Sukses

Mood Swing Menjelang Haid, Apakah Berbahaya?

Menjelang haid, sebagian wanita akan mengalami suasana hati tak menentu atau mood swing. Apakah ini normal atau pertanda masalah kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Suasana hati yang berubah-ubah atau mood swing adalah kondisi yang sering dialami oleh wanita menjelang masa haid (PMS). Sedih, marah, tertawa tiba-tiba, atau menjadi lebih sensitif karena hal apa pun. Apakah Anda pernah mengalaminya?

Tidak perlu khawatir. Perubahan suasana hati alias mood swing menjelang masa haid merupakan hal yang umumnya terjadi secara normal. Keadaan itu terjadi karena kadar hormon estrogen akan mengalami ketidakseimbangan saat seorang wanita memasuki masa premenstrual syndrome (PMS).

Kadar hormon estrogen di dalam tubuh wanita akan meningkat di ujung masa haid dan mencapai puncaknya 14 hari sebelum siklus haid berikutnya. Kemudian, mendekati waktu haid, kadar hormon estrogen akan menipis, sehingga dapat menyebabkan suasana hati berubah-ubah alias mood swing.

Selain akibat gejolak hormon estrogen, mood swing menjelang haid juga turut disebabkan oleh kadar serotonin — bahan kimia otak untuk mencegah depresi — yang mengalami perubahan.

Mengatasi mood swing menjelang haid

Keluhan yang paling sering terjadi menjelang haid adalah sangat sensitif, mudah marah, sedih, menangis, hingga depresi. Keluhan tersebut biasanya muncul satu minggu menjelang haid, dan akan berhenti ketika haid sudah berlangsung selama satu atau dua hari.

Meski demikian, perubahan suasana hati menjelang haid tetap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Nah, jika Anda tak ingin terganggu karenanya, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

● Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang

Menjelang haid, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pastikan sajian yang Anda konsumsi didominasi oleh sayur dan buah, serta asupan yang mengandung karbohidrat, protein, maupun lemak.

● Rutin olahraga

Olahraga yang dilakukan secara rutin dan teratur setiap hari dapat membantu menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh. Selain itu, aktivitas sehat ini juga dapat meningkatkan endorfin alias hormon yang memberikan perasaan senang dan bahagia.

● Cukup istirahat

Pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup, dengan tidur kira-kira 8 jam dalam sehari. Hal ini membuat daya tahan tubuh Anda lebih baik, sehingga keluhan yang terjadi menjelang waktu haid tidak terlalu parah.

● Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Pastikan kebutuhan cairan tubuh Anda selalu terpenuhi. Cara termudah untuk memenuhi hal ini adalah dengan minum 8 gelas air putih setiap hari.

● Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D

Kebutuhan kalsium dan vitamin D yang tercukupi mampu mengurangi derajat keparahan keluhan yang terjadi menjelang haid. Anda dapat mengonsumsi susu rendah lemak, keju, yoghurt, dan jus jeruk untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut.

● Hindari kafein

Menurut penelitian yang dilakukan di University of Massachusetts, mengurangi atau menghindari asupan kafein dapat membantu mengurangi nyeri payudara dan perut kembung yang sering terjadi menjelang waktu haid.

Kapan harus ke dokter?

Jika keluhan yang dirasakan terasa sangat mengganggu hingga membuat Anda kesulitan beraktivitas, Anda sebaiknya segera berobat ke dokter. Karena keadaan yang seperti itu bisa menjadi pertanda dari Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD).

Penelitian melaporkan, sebanyak 3–8% wanita usia reproduksi bisa saja mengalami PMDD. Salah satu hal yang ditakutkan dari PMDD adalah perasaan depresi yang sangat parah, bahkan hingga bisa memunculkan keinginan untuk bunuh diri.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya tetap bersikap waspada dan hati-hati saat mengalami perubahan suasana hati alias mood swing menjelang waktu haid. Jangan biarkan keluhan yang terjadi secara normal malah menyeret Anda pada depresi dan keinginan bunuh diri.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar