Sukses

10 Negara yang Dianggap Tidak Aman untuk Wanita

Dari India hingga Amerika Serikat, ini daftar negara yang paling berbahaya untuk wanita.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam survei yang dirilis Thomas Reuters Foundation pada Selasa (26/6), India menduduki posisi nomor satu sebagai negara yang paling tidak aman untuk wanita.  Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Suriah dan Afganistan, dua negara yang sedang dalam peperangan. Sementara Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara Barat dalam daftar tersebut.

Thomas Reuters Foundation mengajak hampir 550 pakar di bidang pemberdayaan wanita untuk survei tersebut. Mereka diminta untuk memberikan peringkat pada negara-negara berdasarkan sejumlah isu penting, seperti akses terhadap kesehatan, prevalensi kekerasan seksual dan diskriminasi.

Berikut ini daftar peringkat negara yang paling tidak aman untuk wanita berdasarkan survei, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald dan sumber lainnya:

  1. India

Sejak kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang pelajar muda pada tahun 2012, pemerintah India dinilai tidak memberikan perhatian penuh untuk melindungi wanita. Inilah salah satu alasan mengapa India masuk ke dalam peringkat teratas. India dianggap sebagai negara paling berbahaya untuk wanita dalam tiga isu: kekerasan dan pelecehan seksual terhadap wanita, perbudakan seksual dan perbudakan domestik.

  1. Afganistan

Para ahli mengatakan bahwa wanita Afganistan menghadapi banyak problem mengerikan hampir 17 tahun setelah robohnya Taliban. Ada tiga isu yang digolongkan sebagai masalah utama: kekerasan nonseksual, akses terhadap kesehatan dan akses terhadap sumber daya ekonomi.

  1. Suriah

Negara ini telah bertahun-tahun dalam kondisi peperangan. Akses terhadap kesehatan dan kekerasan nonseksual, yang mencakup kekerasan terkait konflik serta pelecehan dalam rumah tangga, pun menjadi lengah.

  1. Somalia

Perang yang terjadi di Somalia telah memicu budaya kekerasan dan melemahkan institusi yang seharusnya menjadi penegak hukum. Somalia dianggap sebagai negara paling berbahaya untuk wanita dalam hal akses terhadap kesehatan dan praktik tradisional dan budaya yang berbahaya.

  1. Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dinobatkan sebagai negara paling berbahaya kedua dalam hal akses ekonomi dan diskriminasi, termasuk di tempat kerja dan hak kepemilikan. Risiko yang dihadapi wanita dari praktik budaya dan agama juga tinggi.

  1. Pakistan

Masuk peringkat keenam sebagai negara paling berbahaya untuk wanita, Pakistan dianggap terburuk keempat dalam hal sumber daya ekonomi dan diskriminasi serta risiko yang dihadapi wanita dari praktik budaya, agama dan tradisional, termasuk honor killings (pembunuhan atas nama martabat keluarga). Pakistan berada di urutan kelima dalam hal kekerasan nonseksual, yang juga melingkupi kekerasan dalam rumah tangga. 

  1. Republik Demokratik Kongo

Terdaftar di peringkat ketujuh sebagai negara paling tidak aman untuk wanita, Republik Demokratik Kongo juga menduduki peringkat kedua paling berbahaya terkait kekerasan seksual terhadap wanita.

  1. Yemen

Negara ini dianggap buruk dalam hal akses terhadap kesehatan, sumber daya ekonomi, serta risiko wanita dari praktik budaya dan tradisional, dan kekerasan nonseksual.

  1. Nigeria

Militer negara ini telah lama dituduh sebagai dalang dari kekerasan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap warga sipil selama sembilan tahun. Nigeria juga dianggap paling berbahaya keempat dalam masalah perdagangan manusia, serta terburuk keenam terkait risiko yang dihadapi wanita dari praktik tradisional.

  1. Amerika Serikat

Satu-satunya Negara Barat dalam peringkat sepuluh teratas ini dianggap berisiko untuk wanita dalam hal kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, pelecehan seksual, paksaan ke dalam seks dan kurangnya akses untuk keadilan dalam kasus pemerkosaan.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Meski Indonesia tidak masuk ke dalam peringkat sepuluh teratas, bukan berarti isu yang dihadapi wanita di negara ini tidak tergolong urgen.

Laporan oleh Komnas Perempuan menyebutkan bahwa kasus kekerasan terhadap wanita mengalami kenaikan dari tahun 2016 ke 2017. Namun, Komnas Perempuan melihat bahwa peningkatan tersebut justru menunjukkan makin banyaknya korban yang berani melapor.

Secara global, diperkirakan satu dari tiga wanita mengalami kekerasan fisik atau seksual selama hidupnya, dan hampir 750 juta wanita dan anak perempuan menikah sebelum usia 18.

Survei yang dilakukan Thomson Reuters Foundation di atas merupakan pengulangan dari jajak pendapat serupa pada tahun 2011 yang menempatkan Afganistan, Republik Demokratik Kongo, Pakistan, India, dan Somalia sebagai negara-negara paling berbahaya untuk wanita. Di Indonesia sendiri, Komnas Perempuan menemukan adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap wanita dari tahun 2016 ke 2017. Melihat kecenderungan tersebut, masyarakat tentu berharap, semoga kasus-kasus kekerasan terhadap wanita tidak lagi terjadi.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar