanda Anda mengalami kondisi tersebut:

  • Muncul hasrat ingin mengonsumsi jenis makanan tertentu, meskipun sebenarnya Anda sudah kenyang dan cukup makanan bergizi.
  • Ketika akhirnya mengonsumsi makanan tersebut, Anda sulit untuk berhenti mengunyah. Anda tidak bisa mengendalikan rasa ingin makan terus.
  • Muncul rasa bersalah telah mengonsumsi makanan tersebut. Tetapi, keesokan harinya Anda memakannya lagi dan lagi.
  • Benak Anda terus mencari pembenaran kenapa masih boleh memakannya. Misalnya, "kan sedang deadline", "butuh mood booster", "hanya sekali-kali saja", dan segudang alasan lainnya.
  • Berulang kali Anda berusaha untuk menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan yang menyebabkan kecanduan, tapi tidak pernah berhasil.
  • Anda tidak mampu mengontrol porsi makan meskipun tahu bahwa makanan tersebut bisa membahayakan kesehatan.
2 dari 3 halaman

Mengatasi kecanduan makanan

Saat kecanduan makanan, organ pencernaan dapat terganggu dan menyebabkan Anda harus beristirahat di rumah. Agar tidak salah kaprah, Anda dapat mengatasi kecanduan makanan dengan cara berikut:

1. Tidur lebih panjang

Kecanduan makanan dapat dipicu oleh kurangnya waktu istirahat. Karena nafsu makan sangat dipengaruhi oleh hormon yang melonjak akibat kurang istirahat. Itulah sebabnya ketika kurang tidur, tubuh akan lebih mudah merasa lapar. Oleh karena itu, istirahatlah dengan cukup, bahkan lebih panjang, demi mengatasi tabiat kecanduan makanan.

2. Konsumsi lebih banyak protein

Menambahkan lebih banyak protein pada menu makan sangat berguna untuk mengurangi nafsu makan. Jika mengonsumsi protein sebanyak 25 persen dari total kalori, Anda dapat mengurangi kecanduan makanan hingga 60 persen.

Selain itu, dengan mengonsumsi lebih banyak protein, Anda dapat mengurangi keinginan untuk menyantap makanan ringan di malam hari sebanyak 50 persen.

3. Hindari stres

Stres sering disebut-sebut sebagai penyebab kecanduan makanan manis. Sebagian besar wanita kerap melampiaskan rasa stresnya dengan menyantap banyak makanan manis yang tinggi kalori, dan pada akhirnya mengalami kecanduan.

Ketika Anda mengalami stres, hormon kortisol dalam darah akan meningkat. Hormon inilah yang akan membuat berat badan Anda meningkat. Oleh sebab itu, hindari stres agar Anda tidak kecanduan makanan manis.

Kecanduan makanan bisa jadi hal buruk. Untuk menghindarinya, kenali tanda-tanda kecanduan makanan dan lakukan langkah-langkah preventif di atas. Agar upaya Anda lebih efektif, susun menu makan sehat atau diet agar pola asupan Anda sehari-hari dapat terkontrol.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar