Sukses

Efek Negatif Brexting, Kebiasaan Menyusui sambil Bermain Gawai

Menyusui sambil bermain gawai atau brexting, dapat mendatangkan sejumlah kerugian. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang tua tentu ingin selalu memberikan yang terbaik bagi sang buah hati. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk hal itu adalah menyusui secara eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga usia dua tahun, dengan didampingi makanan pendamping ASI (MPASI). Namun, belakangan ini, semakin banyak ibu yang menyusui bayinya sambil memainkai gawai. Fenomena ini disebut dengan brexting.

Brexting merupakan gabungan dari dua istilah, yaitu breastfeeding dan texting. Sebagaimana namanya, brexting adalah fenomena dimana ibu asyik bermain dengan ponselnya selama memberikan ASI pada bayi.

Memang, di era serba digital seperti sekarang pemandangan tersebut terasa tak asing. Sebagian besar ibu menyusui yang ditemui pasti pernah melakukan brexting, sehingga tampak seperti hal yang wajar-wajar saja. Padahal, brexting mempunyai konsekuensi yang cukup serius, terutama terhadap hubungan ibu dan anak.

Efek negatif brexting

Saat bayi menyusu, ia akan banyak memandang ibunya. Momen ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mulai memberikan stimulasi padanya. Berbicara, bernyanyi, mengelus, atau mengusap punggung dan kepala bayi merupakan bentuk-bentuk stimulasi sederhana namun sangat penting bagi tumbuh kembangnya.

Selain itu, bayi juga mendapat rasa aman dan nyaman ketika ia menyusu dan berinteraksi dengan ibunya. Ketika sedang menyusu, bayi pun akan mengirimkan banyak pesan, seperti rasa kenyang, haus, lapar, dan sebagainya yang perlu direspons oleh ibu.

Bila sibuk bermain ponsel saat menyusui, ibu dapat kehilangan momen-momen penting tersebut. Sebagai analogi, ketika sedang berbicara dengan seseorang, Anda tentu ingin lawan bicara memperhatikan dan merespons. Bila lawan bicara tidak melakukan itu, pasti ada rasa kesal tersendiri dalam diri Anda.

Demikian pula dengan bayi. Ketika ibu sibuk melihat layar gawai selama menyusui, ia melewatkan berbagai pesan yang dikirimkan oleh bayi. Di samping itu, sang ibu juga melewatkan kesempatan untuk memberikan stimulasi yang begitu penting bagi bayi. Akibatnya, ikatan antara ibu dan bayi pun tidak dapat terbangun dengan optimal. Padahal, minggu dan bulan-bulan pertama kehidupan adalah masa yang sangat penting bagi bayi untuk membangun hubungan yang erat dengan ibunya. Para pakar bahkan menyatakan bahwa brexting dapat menimbulkan gangguan cemas pada bayi di masa depan karena kurangnya rasa aman yang ia dapatkan dari ibunya.

Tak sekadar itu, fenomena brexting juga menyebabkan gangguan proses menyusui. Saat memperhatikan ponsel, ibu tidak bisa melihat apakan proses menyusui berjalan dengan baik. Apakah perlekatan mulut bayi ke payudara sudah tepat, apakah posisi bayi sudah nyaman, apakah bayi benar-benar menyusu atau tidak, dan sebagainya. Bukan tidak mungkin, brexting malah menyebabkan gangguan produksi ASI dan proses menyusui menjadi tidak efektif.

Bagaimana solusinya?

Apakah ibu menyusui sama sekali tidak boleh memegang ponsel? Tentu tidak. Beberapa ibu merasa lelah dan mengantuk saat menyusui, terutama sesi menyusui di malam hari. Sebagian ibu yang lain merasakan nyeri saat menyusui akibat puting yang lecet dan sebagainya.

Melihat ponsel dapat membantu ibu merasa lebih nyaman melewati masa-masa sulit saat menyusui. Di malam hari, melihat lini masa jejaring sosial akan membuat ibu tetap terjaga ketika menyusui bayinya. Hal tersebut boleh dilakukan saat bayi menyusui sambil tertidur.

Jadi, brexting memiliki kerugian dan manfaat tersendiri. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bijak menggunakan gawai. Saat bayi tertidur, Anda boleh bermain ponsel. Namun, bila bayi sudah bangun, letakkan ponsel Anda dan manfaatkan waktu untuk berkomunikasi dengannya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar