Sukses

10 Negara dengan Kasus Diabetes Paling Jarang di Dunia

Penyakit diabetes semakin merebak. Namun, tahukah Anda bahwa 10 negara ini memiliki kasus kejadian diabetes paling kecil di dunia?

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes mellitus alias kencing manis merupakan penyakit kronik yang kejadiannya semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Hal ini terjadi karena diabetes merupakan penyakit yang terjadi akibat gaya hidup tidak sehat, mulai dari mengonsumsi makanan berlebih, tinggi gula atau kolesterol, serta kurangnya aktivitas fisik.

Data yang dirilis oleh International Diabetes Federation dan World Bank pada tahun 2017 melaporkan bahwa 6 dari 100 orang dewasa di Indonesia mengalami diabetes mellitus. Jika diurutkan dari negara yang memiliki kejadian diabetes tersedikit di dunia, Indonesia berada dalam peringkat 89.

Di sisi lain, 10 negara ini justru memiliki angka kejadian diabetes mellitus paling rendah di antara negara-negara lainnya:

  1. Benin

Negara yang terletak di Afrika Barat ini memiliki angka kejadian diabetes terkecil di dunia. International Diabetes Federation melaporkan, dari 100.000 penduduk dewasa yang tinggal di Benin, hanya 1 orang mengalami diabetes.

Benin merupakan negara yang tergolong miskin. Sehari-hari, makanan utama yang dikonsumsi adalah biji-bijian, seperti jagung dan sorgum (sejenis makanan berserat) dan sayur. Untuk menambah rasa, umumnya masyarakat Benin mencampurkan makanan dengan saus buatan rumah yang tersusun dari tomat, kacang, terung, dan merica. Diketahui bahwa makanan sederhana tersebut berkontribusi dalam mencegah terjadinya diabetes.

Namun demikian, meski angka kejadian diabetesnya rendah, higienitas penduduk Benin yang tidak optimal dan layanan kesehatan yang sangat minim menyebabkan angka harapan hidup yang rendah. Rata-rata, penduduknya hanya dapat hidup hingga usia 59 tahun.

  1. Zimbabwe

Zimbabwe terkenal sebagai negara dengan penduduk paling bersahabat di dunia. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, dan memiliki tingkat ekonomi yang rendah.

Penduduk Zimbabwe mengonsumsi bubur kental yang dibuat dari biji-bijian dan gandum yang digiling, ditambah dengan sayuran hijau, diberi saus kacang dan tomat.

Makan di luar rumah bukanlah kebiasaan masyarakat Zimbabwe, sekalipun mereka tinggal di kawasan perkotaan. Pola makan tersebut membuat masyarakat Zimbabwe terhindar dari risiko diabetes mellitus.

Sayangnya, karena berbagai mitos terkait kesehatan yang masih banyak diyakini masyarakat Zimbabwe, taraf kesehatan penduduk negara tersebut masih dalam lingkup penyakit infeksi dan gizi buruk.

1 dari 5 halaman

Selanjutnya

  1. Gambia

Negara terkecil di Afrika ini memiliki menu makan yang unik, yaitu perpaduan antara makanan khas Afrika dan makanan ala barat. Ini karena Gambia pernah dijajah koloni Inggris selama 200 tahun.

Makanan sehari-hari penduduk Gambia adalah benachin (semacam campuran antara nasi, daging pedas, dan pure tomat), kentang lumat yang dipadukan dengan domodah (daging yang dikukus dengan mentega), dan chura-gerteh (bubur dari kacang-kacangan dan beras yang dimakan bersama yoghurt).

Sebagian besar penduduk Gambia hidup dari bercocok tanam. Bahkan, kaum wanita di sana juga lebih banyak menghabiskan banyak waktunya di sawah. Perpaduan aktivitas fisik sehari-hari di sawah dan kebiasaan makanan yang banyak mengandung serat membuat penduduk Gambia jarang mengalami diabetes mellitus.

  1. Greenland

Greenland merupakan negara di benua Amerika yang memiliki angka diabetes terkecil pada tahun 2017. Dikelilingi perairan dan dataran yang berbatu-batu, makanan utama penduduk negara ini adalah ikan dan sayur. Keduanya bisa diperoleh dengan mudah dan dengan harga yang murah.

Selain itu, pemerintah dan kerajaan Denmark juga mendukung kesejahteraan penduduk Greenland dengan menyediakan fasilitas kesehatan gratis bagi semua penduduk. Karena akses kesehatan yang mudah dan makanan yang sehat, kejadian diabetes melitus di negara ini bisa ditekan sekecil-kecilnya.

2 dari 5 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Burkina Faso

Seperti Benin dan Zimbabwe, Burkina Faso juga terletak di Afrika Barat. Termasuk negara termiskin di benua Afrika, makanan utama penduduk Burnika Faso adalah sejenis pasta yang terbuat dari tepung jagung, atau disebut dengan nama To. Makanan ini dimakan dalam keadaan hangat, dan dicampur dengan saus kacang.

Karena kepercayaannya, penduduk di negara ini jarang sekali mengonsumsi daging. Ini karena masyarakat setempat menggunakan daging sebagai persembahan bagi dewa-dewa.

Penduduk Burkina Faso bekerja sebagai petani atau peternak. Sebagian besar menghabiskan waktunya di ladang. Keterbatasan ekonomi pada negara ini mampu menekan angka kejadian diabetes di negara ini.

  1. Pantai Gading

Negara yang dikenal juga dengan nama Cote d’Ivore ini juga terletak di Afrika Barat. Meski termasuk dalam negara miskin, Pantai Gading merupakan negara yang tingkat ekonominya paling baik di Afrika.

Makanan utama penduduk Pantai Gading adalah jagung, beras, ubi, dan singkong. Umumnya, makanan tersebut dikonsumsi bersama dengan kacang-kacangan, sayur, dan sebagian daging atau ikan.

Makanan khasnya bernama isfoufou, yaitu sejenis pasta yang terbuat dari ubi, dimakan dengan saus pedas serta ikan. Karena makanannya yang cenderung rendah kolesterol dan gula, tak banyak penduduknya yang mengalami diabetes.

Sayangnya, angka kejadian HIV AIDS dan penyakit infeksi lain di Pantai Gading terbilang masih tinggi. Bahkan, banyak kematian terjadi karena masalah infeksi.

3 dari 5 halaman

Selanjutnya (3)

  1. Tanjung Verde

Tanjung Verde merupakan negara di Afrika yang terletak di perairan Atlantik. Makanan utama penduduknya adalah jagung. Makanan khas Tanjung Verde disebut Cachupa, yaitu kukusan jagung kering, kacang-kacangan, dicampur dengan sayuran dan daging. Untuk sarapan, umumnya penduduknya mengonsumsi roti yang terbuat dari tepung beras, dimakan dengan susu, madu, atau kopi pahit.

Olahan jagung yang banyak dikonsumsi penduduk Tanjung Verde termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah. Artinya, kadar gula darah tak banyak melonjak setelah mengonsumsi makanan tersebut. Ini membuat penduduk Tanjung Verde memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena diabetes mellitus.

Di samping itu, fasilitas kesehatan yang cukup mudah diakses dan gratis juga membuat penduduk Tanjung Verde lebih sehat dibandingkan penduduk di negara Afrika lainnya.

  1. Guinea

Guinea merupakan salah satu negara miskin di Afrika. Karena kondisi ekonominya yang pas-pasan, sebagian besar penduduknya hanya makan sekali sehari. Makanannya berupa singkong, jagung, atau sorgum yang diberi saus kombinasi antara kacang, okra, dan tomat.

Kejadian diabetes memang jarang terjadi di negara ini. Namun karena kebiasaan makan yang tidak mencukupi, banyak penduduknya yang mengalami kekurangan gizi alias malnutrisi.

4 dari 5 halaman

Selanjutnya (4)

  1. Guinea-Bissau

Meski namanya serupa, Guinea dan Guinea-Bissau merupakan dua negara berbeda yang sama-sama terletak di Afrika Barat. Makanan utamanya adalah jagung kering.

Seperti diketahui, jagung kering termasuk karbohidrat dengan indeks glikemik rendah sehingga kejadian diabetes cukup jarang. Berita buruknya, angka harapan hidup penduduk Guinea-Bissau cukup rendah karena kejadian malaria dan tuberkulosis yang tinggi.

  1. Liberia

Berasal dari kata “liberty”, negara Liberia merupakan bekas jajahan Amerika Serikat pada abad 19. Sistem patrilineal sangat kuat dianut di negara ini. Wanita mengurus semua berbagai urusan di rumah, mulai dari memasak, membersihkan rumah, membesarkan anak. Sementara pria bekerja di perkebunan atau sawah.

Untuk ke tempat kerja, jarak yang ditempuh dari rumah cukup jauh. Umumnya, masyarakat Liberia menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

Di negara ini, sumber air tak mudah didapat. Untuk mendapatkan air di rumah, penduduk harus berjalan cukup jauh dengan menggotong puluhan liter air. Aktivitas fisik berat yang dilakukan oleh kaum pria dan wanita di Liberia mampu menurunkan risiko diabetes.

Sebagian besar negara yang memiliki sedikit kasus diabetes mellitus ternyata berasal dari benua Afrika, yang taraf kesehatannya cukup rendah. Hal yang bisa dijadikan pelajaran adalah mengendalikan pola makan, dengan memperbanyak asupan serat dan mengurangi makanan berlemak, serta melakukan aktivitas fisik yang cukup. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar