Sukses

Amankah Mengonsumsi Suplemen Penurun Kolesterol?

Kolesterol yang tinggi sering kali menjadi masalah bagi banyak orang. Kenali cara menurunkan dan mencegah kolesterol dengan lengkap di sini.

Kolesterol adalah lemak yang memiliki sejumlah fungsi penting di dalam tubuh. Tapi, saat kadarnya terlalu tinggi—terutama karena asupan tidak seimbang—berisiko munculnya penyakit. Seperti, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, dan hipertensi.

Untuk mencegah kolesterol tinggi, sebagian orang lantas memilih mengonsumsi suplemen penurun kolesterol. Apakah cara ini aman?

 

1 dari 4 halaman

Makan Suplemen Penurun Kolesterol, Amankah?

Dewasa ini, sudah banyak tersedia obat atau suplemen untuk mengelola kadar kolesterol dalam darah. Suplemen penurun kolesterol dan trigliserida tersebut sekaligus memiliki fungsi menurunkan angka kejadian penyakit jantung dan risiko kematian.

Bila sudah didiagnosis hiperkolesterolemia atau memiliki kadar kolesterol tinggi, Anda dapat menggunakan beberapa suplemen tambahan, atas seizin dokter.

Selain itu, pilihlah suplemen yang memang terbukti secara medis dapat menurunkan kolesterol dengan pemakaian teratur. Jangan menggunakan suplemen yang belum ada bukti atau jurnal medisnya.

Artikel lainnya: Kolesterol Naik Usai Liburan? Konsumsi Minuman Ini!

Berikut beberapa suplemen penurun kolesterol yang telah teruji memiliki kemampuan yang baik.

  • Minyak ikan

Asam lemak omega-3 telah terbukti menurunkan kadar trigliserida. American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi ikan “berlemak” yang tidak digoreng, seperti salmon, ikan teri, makarel, tuna, serta sarden, setidaknya dua kali seminggu.

Bila kesulitan mendapatkan ikan yang telah disebutkan, Anda bisa mengonsumi suplemen omega-3 dalam bentuk kapsul bening. Ingat, konsultasikan terlebih dahulu untuk dosisnya dengan dokter, karena itu akan sangat bergantung dengan kadar kolesterol dalam darah.

  • Serat

Salah satu elemen yang sering dilupakan dalam upaya menurunkan kadar kolesterol adalah serat. Serat mampu menurunkan trigliserida dan kolesterol total, terutama pada pengidap diabetes mellitus tipe 2.

Anda harus mendapatkan kebutuhan serat dari buah dan sayuran, serta gandum utuh. Namun, bila kolesterol amat tinggi meski sudah diet rendah lemak, mungkin psyllium atau serat yang larut dalam air dapat membantu.

Namun, saat mengonsumsinya, Anda harus mengingat untuk konsumsi air putih lebih banyak agar tidak menimbulkan sembelit, dan atau justru buang air besar lebih sering, seperti yang diakibatkan oleh serat pada umumnya.

Artikel lainnya: Kolesterol Tinggi, Kapan Harus Minum Obat?

  • Suplemen protein kedelai

Meskipun tidak memiliki kemampuan sebesar omega-3 dan serat, kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.

Dibandingkan protein hewani, seperti daging dan susu kaya lemak, konsumsi protein kedelai dari tahu dan tempe, misalnya, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

Bila Anda mengonsumsi suplemen penurun kolesterol LDL di atas, ikuti anjuran dokter Anda, dan tanyakan bila ada instruksi yang kurang jelas. Hindari menghentikan konsumsi obat apa pun sebelum berkonsultasi dengan dokter.  

2 dari 4 halaman

Tips Menurunkan Kadar Kolesterol

Konsumsi suplemen penurun kolesterol sesuai petunjuk dokter memang adalah salah satu jalan untuk menurunkan kolesterol. Tapi rupanya itu bukan satu-satunya jalan! Berikut beberapa cara menurunkan kolesterol:

  1. Ubah Pola Diet Anda

Makanan yang tidak seimbang adalah salah satu penyumbang terbesar bagi kenaikan kadar lemak darah. Karena itu, segera ubah pola makan Anda.

