Sukses

Gaya Hidup Sehat yang Harus Dijalankan Polisi

Petugas kepolisian juga wajib menjalankan gaya hidup sehat. Seperti apa pola hidup sehat yang harus dijalankan polisi? Cari tahu di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Memperingati Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2018 lalu, tak lengkap rasanya jika tidak membicarakan tentang jajaran petugas kepolisian di Indonesia. Ini karena para polisi juga memiliki kontribusi yang tinggi pada negara, khususnya dalam bidang keamanan dan penanganan kriminalitas. Tugas dan tanggung jawab polisi memang berbeda-beda. Namun mereka memiliki satu masalah yang sama: gaya hidup dan kondisi kesehatan, mengingat jam kerja yang tak menentu,

Dilansir dari thebalancecareers.com, sebuah penelitian dari University of Buffalo School of Public Health and Health Professionals membeberkan fakta tentang kesehatan polisi. Konon, profesi tersebut rentan menderita berbagai macam komplikasi penyakit.

Masalah kesehatan pada polisi

Seorang polisi harus bekerja secara shift, apa pun alasannya. Hal ini membuat mereka rentan kekurangan waktu tidur, hingga akhirnya berujung pada kondisi stres.

Berbicara tentang kerja shift dan stres, kondisi tersebut ternyata bisa berdampak secara langsung pada kesehatan. Beberapa keluhan yang paling sering terjadi akibat dua hal tersebut adalah sakit kepala dan badan lemas.

Tak berhenti di situ, stres juga diketahui memiliki korelasi yang erat dengan bunuh diri, dan risiko kanker. Hal itu menegaskan bahwa kekurangan waktu tidur akibat kerja shift dapat menyebabkan sederet masalah kesehatan. Bahkan menurut penelitian, kekurangan waktu tidur dan stres juga dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, resistensi insulin, dan stroke.

Sebagai bukti, penelitian di atas membeberkan temuannya sebagai berikut:

  • Sebanyak 40% petugas kepolisian mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Sekitar 25% petugas kepolisian yang sudah mulai menunjukkan tanda dan gejala penyakit metabolik.
  • Petugas kepolisian memiliki risiko gangguan kesehatan limfoma dan kanker otak setelah 30 tahun bertugas.
  • Di beberapa negara, tingkat bunuh diri petugas kepolisian 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan petugas penegak hukum dari lembaga lainnya.

Gaya hidup sehat untuk polisi

Masyarakat jelas membutuhkan keberadaan petugas kepolisian untuk hal-hal yang berhubungan dengan perlindungan dan pengamanan. Nah, agar berbagai risiko kesehatan bisa ditekan sekecil-kecilnya, petugas polisi dianjurkan untuk menjalankan gaya hidup sehat dari National Institute of Occupational Safety and Health berikut ini:

  • Ketika bekerja secara shift, usahakan untuk selalu memenuhi jam tidur setiap hari. Waktu tidur yang dianjurkan adalah sekitar 8 jam per hari.
  • Jauhi konsumsi makanan berat dan minuman beralkohol sebelum tidur.
  • Kurangi kafein dan stimulan lain selama beberapa jam sebelum tidur.
  • Pilih tempat yang tenang, gelap, sejuk dan nyaman untuk tidur, terutama jika tidur pada jam-jam yang tidak biasa.
  • Selalu konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.
  • Tetapkan dan pertahankan aktivitas fisik rutin untuk mengurangi stres, meningkatkan kesehatan pribadi, dan membantu Anda tidur.

Jika kesulitan dalam menghadapi tekanan pekerjaan atau menentukan gaya hidup sehat, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung pada dokter. Jangan biarkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan justru mendatangkan penyakit berbahaya. Selamat Hari Bhayangkara untuk seluruh polisi di Indonesia!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar