Sukses

Gunung Agung Erupsi Lagi, Waspada Penyakit Ini

Gunung Agung kembali mengalami erupsi. Penduduk sekitar perlu waspada dampak dari erupsi, sekaligus penyakit yang menyertainya.

Klikdokter.com, Jakarta Pada hari Senin (02/07) pukul 06.19 WITA, Gunung Agung kembali mengalami erupsi. Informasi terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa tinggi kolom abu akibat letusan mencapai 2.000 meter di atas puncak Gunung Agung, atau mencapai kurang lbih 5.142 meter di atas permukaan laut. Tak hanya mengancam lingkungan sekitar, letusan Gunung Agung yang menyemburkan abu vulkanik juga harus diwaspadai karena dapat menimbulkan beberapa penyakit.

Data satelit Himawari dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan abu vulkanik telah menutupi ruang udara koordinat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Saat ini Gunung Agung berada pada status level 3 (siaga) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar dan pendaki/pengunjung/wisatawan tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak gunung. Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Agung diimbau melakukan evakuasi mandiri.

“Sebanyak 309 jiwa masyarakat mengungsi berada di 3 titik pengungsi yaitu Dusun Tegeh Desa Amerta Bhuana, Banjar Dinas Galih Desa Jungutan dan Banjar Desa Untalan Desa Jungutan, Kabupaten Karangasem,” ujar Kepala Data Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam sebuah rilis.

Lebih lanjut, Sutopo mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Sampai sekarang, BNPB terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, PVMBG, BMKG, BPBD, Pemda Bali, dan lainnya.

1 dari 3 halaman

Risiko penyakit akibat erupsi Gunung Agung

Selain tenang, masyarakat juga harus waspada karena kondisi alam seperti ini dapat menyebabkan sejumlah penyakit. Secara umum, sebagian besar masalah kesehatan yang dialami oleh pengungsi Gunung Agung hampir sama dengan pengungsi lain pada umumnya. Kendati demikian, ada beberapa hal yang memerlukan perhatian khusus.

“Masalah kesehatan yang sering ditemukan pada pengungsi mencakup cedera tidak disengaja, penyakit infeksi, hipotermia atau penurunan suhu tubuh di bawah suhu normal, luka bakar, penyakit saluran cerna, penyakit jantung, serta komplikasi terkait kehamilan dan persalinan,” ungkap dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, dari KlikDokter.

Menurut dr. Nitish, anak-anak memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi saluran pernapasan dan saluran cerna. Ini disebabkan oleh perubahan kondisi tempat tinggal yang membuat mereka lebih sulit menjaga kebersihan, kontak yang lebih dekat dengan banyak orang di tempat tinggal yang sama, serta belum mengetahui akses kesehatan terdekat di daerah yang baru. Cedera atau luka yang timbul secara tidak disengaja juga cukup sering ditemukan. Ini dapat terjadi akibat terjatuh saat sedang dalam perjalanan menuju pengungsian.

“Bencana alam tersebut juga mampu memberikan dampak secara langsung. Asap dari gunung meletus misalnya, dapat menyebabkan keluhan saluran pernapasan, gangguan kulit, dan sejenisnya,” dr. Nitish menambahkan.

2 dari 3 halaman

Mencegah penyakit akibat erupsi Gunung Agung

Berdasarkan imbauan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit akibat erupsi Gunung Agung, yaitu:

  • Tetap berada dalam rumah. Hindari keluar rumah bila tidak ada keperluan yang mendesak. Tutup pintu dan seluruh jendela rumah. Hal ini dapat memperkecil masuknya debu vulkanik ke dalam rumah.
  • Gunakan alat pelindung diri. Apabila terpaksa harus keluar rumah atau berpindah tempat, gunakan alat pelindung seperti topi, helm, dan masker.
  • Mencuci bersih semua makanan. Sebelum makan, selalu cuci semua bahan makanan agar sedapat mungkin tidak terdapat debu di permukaannya.
  • Siapkan obat-obatan darurat. Bagi Anda yang memiliki kondisi tertentu, seperti asma atau alergi, siapkan obat di tempat yang mudah dijangkau. Sewaktu-waktu kondisi alergi atau asma kambuh, Anda dapat dengan segera mengatasinya.
  • Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Bila Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti batuk tidak berhenti, sesak napas, nyeri dada atau suara mengi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk segera mendapat pengobatan.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Agung diperkirakan akan terus terjadi erupsi. PVMBG juga merekomendasikan masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan, yang berpotensi terjadi pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Selain itu, lakukan juga langkah-langkah pencegahan yang sudah dijelaskan  agar bisa terhindar dari penyakit yang tekait dengan erupsi Gunung Agung.

[RN/ RVS]

1 Komentar

  • vio anita

    MESTIQQ - xxxx Poker Online Indonesia Gabung sekarang untuk mendapatkan berbagai keuntungan berikut ini : - Deposit minimum 10ribu!!! - Withdraw minimum 20ribu!!! - Bonus TurnOver sebesar 0,5% yang dibagikan tiap harinya!!! - Bonus referral sebesar 20% seumur hidup, cukup dengan mengundang teman an