Pilih makanan rendah akan lemak jenuh dan lemak trans. Sebaliknya, perbanyak makan buah dan sayuran. Jaga juga berat badan tetap normal dan ideal. Dengan cara ini, kadar kolesterol LDL Anda akan menurun secara bertahap.

Artikel lainnya: Sembarangan Minum Obat Penurun Kolesterol, Ini Akibatnya

  1. Olahraga

Selain mengatur pola makan, Anda juga disarankan untuk berolahraga secara rutin. Ya, olahraga memang menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk kolesterol.

Aktivitas ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Berolahragalah setidaknya 30 menit setiap hari.

  1. Konsultasi Rutin pada Dokter

Bila sudah mengidap diabetes, dengan komitmen yang dibentuk bersama dengan dokter, Anda dapat mencegah maupun mengontrol agar tidak memicu peningkatan kolesterol LDL.

Bila Anda tidak mengidap penyakit jantung, disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterol setidaknya tiap 4-6 tahun sekali. Sebagian individu dengan penyakit penyerta mungkin perlu memeriksakan kadar kolesterol lebih sering. Oleh karena itu, pastikan kembali dengan dokter.

3 dari 4 halaman

Kiat Mencegah Kolesterol Tinggi

Untuk yang belum punya masalah kolesterol, tentu harus waspada agar gangguan kesehatan ini tak menimpa Anda. Berikut beberapa cara mencegah kolesterol tinggi:

  • Pilih Makanan yang Sehat

Batasi makanan yang tinggi akan lemak jenuh, seperti dari produk hewani (keju, daging berlemak, dan makanan penutup berbahan dasar susu) serta minyak kelapa sawit. Makanan tersebut tinggi kandungan kolesterolnya.

Sebagai gantinya, pilih makanan yang memiliki kadar rendah akan lemak jenuh, lemak trans, garam, serta gula tambahan. Beberapa di antaranya adalah daging tanpa lemak, susu rendah atau tanpa lemak, yogurt, keju, gandum utuh, serta buah dan sayuran.

Makanan yang kaya serat dan mengandung lemak tidak jenuh mampu mengatur LDL dan trigliserida, sembari meningkatkan kadar kolesterol HDL yang baik.

Artikel lainnya: Obat Kolesterol Tinggi yang Ada di Dapur Rumah Anda

  • Pertahankan Berat Badan Normal

Kelebihan berat badan atau bahkan obesitas meningkatkan LDL, yang akan memengaruhi bagaimana tubuh menggunakan, serta menurunkan kemampuan tubuh untuk mengeliminasi kolesterol LDL. Kombinasi keduanya tentu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Bila Anda mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan, konsultasikan kepada dokter untuk mengatur pola diet dan olahraga yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

  • Lakukan Aktivitas Fisik Rutin

Terjaganya berat badan yang sehat serta menurunnya kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal, dapat dilakukan dengan aktivitas fisik rutin. Mulai dari hal kecil, seperti menggunakan tangga dibandingkan lift semampunya, berjalan ke toko yang dekat, dan latihan aerobik singkat seperti loncat-loncat.

Sempatkan untuk melakukan aktivitas aerobik selama 150 menit per minggu secara keseluruhan, yang dapat dirapel di akhir minggu, atau dibagi ke dalam beberapa hari.

  • Berhenti Merokok

Merokok merusak pembuluh darah, mempercepat pengerasan pembuluh darah arteri, serta meningkatkan risiko penyakit jantung. Apabila Anda seorang perokok, berhentilah sekarang. Kalau Anda kesulitan, konsultasikan pada dokter.

  • Batasi Konsumsi Alkohol

Kadar kolesterol total dan trigliserida dapat meningkat dengan konsumsi alkohol berlebih. Batasi dua gelas alkohol untuk pria, dan satu gelas alkohol untuk wanita per harinya.

Menggunakan suplemen untuk menurunkan kolesterol aman, selama disetujui oleh dokter dan dalam dosis yang tepat. Akan tetapi, lebih baik Anda menjalani diet sehat dan olahraga teratur untuk mencegah kolesterol naik kembali. Intip info lain seputar lemak darah ini di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar