Sukses

Pentingnya Fase Berkata 'Tidak' Pada Anak

Ketika anak yang sering berkata ‘tidak’, perlukah orang tua merasa khawatir? Simak penjelasannya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Anak Anda sedang sering berkata, “Tidak!” ketika Anda memintanya melakukan sesuatu? Jangan senewen dulu, ternyata fase ini juga penting bagi tumbuh kembang si Kecil. Sebagai orang tua, Anda perlu memahami kondisi tersebut.

Masa batita adalah periode perkembangan yang teramat penting pada anak. Perkembangan otak paling cepat berada pada periode ini, sebab terdapat kurang lebih 700 persambungan saraf baru terbentuk setiap detiknya.

Sebagian dari perkembangan itu berupa fase dimana anak sering sekali melawan dan menyebut kata ‘tidak’. Hal ini karena anak-anak mulai menyadari bahwa dirinya bukanlah perpanjangan orang tua, melainkan individu yang independen. Mereka sedang berusaha menjadi diri mereka sendiri, dengan pemikiran dan pendapatnya masing-masing.

Kata ‘tidak’ merupakan indikator tumbuh kembang yang baik

Studi yang dilakukan para pakar perkembangan anak di University of Texas at Austin menemukan sebuah fakta menarik. Perilaku batita yang kerap melawan atau membangkang sesungguhnya sangat normal. Ini merupakan tanda dari hubungan orang tua dan anak yang sehat.

Studi tersebut mengamati interaksi 119 batita antara usia 14 hingga 27 bulan dengan ibu-ibu mereka. Saat waktu bermain habis, para ibu diminta untuk memberitahu anak-anak mereka agar menghindari mainan-mainan yang menarik, dan membereskan mainan yang telah digunakan.

Perilaku anak digolongkan menjadi tiga macam, yakni melawan, mengabaikan, atau mematuhi permintaan ibunya. Perilaku ibu terhadap anak selama bermain juga diamati. Para ibu kemudian diminta untuk melengkapi kuesioner yang dirancang untuk menentukan apakah mereka mengalami gejala-gejala depresi.

Ibu yang peka dengan minat anak dan bersikap suportif selama waktu bermain, dianggap memiliki pola asuh yang positif oleh peneliti. Ternyata, ibu-ibu yang seperti ini lebih sedikit mengalami gejala depresi. Menariknya, anak-anak dari ibu yang seperti inilah yang paling banyak melawan. Mereka pun paling tidak mengabaikan permintaan ibunya.

1 dari 2 halaman

Pengaruh ibu yang depresi pada anak

Sebaliknya, anak-anak dari ibu yang mengalami gejala depresi lebih cenderung mengabaikan atau lebih mematuhi permintaan ibunya. Bisa jadi, anak-anak ini tak sepenuhnya memercayai reaksi ibunya, sehingga belajar menjadi pasif saat tantangan muncul.

Studi-studi terdahulu menemukan bahwa ibu-ibu yang depresi cenderung menggunakan hukuman-hukuman yang kasar. Emosinya tinggi, sehingga sejak dini anak-anak mereka belajar bahwa melawan tidak akan membuatnya mendapatkan yang diinginkan, sebaliknya malah mendapatkan makian atau bahkan pukulan.

Berlawanan dengan hal itu, perilaku aktif melawan dari anak-anak yang berinteraksi sehat dengan ibunya, menunjukkan bahwa mereka percaya diri dan mampu mengendalikan situasi.

Dari hasil studi ini bisa disimpulkan bahwa batita yang sering berkata ‘tidak’ sesungguhnya jauh dari kelainan atau pola asuh yang buruk. Bahkan, hal tersebut merupakan tanda perkembangan yang positif.

Pahami konteks ‘tidak’ yang anak maksud

Bila Anda sedang mengalaminya, jangan sampai salah mengartikan fase ini. Sebab, fase ini adalah sesuatu yang normal dan memang harus dialami. Karena pada akhirnya anak akan ‘terpisah’ dari orang tua, serta harus mampu menjadi individu yang mandiri dan fungsional.

Anda juga harus memahami konteks ‘tidak’ yang diungkapkan oleh anak. Tidak semua kata tersebut berarti negatif. Sebab, sesungguhnya kata ini membantu anak menetapkan batas-batasnya sendiri. Dengan demikian, anak mampu menjalin hubungan yang sehat dan bahkan melindungi diri mereka dari pelecehan seksual.

Jadi, bila anak tidak mau dipeluk atau dicium oleh orang lain, kata ‘tidak’ mereka harus dihargai dan didengar.

Namun demikian, sebuah kata ‘tidak’ juga bisa menjadi ujian bagi Anda. Apakah Anda kemudian akan menyerah begitu saja? Satu hal yang perlu diperhatikan ialah cara Anda menanggapinya.

Anak tentu akan mencontoh Anda, dan bagaimana Anda merespons akan membantunya mengenali batas-batas perilaku yang bisa diterima untuk beradaptasi di berbagai situasi sosial yang kompleks. Yuk, lebih peka terhadap kata ‘tidak’ yang diucapkan si Kecil, agar tumbuh kembang anak berjalan secara optimal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar