Sukses

Polisi Rentan Terkena Penyakit Jantung dan Ginjal?

Tak hanya risiko pekerjaannya yang berbahaya, polisi juga diam-diam terancam beberapa penyakit seperti jantung dan ginjal.

Klikdokter.com, Jakarta Pada tanggal 1 Juli lalu Hari Bhayangkara diperingati oleh seluruh anggota Polri. Tak hanya diperingati dengan upacara, tapi Hari Bhayangkara ke-72 kali ini juga dilaksanakan dengan cara yang beda dari biasanya, yaitu dengan jalan sehat. Karena tugas Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sudah sepantasnya jajaran semua jajaran polisi lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam mencegah penyakit jantung dan ginjal.

Acara jalan sehat tersebut diikuti oleh pejabat Polri berserta keluarga dan masyarakat. Acara jalan sehat bersama itu diadakan di Lapangan Monas, yang sejak pagi hari telah dipadati pengunjung. Acara jalan sehat ini diselenggarakan tentunya bukan tanpa makna. Dengan melakukan aktivitas bersama, diharapkan para anggota Polri dapat menerapkan pola hidup sehat dan jauh dari penyakit.

Beban kerja polisi bisa sebabkan tingkat stres tinggi

Polisi adalah salah satu profesi yang memiliki tingkat stres yang tinggi. Contohnya, polisi lalu lintas yang setiap harinya berjibaku dengan tingkat kemacetan yang tinggi. Kondisi itu bisa berlangsung selama berjam-jam. Selain itu, polisi lalu lintas juga berisiko terpapar polusi udara, udara yang panas dan terik, serta kemungkinan kecelakaan yang dapat terjadi di jalan raya. Polisi reserse pun demikian, mereka setiap hari berhadapan dengan berbagai tindak kejahatan yang tentunya dapat meningkatkan level stres yang dialami.

Oleh karena level stres yang tinggi tersebut, peneliti pun tertarik melakukan penelitian epidemiologi terhadap kejadian berbagai penyakit pada anggota polisi. Berdasarkan berbagai studi, didapati bahwa polisi rentan terkena penyakit jantung, ginjal, dan penyakit-penyakit yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung dan ginjal tersebut. Tidak hanya berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit, polisi pun didapati memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyakit tersebut.

1 dari 2 halaman

Polisi rentan terkena penyakit jantung dan ginjal

Peneliti menemukan bahwa polisi lebih rentan menjalani gaya hidup sedenter (kurang gerak dan olahraga), merokok, terkena hipertensi, kolesterol tinggi, serta sindrom metabolik (obesitas, diabetes melitus). Hal-hal tersebut adalah berbagai faktor risiko yang dapat lebih lanjut meningkatkan kemungkinan polisi untuk mengidap penyakit jantung dan ginjal.

Soal masalah berat badan, peneliti juga menemukan bahwa angka obesitas (kegemukan berlebihan) ternyata didapati lebih tinggi pada polisi dibandingkan dengan masyarakat biasa. Hal ini disinyalir terjadi karena polisi terpapar terhadap stres fisik maupun psikis, bising, dan kerja shift.

Pola hidup sehat untuk para polisi

Untuk mengatasi berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan ginjal, pelaksanaan program kesehatan bagi para polisi perlu ditingkatkan, seperti misalnya acara jalan sehat bersama yang diadakan Polri dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara yang ke-72 kemarin atau berbagai bentuk aktivitas sehat bersama lainnya.

Penyuluhan mengenai gaya hidup sehat juga perlu diberikan kepada setiap polisi, agar pengetahuan dan kesadaran akan kesehatan meningkat, sehingga angka penyakit pun dapat ditekan. Gaya hidup sehat yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, penyakit jantung, dan penyakit ginjal ini terdiri dari pola makan yang sehat dan olahraga teratur.

Para polisi dianjurkan untuk mengurangi gula dan minyak yang merupakan biang kerok berbagai penyakit. Oleh karena itu, makanan manis, gorengan, makanan berlemak, makanan yang diproses, makanan siap saji, camilan, dan minuman manis harus dikurangi. Bahkan mungkin perlu dihindari. Sebaliknya, porsi sayur dan buah harus diperbanyak.

Selain pola makan yang sehat, para polisi juga dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur, minimal 150 menit dalam seminggu. Olahraga ini dapat dibagi menjadi 3-5 kali per minggu, dengan satu sesi olahraganya berkisar antara 30-60 menit. Berhenti merokok dan tidur cukup juga merupakan faktor penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan ginjal.

Karena pekerjaan yang dikenal memiliki level stres tinggi dan menuntut kesehatan fisik agar bisa terus waspada, menjalankan pola hidup sehat bisa menjadi solusi untuk menurunkan risiko penyakit di kalangan polisi, seperti penyakit jantung dan ginjal. Jika merasakan gejala-gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar