Sukses

Berkenalan dengan Brexting, si Pengganggu Ikatan Ibu dan Bayi

Brexting, kegiatan sederhana yang dapat merusak ikatan ibu dan bayi saat menyusui. Apakah Anda juga melakukannya?

Klikdokter.com, Jakarta Sejak pertama kemunculannya, gawai menjadi sangat diminati. Banyak orang yang saat ini bahkan tidak bisa lepas dari ponselnya. Tak terkecuali dengan para ibu menyusui. Ketergantungan terhadap ponsel membuat para ibu muda merasa tetap harus menggenggam ponselnya, termasuk saat menyusui atau brexting. Tanpa disadari, hal ini akan berefek terhadap si Kecil.

Apa itu brexting?

Brexting adalah istilah yang menggabungkan dua hal, yaitu breastfeeding dan texting. Sebagaimana namanya, brexting merupakan sebuah fenomena dimana ibu berselancar di dunia maya menggunakan ponsel sambil menyusui bayinya. Hal tersebut tentu bukan pemandangan yang asing lagi saat ini. Banyak orang menganggap aktivitas ini biasa saja dan wajar. Nyatanya, brexting memiliki sejumlah konsekuensi terhadap ikatan ibu dan bayi.

Di minggu-minggu awal kehidupannya, bayi memerlukan respons dari ibunya. Ia juga mendapat rasa aman melalui pandangan dan dekapan ibunya. Selain itu, bentuk stimulasi paling dasar yang dapat diberikan pada bayi adalah melihat dan berbicara dengannya. Hal-hal tersebut dapat ia peroleh saat menyusu langsung pada ibunya.

Bila ibu terlalu sibuk bermain ponsel saat menyusui, maka ibu berpotensi kehilangan banyak momen penting bersama bayinya, terutama dalam membangun ikatan. Sama halnya ketika Anda sedang bicara tetapi lawan bicara tidak melihat ke arah Anda, atau malah sibuk dengan hal lain, tentu akan terasa nyaman. Demikian pula yang dirasakan bayi.

Saat sedang menyusu, bayi akan mengirimkan pesan bahwa ia lapar atau ia sudah kenyang atau ia sulit menelan, dan sebagainya. Ibu yang terus-menerus melihat ke layar gawai akan melewatkan pesan tersebut dan pada akhirnya ikatan antara ibu dan bayi pun kurang terbangun. Padahal, waktu menyusui adalah kesempatan yang paling baik untuk meningkatkan kualitas hubungan ibu dan bayi.

Para ahli bahkan menyatakan bahwa brexting dapat berpotensi menimbulkan gangguan cemas pada bayi saat ia dewasa karena kurang mendapat rasa aman dari ibunya.

Selain itu, bila ibu terlalu fokus bermain ponsel saat menyusui, ia juga tidak bisa memperhatikan apakah posisi menyusui sudah tepat, apakah mulut bayi sudah melekat sempurna di payudara, apakah bayi benar-benar menyusui secara efektif, dan sebagainya. Tidak jarang proses menyusui menjadi tidak efektif dan gangguan produksi ASI terjadi karena fenomena brexting tersebut.

Meski demikian, bukan berarti ibu sama sekali tidak boleh menggunakan ponsel selama menyusui. Bagi ibu baru, proses menyusui bisa terasa sangat menyiksa karena puting yang terasa nyeri. Bagi beberapa yang lain, menyusui dapat sangat melelahkan dan menyebabkan rasa kantuk yang luar biasa, terutama sesi menyusui di malam hari.

Pada kondisi-kondisi tersebut, brexting dapat dilakukan untuk membantu ibu tetap terjaga. Selain itu, ibu juga diperbolehkan bermain ponsel ketika bayi tidur di sela waktu menyusui. Namun, bila bayi sedang bangun, tinggalkan ponsel Anda dan berkomunikasilah dengannya. Anda bisa mengajaknya bicara, mengelusnya, bernyanyi untuknya. Tindakan-tindakan tersebut dapat berdampak besar untuk menambah keeratan ikatan antara Anda dan bayi.

Hidup tanpa ponsel di era serba digital ini memang sulit. Namun, jangan sampai ketergantungan Anda terhadap ponsel berujung pada brexting dan merusak ikatan antara Anda dan bayi. Gunakanlah ponsel Anda secara bijak. Saat bayi sedang bangun, perbanyaklah komunikasi dengannya sebagai bentuk stimulasi. Anda dapat kembali menggunaan ponsel setelah ia tertidur.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar