Sukses

Tips untuk Ibu agar Anak Tidak Obesitas

Ibu, jangan biarkan anak Anda mengalami obesitas. Kenali di sini, penyebab dan tips menangani kondisi tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebihan, sehingga membuat berat badan seseorang berada di atas rentang normal. Tak hanya masalah penampilan, obesitas juga bisa menjadi cikal-bakal hadirnya berbagai penyakit berbahaya. Selain bisa dialami oleh orang dewasa, kondisi obesitas juga bisa terjadi pada anak.

Menurut data Center for Disease Control and Prevention (CDC), obesitas dan kelebihan berat badan telah menjadi epidemi. Kondisi ini telah menjangkiti lebih dari sepertiga anak-anak berusia 2 hingga 19 tahun. Kebiasaan banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga,  sangat berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan terjadinya obesitas.

Obesitas dan bahaya di baliknya

Obesitas pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius di dunia. Jumlah kasus ini pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Pada tahun 2016, diperkirakan terdapat kurang lebih 41 juta anak balita mengalami kelebihan berat badan. Hampir sebagian anak berada di wilayah Asia,” ujar dr. Andika Widyatama dari Klikdokter.

Terkait obesitas, fakta menyebutkan bahwa anak yang mengalami kondisi tersebut cenderung mengalami penurunan kemampuan belajar. Ini berarti, obesitas turut ambil peran pada pencapaian prestasi akademis — meliputi fungsi motorik dan kognitif — anak yang lebih rendah.

1 dari 2 halaman

Mendeteksi obesitas pada anak

Menurut dr. Andika, perlu dilakukan penghitungan body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT) untuk mengetahui potensi obesitas pada anak. Untuk mendapatkan BMI yang ideal, berat badan anak dalam satuan kilogram dibagi dengan hasil perkalian tinggi badan anak dengan tinggi badan anak dalam satuan meter. Rumusnya adalah

BMI = (BB) / [(TB) x (TB)].

“Jika hasil perhitungan BMI anak berada di angka 23-29,9, berarti anak mengalami kelebihan berat badan. Sedangkan jika BMI menunjukkan angka 30 atau lebih, maka anak sudah masuk dalam kategori obesitas,” katanya.

Penentuan obesitas menggunakan perhitungan BMI hanya berlaku untuk anak di atas usia 5 tahun. Jika usia anak masih di bawah itu, pengukuran berat badan ideal bisa dilakukan dengan berpatokan pada kurva yang sudah dibuat oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

Mencegah obesitas pada anak

Ibu, jangan biarkan si Kecil mengalami obesitas dan segudang masalah kesehatan yang menyertai kondisi tersebut. Dilansir dari Liputan6.com, berikut tips yang bisa Anda terapkan untuk mewujudkan hal tersebut:

1. Ajak anak aktif bergerak

Anak yang aktif cenderung memiliki berat badan ideal. Ini karena saat beraktivitas, tubuh akan membakar kalori yang menumpuk di dalam tubuh.

Untuk menghilangkan rasa bosan pada si Kecil, Anda bisa mengajaknya melakukan aktivitas di luar ruangan yang membuatnya bahagia. Keuntungan lain dari hal ini adalah melatih perkembangan sosial anak bersama teman-temannya.

2. Terapkan pola makan sehat

Obesitas terjadi karena kalori yang masuk dan energi yang dibuang tidaklah seimbang. Untuk itu, jika si Kecil mengonsumsi banyak makan, ia harus mengimbanginya dengan melakukan aktivitas yang tinggi.

Selain dengan memadatkan aktivitas, berikan pula si Kecil makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pastikan Anda selalu memenuhi kebutuhan nutrisi dan protein si kecil, dengan memberikan sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan.

3. Hindari gaya hidup sedenter

Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk menemani si Kecil beraktivitas di luar ruangan, buatlah suasana di rumah menjadi lebih menyenangkan. Misalnya, meminta si Kecil untuk membersihkan kamarnya sendiri.

Pastikan si Kecil tidak terlalu sering diam menonton televisi atau bermain game di rumah. Tanpa kegiatan apa-apa, anak Anda akan terbiasa dan menjadi malas saat harus bergerak melakukan aktivitas tertentu.

Membaca uraian di atas, maka jangan anggap sepele kondisi obesitas pada anak. Segera lakukan tindakan pencegahan sekarang juga, agar si Kecil tidak mengalami obesitas, dan kesehatannya bisa terus terjaga hingga dewasa. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar