Sukses

Kuat dan Berprestasi, 7 Atlet Ini Tak Makan Daging

Atlet-atlet vegan ini membuktikan bahwa Anda tak harus makan daging untuk jadi kuat dan sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Diet atlet selalu identik dengan daging merah, telur, dan makanan yang mengandung protein hewani lainnya. Nyatanya, ketujuh atlet ini memilih untuk tidak makan daging sama sekali alias menganut gaya hidup vegan. Jika ada yang menganggap seorang vegan pasti kurus kering dan lemas, pastinya belum melihat atlet-atlet ini beraksi dan “mengoyak-ngoyak” lawannya di lapangan.

Siapa saja atlet-atlet tersebut, dan mengapa mereka mengubah pola makan menjadi vegan? Dilansir Business Insider, berikut para olahragawan yang memutuskan untuk tak makan daging lagi:

  1. Venus Williams – pemain tenis

 

Siapa yang tak kenal Venus Williams? Pemain tenis Amerika yang telah memenangkan tujuh gelar tunggal Grand Slam dan empat belas gelar ganda Grand Slam. Ia juga mengoleksi lima gelar tunggal Wimbledon dan memiliki empat medali emas Olimpiade.

Bintang tenis ini mengadopsi diet raw vegan setelah didiagnosis dengan sindrom Sjögren pada tahun 2011. Saat itu, dokternya menyarankan Williams untuk tak makan daging lagi demi mengurangi gejala kelelahan luar biasa dan nyeri otot yang dialaminya.

Dalam wawancara dengan majalah Health, Williams mengatakan bahwa diet raw vegan yang dijalaninya sangat membantunya di lapangan. “Saya merasa saya telah melakukan hal yang benar untuk diri saya,” katanya.

  1. Lewis Hamilton – pembalap Formula 1

 

Juara dunia Formula 1 selama empat kali berturut-turut, Hamilton mulai mengadopsi diet vegan pada tahun 2017.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Hamilton mengungkapkan alasan transisinya menjadi vegan adalah untuk menjadi lebih sehat, mengingat ada riwayat penyakit jantung dan kanker dalam keluarganya. “Saya tidak ingin 10 atau 20 tahun lagi terkena diabetes atau hal-hal semacam itu,” katanya.

Ia juga ingin berkontribusi terhadap planet karena menurutnya, sektor peternakan adalah sumber polusi terbesar.

  1. Scott Jurek – pelari ultramaraton

 

Scott Jurek adalah pelari ultramaraton asal Amerika Serikat dan pemenang 16 gelar ultramaraton bergengsi.

Jurek yang kini berusia 44 tahun memutuskan jadi vegan saat kuliah, terdorong oleh kondisi ibunya yang memiliki multiple sclerosis. Ia percaya veganisme sebagai solusi jangka panjang untuk menghindari riwayat penyakit kronis keluarganya.

“Jika seorang atlet tidak dipompa (dengan diet yang tepat), mereka tidak akan mendapatkan hasil yang baik,” ujarnya.

  1. Jermain Defoe – pemain bola

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Defoe adalah pencetak gol terbaik ketujuh dalam sejarah Liga Primer, yakni hingga lebih dari 150 gol. Ia bermain untuk Bournemouth FC dan tim nasional Inggris – keduanya sebagai striker.

Mengenai keputusannya untuk menjadi vegan, Degoe mengaku tidak menemukan kesulitan berarti. Baginya, tidak masalah jika tidak bisa makan daging, telur, dan susu lagi. Karena dua hal yang paling penting untuknya adalah bermain dengan baik dan mencetak gol sebanyak mungkin. Tanpa diet vegan, menurutnya kedua hal itu tak mungkin tercapai.

  1. David Haye – pemain tinju

 

David Haye merupakan petinju Inggris dengan gelar juara dunia dalam kategori dua berat badan (cruiserweight dan heavyweight). Penghasilannya mencapai $26 juta, menurut Fight Saga.

Haye melakukan riset sendiri mengenai manfaat diet tumbuh-tumbuhan untuk pemulihan, setelah mengalami cedera serius pada bahu. Ia telah menjadi vegan selama empat tahun.

“Kera lebih kuat dua puluh kali dari manusia dan mereka tidak bergantung pada diet berbasis daging-dagingan. Mereka makan tumbuh-tumbuhan sepanjang hari. Jika ada yang bilang Anda harus makan daging supaya kuat, itu mitos,” katanya.

  1. Tia Blanco – peselancar

 

Tia Blanco adalah peselancar profesional asal Puerto Rico dan pemenang Open Women’s World Surfing Championship 2015 dan 2016.

Blanco sudah vegetarian sejak lahir dan memutuskan untuk mengadopsi diet vegan sejak 2013. Alasannya adalah karena kecintaannya pada lingkungan, laut, dan hewan. “Saya senang karena diet vegan memengaruhi fisik dan mental saya,” katanya.

  1. Kendrick Farris – atlet angkat beban

 

Kendrick Farris, satu-satunya orang Amerika yang berkompetisi di angkat besi Olimpiade 2016, ini juga seorang vegan. 

Keputusannya untuk menjadi vegan dipengaruhi oleh ketidaksetujuannya dengan pembantaian massal pada hewan serta kelahiran putranya. Ia juga merasa menjadi vegan membuat tubuhnya pulih lebih cepat. “Saya merasa lebih ringan. Pikiran saya lebih jernih. Saya merasa saya bisa fokus dengan lebih baik,” katanya.

Sejumlah penelitian telah dilakukan mengenai diet vegan. Dikutip dari Healthline, pola makan tanpa daging dan produk susu dapat membantu menurunkan berat badan, memperbaiki fungsi ginjal, menurunkan kadar gula darah, serta melingsirkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Lalu Anda mungkin bertanya, dari mana atlet-atlet tersebut mendapatkan protein? Tentu saja dari protein nabati. Ada gandum, kacang-kacangan, dan kedelai yang bisa dijadikan sumber protein. Isu yang paling utama sebenarnya adalah kekurangan B12, vitamin yang hanya ada pada daging. Tapi solusinya tidak rumit: konsumsilah makanan yang difortifikasi B12 atau suplemen untuk mencegah defisiensi B12. 

Jika Anda terinspirasi dengan ketujuh atlet tersebut dan berniat mengubah pola makan menjadi vegan, konsultasikan terlebih dulu dengan ahli gizi untuk informasi dan saran.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar