Sukses

Punya Hipertensi? Yuk Hindari Makanan Ini!

Beberapa makanan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi penderita hipertensi. Apa saja sih? Berikut daftar makanan pantangan untuk penderita darah tinggi.

Penderita hipertensi tentu sudah sangat sering mendengar anjuran dokter untuk memilah dan memilih asupan harian. Salah-salah, makanan tersebut bisa saja menyebabkan kenaikan tekanan darah. Jadi, apa saja sih makanan pantangan bagi penderita darah tinggi?

Sekilas tentang Tekanan Darah Tinggi

Sebelum masuk ke dalam deretan makanan “terlarang” tersebut, Anda harus tahu kalau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah meningkat.

Masalah kesehatan tersebut ditandai dengan tekanan darah sistolik sama dengan, atau di atas 130 mmHg, dan tekanan darah diastolik sama dengan atau di atas 80 mmHg.

Kondisi ini dapat terjadi selama bertahun-tahun, tanpa disadari penderitanya. Hati-hati, hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke.

Artikel lainnya: Benarkah Penderita Hipertensi Tidak Boleh Makan Daging?

Hipertensi pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Akan tetapi, makanan adalah salah satu yang punya pengaruh besar. Salah satu yang mungkin sudah sering Anda dengar adalah asupan tinggi garam.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan garam dalam sehari dibatasi kurang dari 5 gram per hari atau kurang dari 1 sendok teh.

Garam mengandung 40% natrium dan 60% klorida. Dalam 1 sendok teh terkandung 2,3 gram natrium. Garam dan natrium tersebut mempunyai pengaruh besar dalam menjaga agar tekanan darah tetap terkontrol.

1 dari 2 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Darah Tinggi

Namun, tak hanya berfokus pada garam, sebenarnya masih banyak makanan pantangan darah tinggi. Penderita darah tinggi tidak boleh makan apa saja sih? Berikut daftarnya:

  1. Daging dalam Kemasan (Processed Meat)

Daging yang sudah diproses dan disimpan dalam kemasan merupakan makanan pantangan darah tinggi yang paling utama. Sebab, produk ini banyak mengandung natrium. Salah satu contohnya adalah sosis. Pada saat daging olahan ini diproses, biasanya akan ada penambahan garam.

Konsumsi daging pada dasarnya dianjurkan sebagai sumber protein sehat. Tapi, pastikan Anda mengonsumsi daging dalam keadaan segar, bukan dalam kemasan.

Artikel lainnya: 9 Makanan Ini Boleh Dikonsumsi Penderita Hipertensi

  1. Makanan yang Dibekukan (Frozen Food)

Tak semua frozen food ”haram” bagi penderita darah tinggi. Frozen food yang mengandung natrium yang tinggilah yang perlu dihindari. Misalnya piza, karena dapat mengandung 700 mg natrium dalam satu potongnya.

Selain sebagai penambah rasa, natrium dalam makanan yang dibekukan juga dapat berguna sebagai pengawet.

  1. Makanan Kaleng

Makanan kaleng, seperti sarden dan kornet, cenderung memiliki kadar natrium yang tinggi. Serupa pada makanan beku, natrium pada makanan kaleng juga berfungsi sebagai pengawet agar tahan lama.

  1. Makanan Cepat Saji

Kadar garam dalam makanan cepat saji (fast food) bisa sangat tinggi. Hal ini terjadi karena garam menjadi syarat penting untuk menambah rasa nikmat.

Di samping itu, makanan cepat saji mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol darah. Pada akhirnya, kolesterol yang tinggi ini dapat meningkatkan tekanan darah tinggi.

Artikel lainnya: Hobi Makan Mi Instan Picu Hipertensi?

  1. Gula

Bukan hanya garam, faktanya, gula juga dapat memengaruhi tekanan darah. Secara tidak sadar, gula terkandung dalam berbagai makanan sehari-hari yang Anda konsumsi, seperti kue, roti, donat, permen, dan camilan lainnya.

Konsumsi gula secara berlebihan juga dapat berisiko meningkatkan berat badan hingga alami obesitas. Dalam sehari, batas maksimal gula yang  masih aman dikonsumsi pria sekitar 9 sendok teh, dan 6 sendok teh untuk wanita.

  1. Butter dan Margarin

Kedua produk ini sering digunakan saat memasak kue atau saat makan roti. Sebaiknya penderita hipertensi menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung butter atau margarin karena mengandung garam dan lemak jenuh yang cukup tinggi.

  1. Alkohol

Studi menyebutkan bahwa konsumsi tiga gelas alkohol atau lebih dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah. Bila alkohol dikonsumsi secara rutin dalam jumlah banyak, tekanan darah bisa menjadi sulit dikontrol.

Artikel lainnya: Turunkan Hipertensi dengan Makan Timun, Efektifkah?

  1. Salad Dressing

Salad sering dianggap sebagai makanan sehat. Sayuran dan buah-buahan dalam salad memang sangat menyehatkan. Akan tetapi, berhati-hatilah dengan dressing yang digunakan untuk menambah cita rasa salad.

Sebagian besar dressing salad berbentuk saus mengandung garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi. Jika penderita hipertensi ingin mengonsumsi salad, sebaiknya gunakan dressing yang lebih menyehatkan. Misalnya, pakai campuran minyak zaitun, minyak wijen, dan bawang putih.

  1. Kulit Ayam

Salah satu bagian ternikmat dari ayam adalah kulitnya. Apalagi jika dimasak hingga garing. Namun, bagian lezat ini merupakan bagian yang tak menyehatkan dari ayam.

Kulit ayam mengandung kolesterol yang tinggi. Selain itu, dalam pengolahannya, sering kali ditambahkan banyak garam.

Artikel lainnya: Tips Mudah Menurunkan Hipertensi sebelum ke Dokter

  1. Ikan Asin

Hindari mengonsumsi ikan asin terlalu sering dan banyak. Kandungan garam dalam ikan asin sudah jelas sangat tinggi.

Namun, jika Anda hanya ingin ikan asin sesekali, misalnya satu kali dalam 1-2 bulan, hal itu tidak masalah. Saat makan ikan asin, jangan mengombinasikannya dengan makanan lain yang tinggi garam.

Selain menyingkirkan deretan makanan di atas, penderita hipertensi dianjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah yang memenuhi minimal 50% makanan dalam sehari. Kandungan kalium dalam sayur dan buah dipercaya dapat mengurangi efek natrium dalam tubuh.

Penderita hipertensi wajib menghindari 10 makanan pantangan untuk penderita darah tinggi di atas. Lebih baik, isi makanan Anda dengan sayuran dan buah segar setiap hari yang juga berguna untuk kesehatan secara keseluruhan. Intip tips makanan sehat lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

1 Komentar