Sukses

Cegah Ruam Popok Bayi dengan Krim, Ini Caranya

Ruam popok memang umum dialami bayi. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan penggunaan krim.

Salah satu gangguan kulit yang sering dialami bayi adalah ruam popok. Ruam popok muncul pada bagian kulit yang biasa berkontak dengan popok, seperti lipat paha, pantat, dan kelamin.

Biasanya ruam popok terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah 2 tahun. Meski demikian, ruam juga dapat terlihat pada anak yang lebih besar bahkan orang dewasa yang mengompol atau lumpuh.

Keluhan ruam popok akan membuat bayi serba tidak nyaman. Tentunya Anda tidak ingin bayi menjadi rewel karena ruam popok, bukan? Yuk, kita simak cara mencegah ruam popok pada bayi berikut ini.

1 dari 3 halaman

Ruam Popok pada Bayi

Ruam popok dapat terjadi pada bayi karena beberapa hal, di antaranya:

  • Gesekan

Ketika kulit bayi yang sensitif bergesekan secara berulang dengan popok yang basah, hal ini bisa menyebabkan ruam popok.

  • Iritasi

Kulit di bawah popok dapat memerah karena iritasi oleh kotoran, urine, atau bahan pembersih. Iritasi juga dapat dialami oleh anak yang mengalami diare, karena paparan yang lama terhadap feses dan urine.

  • Infeksi Jamur

Salah satu penyebab ruam popok pada anak adalah infeksi oleh jamur. Candida adalah jamur yang sering menyebabkan gangguan pada daerah yang lembap, seperti di mulut, lipatan kulit, dan kelamin. 

Keterlambatan mengganti popok basah menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap, sehingga memudahkan jamur untuk tumbuh.

  • Reaksi Alergi

Reaksi alergi adalah penyebab ruam popok yang jarang, namun bisa saja terjadi. Alergen yang umum menjadi pemicu adalah wewangian dan komponen popok dan tisu. Daerah yang terkena popok akan menunjukkan warna kemerahan dan gelembung cairan kecil (vesikel).

  • Seboroik

Seboroik adalah gangguan kulit dengan gejala berupa ruam berminyak dan berwarna kuning. Umumnya gejala ini ditemui pada berbagai area tubuh seperti wajah, kepala dan leher. Namun, daerah lain seperti selangkangan juga dapat menyebabkan gejala serupa.

  • Infeksi Bakteri

Meskipun jarang, ruam popok dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti staphilococcus atau streptococcus. Infeksi pada daerah selangkangan dapat memberikan keluhan lesi kemerahan. Untuk memastikannya, pemeriksaan langsung oleh dokter diperlukan.

2 dari 3 halaman

Cara Mencegah Ruam Popok pada Bayi

Jika si Kecil pernah mengalami ruam popok, Anda patut lebih berhati-hati agar kejadian yang sama tidak terulang. Lakukanlah beberapa cara pencegahan ruam popok berikut ini:

1. Popok Harus Diganti Lebih Sering Daripada Biasanya

Gantilah popok lebih sering karena lingkungan yang basah dan lembap akan mempersulit penyembuhan ruam popok. Ketika popok bayi basah akibat tinja atau urin, maka iritasi pada kulit akan berlangsung.

Karena itu, pastikan bahwa popok bayi dalam keadaan kering. Jika sudah basah, segera ganti dengan yang baru.

2. Pilih Sabun Bayi yang Sesuai dengan Kondisi Kulit si Kecil

Pastikan bahwa Anda memilih jenis sabun bayi yang khusus untuk kondisi kulit bayi. Bilas kulit dengan bersih setelah menggunakan sabun. Sabun yang tersisa pada kulit bayi akan memperberat iritasi yang terjadi.

3. Keringkan Kulit Bayi dengan Baik

Setelah dibersihkan, kulit bayi harus terkena udara agar mengering. Jangan langsung menggunakan popok pada saat ini.

4. Hindari Membersihkan Kulit dengan Tisu atau Cairan yang Mengandung Alkohol

Anda mungkin tergoda untuk menggunakan alkohol karena Anda berpikir bahwa alkohol dapat membunuh kuman dan membersihkan kulit bayi Anda. Nyatanya, alkohol bisa menyebabkan kulit kering sehingga memperberat iritasi yang terjadi.

5. Hindari Makanan Tertentu yang Memperburuk Ruam

Jika Anda merasa bahwa terdapat makanan tertentu yang memperburuk ruam, hindarilah makanan ini sampai ruam hilang. Pastikan Anda mengetahui riwayat alergi anak Anda. Informasi ini bisa membantu dokter dalam menentukan apakah ada komponen alergi dalam kejadian ruam pada anak Anda.

6. Pastikan Ukuran Popok Sesuai dengan Ukuran Badan Bayi

Ikatan popok yang terlalu kencang akan menyebabkan iritasi lebih lanjut. Hal ini akan memperlambat penyembuhan ruam popok bayi Anda.

7. Gunakan Krim Ruam Popok yang Mengandung Zinc Oxide

Kandungan ini berfungsi sebagai pelapis kulit bayi dari paparan cairan yang dapat memperburuk kondisi.  Dengan menggunakan krim ini, maka kulit bayi akan aman dari iritasi cairan urine atau feses.

8. Gunakan Krim Steroid Topikal

Penggunaan krim steroid topikal dapat digunakan untuk ruam popok yang disebabkan oleh reaksi alergi, atopik, atau seboroik. Tetapi krim steroid tidak boleh digunakan untuk infeksi jamur. Penggunaan krim jenis ini hanya boleh dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter anak Anda.

Kini Anda sudah mengetahui apa saja penyebab ruam popok. Ternyata ruam popok bisa dipicu oleh banyak hal, seperti iritasi, alergi, bahkan infeksi. Karena itu, menentukan penyebab yang tepat diperlukan agar bayi bisa terhindar dari ruam popok.

Anda juga perlu memperhatikan berbagai keluhan ruam popok yang berat, misalkan adanya pembengkakan, ada nanah atau keluar cairan. Jika hal ini terjadi, segera periksakan anak Anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai cara mencegah ruam popok pada bayi? Konsultasikan langsung melalui Live Chat yang tersedia aplikasi di KlikDokter, ya.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar